Sorotan Kemenangan Brasil: Vinicius Bikin Selecao Makin Menakutkan hingga Tangisan Neymar
Muhammad Nursina Rasyidin June 25, 2026 10:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Brasil kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.

Tim Samba menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia di Miami Stadium dan memastikan diri melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup C, Kamis (25/6/2026).

Dua gol Vinicius Junior dan satu gol Matheus Cunha menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Namun di balik kemenangan telak itu, terdapat dua sorotan besar yang menyita perhatian dunia, yakni performa luar biasa Vinicius serta kembalinya Neymar ke panggung Piala Dunia setelah absen cukup lama akibat cedera.

Football enthusiast Bayu Ajianto sebelumnya sudah memprediksi Brasil akan menjadi penguasa Grup C. Menurutnya, kualitas skuad Brasil dan Maroko berada di atas dua peserta lainnya.

"Brasil bersama Maroko sangat diunggulkan di Grup C ini. Sementara Haiti bisa dibilang hanya tim hore," kata Bayu Ajianto saat berbincang dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Prediksi tersebut terbukti. Brasil keluar sebagai juara grup, sementara Maroko mendampingi Selecao ke fase gugur sebagai runner-up.

NOBAR PIALA DUNIA - Antusiasme masyarakat mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang digelar TNI. Acara ini menjadi ruang publik untuk mendongkrak semangat nasionalisme dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
NOBAR PIALA DUNIA - Antusiasme masyarakat mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang digelar TNI. Acara ini menjadi ruang publik untuk mendongkrak semangat nasionalisme dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (HO/IST/Istimewa/HO)

Baca juga: Lawan Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026: Jepang dan Belanda Calonnya, Selecao Tunggu Hasil Grup F

Vinicius Kian Bersinar di Era Ancelotti

Jika ada satu nama yang paling pantas mendapat sorotan dalam kemenangan ini, maka jawabannya adalah Vinicius Junior.

Penyerang Real Madrid itu membuka keunggulan Brasil saat pertandingan baru berjalan tujuh menit.

Berawal dari kesalahan bek Skotlandia Scott McKenna yang kehilangan bola di area berbahaya, Vinicius dengan tenang melewati Angus Gunn sebelum menceploskan bola ke gawang.

Gol tersebut menjadi gol ketiga Vinicius secara beruntun di fase grup.

Pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya sempat mencetak gol kedua setelah merebut bola dari Jack Hendry. Namun gol tersebut dianulir VAR karena dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu.

Vinicius akhirnya benar-benar mencatatkan brace pada masa injury time babak pertama. Ia menanduk umpan silang Bruno Guimaraes untuk menggandakan keunggulan Brasil menjadi 2-0.

Gol tersebut terasa spesial karena menjadi gol sundulan pertama Vinicius sepanjang kariernya bersama Timnas Brasil.

Performa impresif itu membuat Vinicius kini telah mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut membuatnya sejajar dengan Kylian Mbappe dan Erling Haaland dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen, hanya kalah satu gol dari Lionel Messi yang berada di puncak.

Lebih menarik lagi, Vinicius menjadi pemain Brasil kelima yang mampu mencetak gol di seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Opta, pencapaian serupa hanya dilakukan Jairzinho pada 1970, Romario pada 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada 2002.

Menariknya, Brasil selalu menjadi juara dunia pada empat edisi tersebut.

Vinicius mencetak satu gol yang membuat Brasil menahan imbang 1-1 Maroko pada matchday pertama.

Lalu, saat menghajar Haiti di laga kedua, Vini juga menyumbang satu gol untuk membuat Brasil menang 3-0.

Ketajaman Vinicius juga menunjukkan pengaruh besar Carlo Ancelotti. 

Sejak ditangani pelatih asal Italia tersebut, Vinicius telah mencetak tujuh gol dalam 13 pertandingan bersama Brasil.

Sebagai perbandingan, ia hanya mampu mencetak enam gol dalam 39 laga di bawah pelatih-pelatih sebelumnya.

Baca juga: Klasemen Akhir Grup C Piala Dunia 2026: Tradisi Brasil dan Revolusi Maroko Terlalu Kuat

Matheus Cunha Terus Membayar Kepercayaan

Selain Vinicius, Matheus Cunha kembali menunjukkan ketajamannya.

Striker yang dipercaya sebagai starter itu mencetak gol ketiga Brasil pada menit ke-60 setelah menerima umpan matang Bruno Guimaraes.

Gol tersebut membuat Cunha menjadi pemain Brasil pertama sejak Philippe Coutinho pada 2018 yang mampu mencetak gol dalam dua penampilan starter pertamanya di Piala Dunia.

Sebelumnya, Cunha mencetak brace atau dua gol saat Brasil menang 3-0 atas Haiti di laga kedua.

Sementara itu, Bruno Guimaraes juga mencatat sejarah tersendiri. Dua assist yang dibuatnya menjadikannya pemain Brasil pertama yang mencatat lebih dari satu assist dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak Kaka melakukannya pada 2010.

SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah)
SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah) (Tribunnews.com/Faiz Fadhilah)

Neymar Kembali, Stadion Bergemuruh

Meski pertandingan hampir selesai, momen yang paling menyentuh justru terjadi pada menit-menit akhir.

Carlo Ancelotti memasukkan Neymar sebagai pemain pengganti. Bagi banyak pendukung Brasil, momen itu terasa istimewa karena mereka akhirnya kembali melihat sang megabintang mengenakan seragam Selecao di Piala Dunia.

Ini merupakan penampilan pertama Neymar bersama Brasil sejak Oktober 2023 setelah berkutat dengan cedera panjang yang sempat membuat masa depannya bersama tim nasional dipertanyakan.

Masuk sebagai pemain pengganti selama sekitar 13 menit, Neymar langsung menunjukkan kualitasnya. Ia berhasil menciptakan tiga peluang bagi rekan-rekannya.

Jumlah itu hanya kalah dari Lucas Paqueta dan Rayan yang masing-masing menciptakan empat peluang sepanjang pertandingan.

Kembalinya Neymar juga membuatnya masuk dalam daftar eksklusif pemain Brasil yang tampil di empat edisi Piala Dunia berbeda, dari 2014, 2018, 2022, dan 2026. Ia kini sejajar dengan legenda-legenda besar seperti Djalma Santos, Cafu, dan Pele.

Spesialnya, di empat edisi itu Neymar selalu mengenakan jersey bernomor 10 Timnas Brasil, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dijalani oleh legenda Pele.

Tak heran jika banyak pendukung Brasil terlihat emosional menyambut comeback sang bintang. Setelah melewati masa pemulihan yang panjang, Neymar akhirnya kembali menginjak panggung terbesar sepak bola dunia.

Setelah pertandingan selesai, Neymar tampak menangi terharu bisa kembali bermain dan mengenakan jersey Selecao lagi.

Baca juga: Comeback Neymar Warnai Kemenangan 3-0 Brasil Atas Skotlandia, Tim Samba Tanpa Kendala ke 32 Besar

Brasil Makin Menakutkan

Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil lolos ke fase gugur sebagai juara Grup C.

Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini menunjukkan bahwa Tim Samba memiliki banyak senjata untuk berburu gelar keenam mereka.

Vinicius sedang berada dalam performa terbaik, Matheus Cunha terus produktif, Bruno Guimaraes kreatif di lini tengah, Alisson Becker tetap solid di bawah mistar, dan kini Neymar sudah kembali tersedia sebagai opsi tambahan.

Brasil juga mencatat dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan dan memperpanjang rekor selalu lolos dari fase grup dalam 15 edisi Piala Dunia secara beruntun sejak 1982.

Dengan materi pemain yang semakin lengkap dan kepercayaan diri yang terus meningkat, Tim Samba mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya: Brasil datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk meramaikan persaingan, melainkan untuk kembali mengangkat trofi juara dunia.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.