BANGKAPOS.COM -- Siswa SMA yang akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, berikut ini kumpulan soal Ekonomi berdasarkan kisi-kisi.
Ajang kompetisi sains dan teknologi tahunan bergengsi di seluruh Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Dalam OSN jenjang SMA bidang Ekonomi tahun 2026, siswa dituntut untuk menguasai materi yang mengacu pada standar International Economics Olympiad (IEO) dan Pusat Prestasi Nasional.
Mulai dari mikroekonomi, struktur pasar, dan teori permainan, hingga makroekonomi, kebijakan fiskal-moneter, serta dasar-dasar keuangan seperti time value of money dan manajemen risiko investasi.
Bagi siswa yang ingin mengukur kesiapan menghadapi seleksi tingkat provinsi, berlatih soal yang mencerminkan keluasan dan kedalaman materi tersebut menjadi langkah penting.
1. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan Qd = 100 − 2P, dan fungsi penawaran Qs = −20 + 3P. Harga dan kuantitas keseimbangan pasar adalah...
A. P = 20, Q = 60
B. P = 24, Q = 52
C. P = 30, Q = 40
D. P = 36, Q = 28
E. P = 40, Q = 20
Jawaban: B
2. Ketika harga suatu barang naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000, jumlah yang diminta turun dari 100 unit menjadi 70 unit. Berdasarkan koefisien elastisitas permintaan menggunakan metode titik tengah (midpoint), jenis elastisitas barang tersebut adalah... A. Elastis sempurna, karena perubahan kuantitas jauh lebih besar dari perubahan harga secara nominal
B. Elastis, karena persentase perubahan kuantitas (35,3 persen) lebih besar dari persentase perubahan harga (18,2 persen), menghasilkan koefisien elastisitas sekitar 1,94
C. Inelastis, karena barang tersebut kemungkinan bersifat kebutuhan pokok
D. Elastis uniter, karena koefisien elastisitas tepat bernilai 1
E. Inelastis sempurna, karena permintaan tidak responsif terhadap harga
Jawaban: B
3. Barang X dan barang Y memiliki elastisitas permintaan silang (cross elasticity) sebesar +0,8. Hubungan antara kedua barang tersebut adalah...
A. Barang substitusi, karena kenaikan harga X menyebabkan kenaikan permintaan Y akibat konsumen beralih ke barang pengganti
B. Barang komplementer, karena nilai positif menunjukkan kedua barang harus selalu dikonsumsi dalam proporsi tetap
C. Barang substitusi lemah, karena nilai 0,8 terlalu kecil untuk dianggap sebagai substitusi sejati dan lebih tepat dianggap tidak berhubungan
D. Barang komplementer kuat, karena nilai mendekati 1 menunjukkan hubungan komplementer yang erat
E. Tidak dapat ditentukan jenis hubungannya karena elastisitas silang positif bisa berarti substitusi maupun komplementer tergantung elastisitas harga masing-masing barang
Jawaban: A
4. Elastisitas penawaran tenaga kerja dalam jangka pendek umumnya lebih inelastis dibanding jangka panjang. Penjelasan ekonomi yang paling tepat untuk fenomena ini adalah...
A. Dalam jangka pendek, pekerja tidak memiliki keterampilan apapun sehingga tidak dapat menawarkan tenaga kerja
B. Dalam jangka pendek, pekerja sulit berpindah profesi atau memperoleh keterampilan baru secara cepat, sementara dalam jangka panjang mereka dapat melakukan pelatihan ulang atau berpindah sektor sesuai sinyal upah
C. Dalam jangka panjang, permintaan tenaga kerja selalu menurun sehingga penawaran ikut menurun
D. Elastisitas penawaran tenaga kerja tidak pernah berubah terlepas dari jangka waktu
E. Dalam jangka pendek, upah selalu lebih tinggi sehingga penawaran tenaga kerja otomatis lebih elastis
Jawaban: B
5. Pemerintah menetapkan harga dasar (price floor) untuk gabah petani di atas harga keseimbangan pasar. Dampak yang paling mungkin terjadi akibat kebijakan ini adalah...
A. Terjadi kekurangan (shortage) gabah di pasar karena harga terlalu rendah bagi produsen
B. Terjadi surplus (kelebihan penawaran) gabah karena jumlah yang ditawarkan pada harga dasar lebih besar dari jumlah yang diminta konsumen pada harga tersebut
C. Harga pasar otomatis turun kembali ke titik ekuilibrium tanpa intervensi tambahan
D. Petani dirugikan karena harga dasar selalu ditetapkan di bawah biaya produksi
E. Tidak ada dampak signifikan karena price floor hanya berlaku simbolis
Jawaban: B
6. Konsep surplus konsumen (consumer surplus) menggambarkan selisih antara kesediaan membayar konsumen dan harga yang sebenarnya dibayarkan. Jika terjadi penurunan harga pasar suatu barang tanpa perubahan kurva permintaan, maka surplus konsumen akan...
A. Selalu menurun karena konsumen membayar lebih sedikit
B. Meningkat, karena selisih antara harga maksimum yang bersedia dibayar konsumen dan harga pasar yang baru menjadi lebih besar
C. Tetap sama karena surplus konsumen tidak dipengaruhi oleh perubahan harga
D. Menjadi negatif karena konsumen mengalami kerugian akibat penurunan harga
E. Berubah menjadi surplus produsen secara otomatis
Jawaban: B
7. Pajak yang dikenakan pada penjual suatu barang dalam pasar kompetitif akan menggeser kurva penawaran ke kiri (atau ke atas). Beban pajak (tax burden) yang ditanggung konsumen relatif lebih besar dibanding produsen ketika...
A. Kurva permintaan lebih elastis dibanding kurva penawaran
B. Kurva permintaan lebih inelastis dibanding kurva penawaran, karena konsumen kurang responsif terhadap perubahan harga sehingga produsen dapat meneruskan sebagian besar pajak kepada konsumen
C. Kurva penawaran bersifat elastis sempurna sehingga seluruh pajak ditanggung produsen
D. Kurva permintaan dan penawaran memiliki elastisitas yang identik sehingga beban selalu terbagi rata 50:50
E. Pajak selalu ditanggung sepenuhnya oleh produsen terlepas dari elastisitas
Jawaban: B
8. Barang publik (public goods) memiliki dua karakteristik utama yang membedakannya dari barang privat. Kedua karakteristik tersebut adalah...
A. Excludable dan rivalrous, sama seperti barang privat pada umumnya
B. Non-excludable (tidak dapat dikecualikan penggunaannya) dan non-rivalrous (konsumsi satu pihak tidak mengurangi ketersediaan bagi pihak lain)
C. Hanya dapat disediakan oleh sektor swasta karena sifatnya yang menguntungkan
D. Selalu memiliki harga pasar yang ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan
E. Memiliki sifat rivalrous namun non-excludable, berbeda dengan barang privat yang keduanya excludable
Jawaban: B
9. Konsumen memaksimalkan utilitas dengan mengalokasikan pendapatan terbatas pada dua barang, X dan Y. Kondisi keseimbangan konsumen (consumer equilibrium) tercapai ketika...
A. Harga barang X sama dengan harga barang Y
B. Marginal utility per rupiah yang dikeluarkan untuk barang X sama dengan marginal utility per rupiah untuk barang Y (MUx/Px = MUy/Py)
C. Total utilitas dari barang X selalu lebih besar dari total utilitas barang Y
D. Konsumen membeli jumlah yang sama untuk kedua barang tanpa memperhatikan harga
E. Marginal utility kedua barang harus bernilai nol pada titik keseimbangan
Jawaban: B
10. Kurva indiferen (indifference curve) konsumen umumnya berbentuk cembung terhadap titik origin (convex to the origin). Bentuk ini mencerminkan asumsi...
A. Marginal rate of substitution (MRS) yang konstan sepanjang kurva
B. Diminishing marginal rate of substitution — semakin banyak barang X dikonsumsi (mengganti barang Y), semakin sedikit barang Y yang konsumen bersedia lepaskan untuk mendapat satu unit tambahan X
C. Konsumen selalu lebih menyukai kombinasi barang yang ekstrem dibanding kombinasi seimbang
D. Kedua barang bersifat substitusi sempurna sehingga kurva berbentuk garis lurus
E. Konsumen bersikap acuh tak acuh terhadap kombinasi barang apapun
Jawaban: B
11. Perusahaan dalam jangka pendek memiliki kurva biaya marginal (MC) yang berbentuk U akibat hukum hasil yang semakin berkurang. Titik di mana kurva MC memotong kurva biaya rata-rata total (ATC) menunjukkan...
A. Titik maksimum dari kurva ATC, karena MC yang terus naik akan selalu mendorong ATC ke titik tertinggi pada perpotongan tersebut
B. Titik minimum dari kurva ATC, karena ketika MC < ATC> ATC maka ATC meningkat
C. Titik di mana kurva AVC (average variable cost) berada di atas kurva ATC secara permanen
D. Titik balik (inflection point) dari kurva total cost, bukan dari kurva ATC
E. Titik minimum dari kurva AFC (average fixed cost), bukan dari kurva ATC
Jawaban: B
12. Dalam jangka pendek, perusahaan kompetitif akan tetap berproduksi meski mengalami kerugian selama harga pasar masih berada di atas...
A. Biaya rata-rata total (Average Total Cost/ATC), agar perusahaan tetap mendapat keuntungan
B. Biaya variabel rata-rata (Average Variable Cost/AVC), karena pada kondisi ini perusahaan masih dapat menutupi sebagian biaya tetap meski tidak menutupi seluruh ATC
C. Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost/AFC) semata, tanpa memperhatikan biaya variabel
D. Biaya marginal (MC) pada tingkat produksi nol
E. Harga pokok produksi yang ditetapkan pemerintah
Jawaban: B
13. Fungsi produksi menunjukkan hubungan antara input dan output. Skala hasil yang meningkat (increasing returns to scale) terjadi ketika...
A. Penambahan seluruh input secara proporsional menghasilkan peningkatan output dengan persentase yang lebih kecil dari persentase peningkatan input
B. Penambahan seluruh input secara proporsional menghasilkan peningkatan output dengan persentase yang lebih besar dari persentase peningkatan input
C. Output tetap konstan meskipun seluruh input ditambah secara proporsional
D. Hanya satu jenis input yang ditambah sementara input lain tetap konstan
E. Output menurun seiring penambahan seluruh input secara proporsional
Jawaban: B
14. Eksternalitas negatif dalam produksi, seperti pencemaran lingkungan oleh pabrik, menyebabkan ketidakefisienan pasar karena...
A. Biaya privat produsen lebih besar dari biaya sosial, sehingga produsen memproduksi terlalu sedikit
B. Biaya sosial (social cost) lebih besar dari biaya privat (private cost) yang ditanggung produsen, sehingga pasar menghasilkan output yang melebihi tingkat optimal secara sosial
C. Pemerintah selalu menanggung seluruh biaya eksternalitas tanpa terkecuali
D. Eksternalitas negatif justru meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya
E. Konsumen yang menanggung seluruh dampak negatif tanpa melibatkan produsen sama sekali
Jawaban: B
15. Pasar monopoli menghasilkan output yang lebih rendah dan harga yang lebih tinggi dibanding pasar kompetisi sempurna pada kondisi biaya yang identik. Kerugian efisiensi (deadweight loss) yang ditimbulkan monopoli terjadi karena...
A. Monopoli menetapkan harga di mana MR = MC, sementara pasar kompetitif menetapkan harga di mana P = MC, sehingga monopoli memproduksi pada tingkat output yang lebih rendah dari tingkat efisien secara sosial
B. Monopoli selalu menetapkan harga sama dengan biaya marginal seperti pasar kompetitif
C. Monopoli menghasilkan output yang sama dengan pasar kompetitif namun pada harga lebih rendah
D. Deadweight loss hanya terjadi pada pasar oligopoli, bukan monopoli
E. Monopoli tidak menimbulkan kerugian efisiensi karena memiliki kontrol penuh atas pasar
Jawaban: A
16. Diskriminasi harga tingkat pertama (first-degree price discrimination) memungkinkan produsen monopoli menetapkan harga berbeda untuk setiap unit sesuai kesediaan membayar maksimum masing-masing konsumen. Dampak dari diskriminasi harga sempurna ini terhadap surplus konsumen dan total surplus adalah...
A. Surplus konsumen menjadi nol karena seluruh surplus berpindah menjadi surplus produsen, namun total surplus (efisiensi) justru mencapai tingkat yang sama dengan pasar kompetitif sempurna
B. Surplus konsumen dan surplus produsen keduanya meningkat secara proporsional
C. Total surplus menurun drastis dibanding monopoli dengan harga tunggal
D. Diskriminasi harga sempurna menyebabkan output yang dihasilkan lebih rendah dibanding monopoli harga tunggal
E. Surplus produsen menjadi nol karena seluruh keuntungan diberikan kepada konsumen
Jawaban: A
17. Pasar oligopoli dengan sedikit perusahaan besar sering menunjukkan perilaku saling ketergantungan strategis (strategic interdependence). Model Cournot dalam oligopoli mengasumsikan bahwa setiap perusahaan menentukan...
A. Harga jual sambil mengasumsikan harga pesaing tetap konstan
B. Kuantitas produksi sambil mengasumsikan kuantitas produksi pesaing tetap konstan, kemudian mencari kuantitas optimal berdasarkan reaksi pesaing tersebut
C. Tingkat upah tenaga kerja tanpa memperhatikan keputusan pesaing
D. Strategi periklanan sebagai variabel keputusan utama, bukan harga atau kuantitas
E. Kuantitas produksi yang identik dengan pasar kompetisi sempurna tanpa mempertimbangkan pesaing
Jawaban: B
18. Berbeda dengan model Cournot, model Bertrand dalam oligopoli mengasumsikan persaingan berdasarkan harga. Hasil keseimbangan model Bertrand dengan produk homogen dan dua perusahaan (duopoli) tanpa hambatan masuk cenderung menghasilkan harga yang...
A. Selalu lebih tinggi dari harga monopoli karena persaingan ketat antar dua perusahaan
B. Mendekati biaya marginal (mirip pasar kompetitif sempurna), karena setiap perusahaan akan terus menurunkan harga untuk merebut seluruh pasar hingga harga mencapai titik di mana keuntungan ekonomi nol
C. Tetap pada tingkat harga monopoli karena hanya ada dua perusahaan yang dapat berkolusi dengan mudah
D. Tidak dapat ditentukan karena model Bertrand tidak menghasilkan keseimbangan yang stabil
E. Selalu lebih tinggi dibanding model Cournot pada kondisi pasar yang identik
Jawaban: B
19. Persaingan monopolistik (monopolistic competition) memiliki karakteristik produk terdiferensiasi dengan banyak penjual. Dalam jangka panjang, perusahaan pada pasar persaingan monopolistik akan memperoleh keuntungan ekonomi sebesar...
A. Positif namun lebih kecil dibanding jangka pendek, karena diferensiasi produk tetap memberikan sedikit kekuatan pasar yang tidak pernah tergerus sepenuhnya oleh pesaing baru
B. Nol (normal profit), karena kemudahan masuk pasar mendorong perusahaan baru masuk hingga keuntungan ekonomi tergerus menjadi nol, meski perusahaan tetap memiliki sedikit market power
C. Negatif dalam jangka panjang, karena terlalu banyak pesaing baru yang masuk menyebabkan kerugian struktural permanen bagi seluruh perusahaan dalam industri
D. Sama dengan keuntungan ekonomi pasar oligopoli, karena keduanya memiliki diferensiasi produk yang serupa
E. Bergantung pada elastisitas permintaan masing-masing perusahaan, sehingga tidak dapat digeneralisasi menjadi nol maupun positif
Jawaban: B
20. Dalam teori permainan (game theory), dilema tahanan (prisoner's dilemma) menggambarkan situasi di mana strategi dominan masing-masing pemain menghasilkan...
A. Hasil terbaik bagi kedua pemain secara bersamaan (Pareto optimal)
B. Hasil yang secara individual rasional namun secara kolektif tidak optimal (Nash equilibrium yang bukan Pareto optimal), karena jika keduanya bekerja sama hasilnya akan lebih baik bagi keduanya
C. Hasil yang selalu identik dengan strategi kooperatif penuh
D. Ketidakmungkinan mencapai keseimbangan karena terlalu banyak pilihan strategi
E. Strategi dominan yang selalu menguntungkan kedua pemain secara setara
Jawaban: B
21. Dua perusahaan oligopoli dalam industri yang sama mempertimbangkan untuk menurunkan harga atau mempertahankan harga tinggi. Jika kedua perusahaan saling tidak mengetahui keputusan satu sama lain, dan strategi dominan masing-masing adalah menurunkan harga, maka kondisi keseimbangan Nash yang terbentuk adalah...
A. Kedua perusahaan mempertahankan harga tinggi karena itu yang paling menguntungkan secara kolektif
B. Kedua perusahaan menurunkan harga, meskipun hasil ini menghasilkan keuntungan total yang lebih rendah dibanding jika keduanya berkolusi mempertahankan harga tinggi
C. Salah satu perusahaan menurunkan harga sementara yang lain mempertahankan harga tinggi
D. Tidak ada keseimbangan Nash yang terbentuk dalam situasi ini
E. Kedua perusahaan secara otomatis berkolusi tanpa komunikasi eksplisit
Jawaban: B
22. Kartel dalam pasar oligopoli sering mengalami kesulitan mempertahankan kesepakatan harga atau kuota produksi dalam jangka panjang. Alasan utama ketidakstabilan kartel adalah...
A. Pemerintah selalu melarang seluruh bentuk kartel tanpa terkecuali
B. Setiap anggota kartel memiliki insentif untuk "curang" (cheat) dengan memproduksi lebih banyak dari kuota yang disepakati demi keuntungan individual, meski hal ini merugikan kartel secara kolektif jika semua anggota melakukannya
C. Kartel selalu stabil karena seluruh anggota memiliki kepentingan yang identik
D. Konsumen secara aktif menggagalkan kartel melalui boikot kolektif
E. Kartel tidak pernah terbentuk dalam praktiknya karena ilegal di semua negara
Jawaban: B
23. Teori keunggulan komparatif David Ricardo menjelaskan keuntungan perdagangan internasional meski suatu negara tidak memiliki keunggulan absolut dalam memproduksi apapun. Inti dari teori ini adalah negara sebaiknya berspesialisasi pada...
A. Barang yang dapat diproduksi dengan biaya absolut terendah dibanding negara lain
B. Barang dengan biaya peluang (opportunity cost) produksi yang relatif lebih rendah dibanding negara mitra dagang
C. Barang yang paling banyak diminta di pasar domestik tanpa mempertimbangkan biaya produksi
D. Seluruh jenis barang untuk mencapai kemandirian ekonomi penuh
E. Barang yang menggunakan teknologi paling canggih meski biaya produksinya tinggi
Jawaban: B
24. Pengenaan tarif impor oleh suatu negara terhadap barang dari negara lain akan menyebabkan...
A. Penurunan harga domestik, peningkatan kuantitas impor, dan penurunan produksi domestik secara bersamaan
B. Peningkatan harga domestik, penurunan kuantitas impor, peningkatan produksi domestik, namun menimbulkan kerugian efisiensi (deadweight loss) bagi perekonomian secara keseluruhan
C. Peningkatan harga domestik dan peningkatan kuantitas impor secara bersamaan, karena konsumen tetap memilih barang impor meski harganya naik
D. Penurunan harga domestik namun penurunan produksi dalam negeri, karena produsen domestik kalah bersaing dengan barang impor yang dikenai tarif
E. Tarif impor menghasilkan distribusi ulang surplus dari produsen ke konsumen, tanpa mengubah total kuantitas barang yang diperdagangkan
Jawaban: B
25. Kuota impor dan tarif impor memiliki dampak yang serupa terhadap harga dan kuantitas domestik, namun memiliki perbedaan penting dalam hal...
A. Kuota selalu lebih menguntungkan konsumen domestik dibanding tarif
B. Pendapatan dari tarif diterima oleh pemerintah, sedangkan keuntungan dari kuota (selisih harga domestik dan harga dunia) dapat diterima oleh pemegang lisensi impor, bukan pemerintah
C. Kuota tidak pernah membatasi jumlah barang yang masuk, hanya tarif yang membatasi
D. Tarif tidak memengaruhi harga domestik sama sekali, hanya memengaruhi kuantitas
E. Kuota dan tarif memiliki dampak yang identik tanpa perbedaan apapun
Jawaban: B
26. Sistem kurs mengambang bebas (free floating exchange rate) berbeda dengan kurs tetap (fixed exchange rate) dalam hal mekanisme penentuan nilai tukar. Pada sistem kurs mengambang bebas, nilai tukar mata uang ditentukan oleh...
A. Bank sentral secara langsung menetapkan nilai tukar berdasarkan kebijakan moneter
B. Mekanisme pasar valuta asing melalui interaksi penawaran dan permintaan mata uang, tanpa intervensi langsung bank sentral untuk menjaga nilai tukar tertentu
C. Pemerintah pusat melalui keputusan parlemen setiap tahun
D. Organisasi moneter internasional seperti IMF secara terpusat
E. Perjanjian bilateral antar negara yang mengikat secara hukum
Jawaban: B
27. Ketika mata uang suatu negara mengalami depresiasi (melemah) terhadap mata uang negara mitra dagang, dampak yang paling mungkin terjadi terhadap ekspor dan impor negara tersebut adalah...
A. Ekspor menjadi lebih mahal bagi pembeli asing, sementara impor menjadi lebih murah bagi konsumen domestik
B. Ekspor menjadi lebih murah dan kompetitif bagi pembeli asing (dalam mata uang asing), sementara impor menjadi lebih mahal bagi konsumen domestik (dalam mata uang lokal)
C. Tidak ada dampak terhadap ekspor maupun impor karena nilai tukar bersifat netral terhadap perdagangan
D. Ekspor dan impor keduanya menjadi lebih mahal secara bersamaan
E. Ekspor dan impor keduanya menjadi lebih murah secara bersamaan
Jawaban: B
28. Neraca pembayaran (balance of payments) suatu negara terdiri dari beberapa komponen utama. Transaksi ekspor dan impor barang serta jasa tercatat dalam komponen...
A. Neraca modal (capital account)
B. Neraca berjalan (current account)
C. Neraca finansial (financial account) semata
D. Cadangan devisa (reserve account) secara eksklusif
E. Neraca emas (gold account) yang sudah tidak relevan di era modern
Jawaban: B
29. Defisit neraca berjalan (current account deficit) suatu negara yang berkelanjutan dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerentanan ekonomi karena...
A. Defisit neraca berjalan selalu menunjukkan perekonomian yang sangat sehat dan berdaya saing tinggi
B. Negara harus membiayai defisit tersebut melalui aliran modal masuk (utang luar negeri atau investasi asing), yang dapat meningkatkan ketergantungan terhadap kreditor asing dan risiko sudden capital outflow
C. Defisit neraca berjalan tidak memiliki kaitan apapun dengan neraca modal suatu negara
D. Defisit neraca berjalan secara otomatis menyebabkan deflasi domestik
E. Defisit neraca berjalan hanya berdampak pada sektor pertanian, tidak pada sektor lain
Jawaban: B
30. Konsep purchasing power parity (PPP) digunakan untuk membandingkan daya beli mata uang antar negara dengan mengoreksi perbedaan nilai tukar nominal. Prinsip dasar dari teori PPP adalah...
A. Nilai tukar nominal antar dua negara harus selalu sama dengan nol dalam jangka panjang
B. Dalam jangka panjang, nilai tukar akan menyesuaikan sehingga harga barang identik (basket barang yang sama) memiliki nilai yang setara ketika dikonversi ke mata uang yang sama di berbagai negara
C. PPP hanya berlaku untuk negara dengan sistem kurs tetap, tidak untuk kurs mengambang
D. PPP mengabaikan seluruh perbedaan tingkat inflasi antar negara
E. PPP menyatakan bahwa nilai tukar nominal tidak pernah berubah sepanjang waktu
Jawaban: B
31. Perhitungan GDP melalui pendekatan pengeluaran (expenditure approach) dirumuskan sebagai Y = C + I + G + (X−M). Jika suatu negara memiliki konsumsi rumah tangga Rp4.000 triliun, investasi Rp1.500 triliun, pengeluaran pemerintah Rp1.200 triliun, ekspor Rp800 triliun, dan impor Rp600 triliun, maka GDP negara tersebut adalah...
A. Rp6.700 triliun
B. Rp6.900 triliun
C. Rp7.100 triliun
D. Rp7.300 triliun
E. Rp7.500 triliun
Jawaban: B
32. GNP (Gross National Product) berbeda dari GDP (Gross Domestic Product) dalam hal cakupan geografis dan kewarganegaraan. Perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut adalah...
A. GDP mengukur seluruh output yang diproduksi oleh warga negara di manapun mereka berada, sedangkan GNP hanya mengukur output di dalam batas wilayah negara
B. GDP mengukur output yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara (tanpa memandang kewarganegaraan produsen), sedangkan GNP mengukur output yang diproduksi oleh warga negara suatu negara (tanpa memandang lokasi produksi)
C. GDP dan GNP selalu menghasilkan nilai yang identik untuk semua negara
D. GNP hanya digunakan untuk negara maju, sedangkan GDP untuk negara berkembang
E. GDP mengukur pendapatan neto, sedangkan GNP mengukur pendapatan bruto
Jawaban: B
33. Produk Domestik Bruto riil (real GDP) berbeda dari PDB nominal (nominal GDP) karena PDB riil...
A. Dihitung menggunakan harga pasar yang berlaku pada tahun berjalan
B. Disesuaikan dengan inflasi menggunakan harga tahun dasar (base year), sehingga mencerminkan perubahan kuantitas output secara murni tanpa terpengaruh perubahan harga
C. Selalu lebih besar dari PDB nominal pada kondisi ekonomi apapun
D. Tidak memperhitungkan barang dan jasa yang diproduksi di sektor pertanian
E. Hanya digunakan untuk membandingkan pendapatan antar individu, bukan antar negara
Jawaban: B
34. Indeks harga konsumen (IHK) digunakan untuk mengukur inflasi berdasarkan perubahan harga sekumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga (basket barang tetap). Salah satu kelemahan utama IHK dalam mengukur inflasi yang sesungguhnya adalah...
A. IHK selalu mengukur inflasi secara sempurna tanpa bias apapun
B. IHK menggunakan basket barang yang tetap (fixed weight), sehingga tidak memperhitungkan perubahan perilaku konsumen yang beralih ke barang substitusi lebih murah ketika harga suatu barang naik (substitution bias)
C. IHK hanya mengukur harga barang ekspor, bukan barang konsumsi domestik
D. IHK tidak dapat digunakan untuk membandingkan inflasi antar periode waktu
E. IHK secara otomatis menghilangkan seluruh pengaruh perubahan kualitas barang
Jawaban: B
35. Pengangguran struktural (structural unemployment) berbeda dari pengangguran siklikal (cyclical unemployment) dalam hal penyebabnya. Pengangguran struktural terjadi akibat...
A. Penurunan permintaan agregat dalam perekonomian secara keseluruhan yang bersifat sementara mengikuti siklus bisnis, sehingga akan pulih otomatis saat ekonomi membaik
B. Ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan tenaga kerja yang tersedia dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, sering disebabkan oleh perubahan teknologi atau pergeseran struktur ekonomi, sehingga tidak otomatis pulih meski ekonomi membaik
C. Fluktuasi permintaan tenaga kerja akibat siklus bisnis jangka pendek yang sama persis dengan pengangguran siklikal, hanya berbeda istilah penyebutannya saja
D. Proses pencarian kerja yang normal terjadi pada pekerja yang baru lulus atau berpindah kerja dalam jangka waktu singkat
E. Kombinasi dari pengangguran siklikal dan friksional yang terjadi secara simultan tanpa penyebab struktural tersendiri
Jawaban: B
36. Kurva Phillips dalam jangka pendek menggambarkan hubungan trade-off antara inflasi dan pengangguran. Argumentasi yang menjelaskan mengapa hubungan ini cenderung tidak berlaku dalam jangka panjang (kurva Phillips jangka panjang vertikal) adalah...
A. Inflasi dan pengangguran selalu bergerak searah dalam jangka panjang
B. Dalam jangka panjang, ekspektasi inflasi pekerja dan perusahaan menyesuaikan diri sepenuhnya, sehingga tingkat pengangguran kembali ke tingkat alamiahnya (natural rate) terlepas dari tingkat inflasi
C. Kurva Phillips jangka panjang selalu identik dengan kurva jangka pendek tanpa perbedaan
D. Pengangguran dapat ditekan hingga nol persen secara permanen melalui kebijakan inflasi tinggi
E. Inflasi tidak memiliki pengaruh apapun terhadap pengangguran baik jangka pendek maupun panjang
Jawaban: B
37. Kebijakan fiskal ekspansif yang dilakukan melalui peningkatan belanja pemerintah dapat menimbulkan efek crowding out terhadap investasi swasta. Mekanisme crowding out ini terjadi melalui...
A. Pemerintah secara langsung melarang investasi swasta ketika menerapkan kebijakan fiskal ekspansif
B. Peningkatan belanja pemerintah yang dibiayai utang meningkatkan permintaan dana pinjaman, mendorong suku bunga naik, yang pada gilirannya mengurangi investasi swasta yang sensitif terhadap suku bunga
C. Crowding out hanya terjadi pada perekonomian tertutup tanpa hubungan dengan suku bunga
D. Peningkatan belanja pemerintah selalu meningkatkan investasi swasta secara proporsional
E. Crowding out terjadi karena pemerintah mengambil alih seluruh sektor swasta secara langsung
Jawaban: B
38. Multiplier fiskal (fiscal multiplier) mengukur dampak perubahan belanja pemerintah terhadap output total perekonomian. Jika MPC (marginal propensity to consume) suatu perekonomian adalah 0,8, besar multiplier sederhana (tanpa pajak dan impor) adalah...
A. 1,25
B. 2
C. 4
D. 5
E. 8
Jawaban: D
39. Bank sentral menggunakan operasi pasar terbuka (open market operation) sebagai salah satu instrumen kebijakan moneter. Ketika bank sentral membeli surat berharga pemerintah dari pasar, dampaknya terhadap jumlah uang beredar dan suku bunga adalah...
A. Jumlah uang beredar menurun dan suku bunga naik, karena bank sentral menyerap likuiditas dari pasar
B. Jumlah uang beredar meningkat dan suku bunga cenderung turun, karena bank sentral menyuntikkan likuiditas baru ke dalam sistem perbankan melalui pembelian surat berharga
C. Tidak ada dampak terhadap jumlah uang beredar karena operasi pasar terbuka hanya bersifat administratif
D. Jumlah uang beredar dan suku bunga keduanya meningkat secara bersamaan
E. Operasi pasar terbuka hanya memengaruhi nilai tukar, bukan jumlah uang beredar
Jawaban: B
40. Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement Ratio) yang ditetapkan bank sentral memengaruhi kemampuan bank umum dalam menciptakan uang melalui proses pelipatgandaan uang (money multiplier). Jika rasio cadangan wajib diturunkan dari 10persen menjadi 5persen, dampaknya terhadap kapasitas penciptaan uang oleh sistem perbankan adalah...
A. Kapasitas penciptaan uang menurun karena bank harus menahan cadangan lebih sedikit
B. Kapasitas penciptaan uang meningkat, karena money multiplier (1/reserve ratio) menjadi lebih besar, dari 10 menjadi 20, sehingga bank dapat menyalurkan kredit lebih banyak dari setiap unit deposit yang diterima
C. Tidak ada dampak terhadap penciptaan uang karena rasio cadangan tidak terkait dengan money multiplier
D. Kapasitas penciptaan uang tetap konstan terlepas dari perubahan rasio cadangan
E. Money multiplier menurun dari 10 menjadi 5 mengikuti penurunan rasio cadangan secara linear
Jawaban: B
(Bangkapos.com/Kompas.com)