PROHABA.CO, ACEH UTARA - Musibah kebakaran menimpa keluarga Zubir Usman (44), warga Gampong Leuhong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Rabu (24/6/2026) pagi.
Rumah berkonstruksi kayu yang ditempatinya bersama empat orang anak hangus terbakar setelah dilalap si jago merah saat mereka masih tertidur lelap.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba membuat Zubir dan keempat anaknya panik dan berusaha menyelamatkan diri dari dalam rumah.
Beruntung, seluruh penghuni berhasil keluar sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Meski demikian, hampir seluruh harta benda milik keluarga tersebut tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar bersama bangunan rumah.
Keuchik Gampong Leuhong, Rizaldi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah korban melihat kepulan asap tebal yang berasal dari bagian dapur rumah.
“Korban melihat asap dari arah dapur.
Saat itu tidak ada aktivitas memasak.
Belum diketahui pasti sumber api, namun diduga berasal dari korsleting listrik.
Api kemudian menyambar bagian belakang kulkas hingga terjadi ledakan dan kobaran api langsung membesar,” kata Rizaldi.
Baca juga: Dua Kebakaran Beruntun di Aceh Utara dalam 24 Jam, Aksi Heroik Warga Selamatkan Balita
Menurutnya, bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari material kayu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.
Dalam situasi yang serba darurat, Zubir hanya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor.
Sementara berbagai barang berharga seperti perabotan rumah tangga, pakaian, dokumen penting, serta kebutuhan sehari-hari lainnya tidak berhasil diselamatkan.
Rizaldi menjelaskan, Zubir merupakan seorang duda yang telah beberapa tahun terakhir membesarkan empat anaknya seorang diri setelah sang istri meninggal dunia.
Kondisi ekonomi keluarga tersebut juga tergolong memprihatinkan.
“Korban sering sakit-sakitan dan sudah lama tidak bisa bekerja secara normal.
Bahkan untuk berjalan harus menggunakan tongkat.
Karena itu, musibah ini menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga mereka,” ujarnya.
Warga setempat yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api.
Personel Polsek Tanah Luas dan petugas pemadam kebakaran juga turun tangan melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Jenazah Putri Hensy Dipulangkan ke Aceh Tamiang
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Marzuki mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Personel piket Polsek Tanah Luas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan,” ujar Marzuki.
Sekitar pukul 07.00 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman bersama warga.
Setelah hampir satu jam berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 07.30 WIB.
Beruntung, api tidak sempat merembet ke rumah warga lainnya.
Namun seluruh bangunan rumah milik Zubir yang terbuat dari kayu beserta seluruh isinya habis terbakar.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.
Pasca kebakaran, Zubir bersama keempat anaknya sementara mengungsi di rumah bantuan yang sebelumnya dibangun melalui program Baitul Mal.
Rumah tersebut berada tidak jauh dari lokasi kebakaran dan masih layak ditempati meskipun sempat terkena dampak jilatan api.
Pemerintah gampong juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada keluarga korban guna memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam beberapa hari ke depan.
Rizaldi berharap pemerintah daerah dan para dermawan dapat memberikan bantuan agar keluarga tersebut dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu korban membangun kembali rumahnya serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anak-anaknya,” harap Rizaldi.
(Serambinews.com/Jafaruddin)
Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Kain di Aceh Utara, Kerugian Capai Rp3 Miliar
Baca juga: Aceh Jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah 2026, Abdul Mu’ti: Pendidikan Harus Bermutu
Baca juga: SPBU Reuleut Bireuen Terbakar Saat Pengisian Pertalite, Satu Dispenser dan Motor Hangus