Prancis Laporkan Kasus Ebola Pertama, Begini Kondisi Terkini Pasien
GH News June 25, 2026 12:09 PM
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Prancis mengonfirmasi kasus pertama Ebola di negara tersebut. Pasien merupakan seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan di wilayah yang terdampak wabah di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Dalam pernyataannya, kementerian menyebut pasien telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan khusus dan kini berada dalam kondisi stabil. Seluruh langkah pencegahan, termasuk isolasi, langsung dilakukan begitu pasien tiba di Prancis.

"Semua tindakan pencegahan, termasuk mengisolasi pasien, telah dilakukan sejak kedatangannya di negara ini. Pasien juga dipindahkan ke rumah sakit dengan prosedur keamanan ketat untuk mencegah risiko penularan," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Prancis.

Otoritas kesehatan kini melacak seluruh orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien. Mereka diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 21 hari sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, pemerintah menegaskan risiko penularan kepada masyarakat umum di Eropa masih sangat rendah.

Wabah Ebola saat ini berpusat di Provinsi Ituri, wilayah timur laut Republik Demokratik Kongo. Otoritas setempat masih berupaya keras mengendalikan penyebaran virus di daerah tersebut.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan DRC per 21 Juni, tercatat 1.048 kasus Ebola yang terkonfirmasi dengan 267 kematian, sementara 112 pasien berhasil dinyatakan sembuh. Negara tetangga, Uganda, juga telah melaporkan 20 kasus dan dua kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola ini pada 15 Mei, lalu dua hari kemudian mengumumkannya sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Namun, para ahli meyakini virus tersebut kemungkinan telah menyebar selama beberapa pekan sebelum akhirnya terdeteksi. Karena itu, jumlah kasus sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan angka yang telah dikonfirmasi.

Upaya penanganan wabah juga menghadapi berbagai kendala, mulai dari berkurangnya bantuan kemanusiaan hingga konflik bersenjata di Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan, wilayah di selatan Ituri. Di kawasan tersebut, kelompok pemberontak M23 yang didukung Rwanda masih aktif beroperasi, dan sejumlah kasus Ebola juga telah ditemukan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.