TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Tyassuma Tifauzia alias dokter Tifa menceritakan detik-detik penangkapan dirinya terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Penangkapan berlangsung di apartemen tempat tinggal Tifa pada Jumat (19/6/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi saat Tifa hendak mengikuti ujian disertasi program doktoral Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB.
"Memang ujian tersebut pada tahapan ini masih dalam bentuk online atau Zoom, tetapi saya harus berada di sebuah tempat yang sinyalnya bagus karena saya akan diuji oleh 12 guru besar, 12 profesor, para doktor dari berbagai domain ilmu kedokteran," kata dokter Tifa di kawasan Tebet, Rabu (24/6/2026).
Namun, kondisi mulai terlihat aneh saat Tifa turun menuju basement apartemen.
Ia mengungkapkan, kendaraan yang akan digunakannya sudah dikepung oleh mobil lain di bagian depan maupun belakang.
"Jadi saya melihat kendaraan saya, mobil saya, itu depannya ada satu mobil besar yang dalam kondisi sudah menyala. Belakangnya ada satu mobil besar juga dalam kondisi sudah menyala," ungkap Tifa.
"Feeling saya menyatakan bahwa, ini dia nih harinya," imbuh dia.
Tak lama kemudian, sejumlah orang turun dari mobil menggunakan rompi dan penutup wajah.
Secara keseluruhan, Tifa menyebut ada empat mobil opersional polisi yang berada di lokasi. Dua mobil berada di basement dan dua lainnya berjaga di bagian atas.
Menurut dokter Tifa, saat itu polisi bertanya soal wajib lapor sebelum akhirnya menyerahkan surat perintah penangkapan.
"Saya bilang, 'Kok nggak wajib lapor gimana? Saya ini habis ujian saya rencananya mau ke Polda'," ujar dia.
Tifa juga mempertanyakan alasan dirinya ditangkap karena merasa selama ini kooperatif mengikuti proses pemeriksaan.
"Apa alasannya kalian tangkap saya? Saya nggak pernah mangkir wajib lapor, saya selalu datang kalau diperiksa," kata Tifa.
Dalam situasi tersebut, dokter Tifa mengaku sempat bernegosiasi dengan penyidik. Ia meminta agar tetap difasilitasi mengikuti ujian disertasi yang sudah dijadwalkan.
Singkat cerita, dokter Tifa dibawa ke Polda Metro Jaya bersama dua anaknya.
Sesampainya di Polda Metro Jaya, ia mengaku diberikan ruangan khusus untuk mengikuti ujian. Meski demikian, ia menyebut suasana ujian berlangsung dengan pengawalan petugas.
"Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk ujian dengan baik di sebuah ruangan khusus. Tetapi dikelilingi oleh polisi juga. Jadi saya ujian dikelilingi oleh polisi," ujar Tifa.