TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bela Negara melalui Pelestarian Budaya Batik dalam Kehidupan Akademik” sebagai upaya memperkuat nilai-nilai nasionalisme, rasa cinta tanah air, dan kesadaran bela negara di kalangan mahasiswa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penyelesaian tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Mutia Lawdy Firman, S.H., M.H.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengimplementasikan nilai-nilai kewarganegaraan melalui tindakan nyata di lingkungan kampus, yakni dengan membiasakan penggunaan batik dalam setiap kegiatan perkuliahan maupun aktivitas akademik lainnya.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bela negara secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan yang memiliki makna sosial, budaya, dan kebangsaan," jelas Dosen Universitas Muhammadiyah Riau, Mutia Lawdy Firman, S.H., M.H kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (25/6/2026).
Mutia menyebut, bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemauan untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dalam kehidupan mahasiswa, nilai bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional.
Salah satu budaya yang menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia adalah batik. Batik tidak hanya sekadar kain atau pakaian, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.
"Setiap motif batik mengandung makna dan cerita yang menggambarkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.
Karena itu, penggunaan batik dalam kegiatan perkuliahan dan aktivitas kampus dinilai menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap warisan budaya bangsa sekaligus upaya menjaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau juga mengajak seluruh elemen kampus untuk memahami bahwa menjaga budaya nasional merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda.
Penggunaan batik secara rutin di lingkungan kampus tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap budaya berpakaian, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebanggaan, dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan membangun karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap budaya lokal serta mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam memperkenalkan, mempertahankan, dan mengembangkan budaya Indonesia agar tetap dikenal serta dihargai oleh masyarakat luas.
Penerapan penggunaan batik dalam kegiatan perkuliahan maupun kegiatan kampus juga mencerminkan berbagai nilai positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, penghargaan terhadap keberagaman, serta semangat persatuan.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan kewarganegaraan, yakni membentuk mahasiswa yang memiliki kesadaran sebagai warga negara yang baik, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa bela negara tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang memberikan dampak positif.
Menggunakan batik menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam menjaga budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kewarganegaraan dapat diterapkan secara kreatif dan relevan dengan kehidupan modern.
Melalui semangat menjaga budaya bangsa, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki kepedulian, rasa bangga, dan komitmen dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. (*)