TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ada pemandangan menarik usai aksi damai ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumatera Barat (Sumbar) di depan Kantor DPRD Sumbar, Kamis (25/6/2026).
Setelah menyampaikan aspirasi agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan, sejumlah relawan memilih pulang menggunakan odong-odong.
Pantauan TribunPadang.com, sekitar pukul 11.10 WIB massa aksi mulai membubarkan diri dan kembali ke daerah masing-masing.
Namun, di tengah arus kepulangan peserta aksi, sebuah odong-odong yang dipenuhi relawan SPPG menarik perhatian warga dan pengguna jalan.
Baca juga: Ditemui Ketua DPRD Sumbar, Ratusan Relawan SPPG Mulai Membubarkan Diri Usai Gelar Aksi Damai
Sekitar pukul 11.18 WIB, rombongan relawan tersebut tampak menaiki odong-odong yang terparkir di sekitar lokasi aksi.
Mayoritas penumpang merupakan ibu-ibu relawan yang duduk berjejer di bangku kendaraan tersebut.
Saat ditemui TribunPadang.com, salah seorang relawan mengaku mereka berasal dari SPPG Kelurahan Aie Pacah dan memilih menggunakan odong-odong untuk kembali setelah aksi selesai.
"Sudah selesai demonya. Mau balik lagi naik odong-odong. Kami dari SPPG Aie Pacah," ujarnya.
Suasana kepulangan para relawan berlangsung meriah. Sejumlah peserta bahkan masih meneriakkan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Breaking News: Ratusan Relawan SPPG Sumbar Gelar Aksi Damai di DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan
"Hidup MBG!" seru salah seorang relawan yang disambut peserta lainnya.
Selain menggunakan odong-odong, sebagian peserta aksi lainnya terlihat meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.
Meski begitu, saat dimintai keterangan mengenai tuntutan aksi, sejumlah relawan memilih tidak memberikan penjelasan secara langsung.
TribunPadang.com sempat mencoba mewawancarai sekitar tujuh relawan yang berada di lokasi.
Namun mereka mengaku hanya mengikuti arahan koordinator lapangan. Sehingga mereka enggan memberikan keterangan.
"Tanya sama korlap. Karena kami satu pintu," kata salah seorang relawan.
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Sumbar, Jalan S. Parman No. 221, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, massa aksi telah memadati kawasan depan gedung DPRD Sumbar.
Diketahui bahwa gedung Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat terletak di lokasi yang sangat strategis dan berada di jalur utama Kota Padang, tepatnya di Jalan S Parman, Ulak Karang Utara.
Gedung wakil rakyat ini memiliki aksesibilitas yang sangat mudah dijangkau dari berbagai arah karena posisinya yang berada di kawasan pusat pendidikan dan bisnis.
Baca juga: Sempat Ditutup Total Akibat Longsor, Jalur Lembah Anai Kini Kembali Normal Dua Arah
Jika diukur dari pusat perbelanjaan terdekat, bangunan ini hanya berjarak sekitar 750 meter ke arah selatan dari Basko Grand Mall yang berada di Jalan Prof. Dr. Hamka, Padang Utara.
Selain itu, lokasinya hanya berjarak sekitar 1,1 kilometer dari gerbang utama kampus Universitas Negeri Padang (UNP).
Sebelum berorasi, para peserta melakukan long march dari kawasan Jalan Khatib Sulaiman menuju lokasi aksi.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk yang berisi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beberapa tulisan yang terlihat di antaranya "Lanjutkan Program MBG", "Bersama MBG Indonesia Maju", serta "Program MBG Sejuta Manfaat".
Selain spanduk, para peserta juga membawa ratusan bendera Merah Putih yang dipasang pada batang bambu dan dikibarkan sepanjang jalannya aksi.
Dalam orasinya, sejumlah perwakilan massa menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi para relawan dan tenaga pendukung program tersebut.
"Kita datang untuk mendukung pemerintah, yaitu satu program sejuta manfaat bagi masyarakat. Di balik seragam kita, banyak juga manfaat yang hadir dari program MBG," ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak warga di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.
"MBG hadir seperti sinar di dalam kegelapan. MBG hadir saat kita membutuhkan pekerjaan. MBG pun hadir membuka jutaan lapangan pekerjaan di tengah kelamnya dunia kerja," katanya.
Massa juga menyampaikan harapan agar program tersebut tetap dilanjutkan dan tidak terdampak oleh dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Dalam orasi yang disampaikan, para peserta aksi menilai penghentian program akan berdampak terhadap ribuan relawan dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan tersebut.
"Banyak relawan yang ingin bergabung untuk bekerja di MBG karena minimnya lapangan pekerjaan. Dengan menutup MBG, sama saja menutup rezeki ribuan masyarakat," ujar orator.
Baca juga: Cita Loka Fest 2026 Soroti Ekosistem Daerah, Kemendagri: Bukan SDA yang Tentukan Kemajuan
Mereka juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk menindak oknum yang bermasalah tanpa menghentikan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Jangan korbankan kami sebagai relawan. Jangan sampai oknum membuat program ini dihentikan. Kita harus melawan oknum tersebut, jangan sampai kita kehilangan pekerjaan," tegasnya.