TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT - DPRD Sulut kembali didatangi warga yang melakukan unjuk rasa, Kamis (25/6/2026) pagi.
Mereka berasal dari kelompok yang menamakan diri Mapalus Pragib.
Namun kali ini agak beda, ada perwakilan anggota DPRD Sulut yang menerima mereka.
Baca juga: Demo Dukung Prabowo - Gibran di DPRD Sulut, Massa Pertanyakan Alasan Hanya Diterima Dua Legislator
Meski hanya dua orang, namun aspirasi mereka sudah diterima.
Kedatangan mereka untuk menyuarakan aspirasi mendukung program pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Pendemo sangat antusias.
Memakai baju putih, massa membawa berbagai spanduk sambil meneriakkan dukungan kepada pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Namun massa sempat dibuat kecewa. Karena hanya diterima dua anggota DPRD Sulut.
Masing-masing Amir Liputo dan Louis Schramm.
Mereka mempertanyakan hal itu.
"Mana anggota DPRD lainnya, kan ada 45," teriak perwakilan pendemo.
Saat anggota DPRD Sulut Louis Schramm menyampaikan orasi, seorang perwakilan pendemo menginterupsi.
"Sori pak, kami mau tanyakan mengapa hanya ada dua anggota DPRD yang menyambut demo,"katanya.
Schramm menjawab dengan bijak.
Menurutnya, sebagian anggota DPRD Sulut hadiri Penas di Gorontalo.
"Mereka tengah dalam perjalanan pulang," kata dia.
Benernya, anggota DPRD lainnya tengah Bimtek.
Sebut Schramm, ia dan Amir akan menampung aspirasi pendemo, lantas menyampaikannya ke pusat.
Schramm saat menerima pendemo memakai kameja putih bergaris hitam.
Pakaian itu tampak serasi dengan celana hitam yang ia kenakan.
Amatan Tribunmanado.com, peserta datang secara bergelombang dengan kendaraan roda dua, roda empat serta kontainer.
Sebagian besar mereka memakai kaos putih bertuliskan Mapalus Pragib.
Para pendemo membawa spanduk dan poster dukungan terhadap program Prabowo seperti MBG dan Koperasi Merah Putih.
Setengah pendemo adalah emak emak. Merekalah yang paling lantang menyuarakan dukungan terhadap MBG.
"Lupakan mantan, lanjutkan MBG," teriak seorang di antara mereka.
Penampilan sekelompok penari Kabasaran membuat demo kian semarak.
Penyampaian orasi awalnya dilakukan di depan pintu pagar kantor DPRD Sulut.
Dalam orasi, perwakilan massa menyuarakan dukungan terhadap MBG dan Koperasi Merah Putih.
Mereka minta agar MBG dibersihkan dari koruptor.
Untuk Koperasi Merah Putih, massa menyuarakan keprihatinan karena banyak Koperasi Merah Putih yang belum jalan karena ketiadaan lahan.
Pemerintah diminta menyediakan lahan untuk Koperasi Merah Putih di berbagai desa.
Massa juga menyuarakan isu lokal antaranya pemberantasan Korupsi, WPR serta maraknya kriminalitas dan premanisme.
Demo anarkis juga disorot oleh pendemo.
Pendemo menyuarakan dukungan terhadap kebijakan WPR yang digulirkan Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Pendemo lantas diizinkan masuk ke halaman DPRD Sulut.
Orasi berlanjut di sana.
Pendemo minta DPRD Sulut mendukung MBG serta Koperasi Merah Putih. (ART)