Pemkot Surabaya Percepat Pembangunan Saluran dan Rumah Pompa Senilai Miliaran Rupiah
Titis Jati Permata June 25, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id , SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah memetakan kawasan rawan genangan usai hujan lebat di awal pekan. 

Sebagai antisipasi kejadian tersebut terulang, Pemkot Surabaya Jawa Timur  menyiapkan armada mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mempercepat penyedotan air.

Hal ini dilakukan karena saat ini fungsi saluran belum dapat dioptimalkan imbas kerja Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan peningkatan saluran secara besar-besaran di berbagai wilayah kota. 

Di tengah proses pengerjaan tersebut, sejumlah saluran masih ditutup dengan menggunakan sandbag sehingga berpotensi memengaruhi kecepatan aliran air saat terjadi hujan ekstrem.

Hujan Intensitas Tinggi

Wali Kota Eri menjelaskan, hujan yang mengguyur Surabaya beberapa hari lalu terjadi dengan intensitas yang sangat tinggi dan berada di luar perkiraan normal. 

Kondisi tersebut diperparah dengan pasang air laut yang sedang tinggi serta adanya sejumlah proyek saluran yang masih berjalan.

"Kalau hujannya tidak deras seperti kemarin yang merata, insyaallah Surabaya aman. Tapi kalau seperti kemarin, curah hujannya sudah di luar perhitungan BMKG. Ditambah pasang air laut naik dan kita sedang melakukan pembangunan saluran, ya akhirnya menjadi satu kondisi yang berat," kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya. 

Baca juga: Banjir Surabaya di Musim Kemarau, Eri Cahyadi : Hujan Datang Saat Proyek Saluran Berjalan

Wali Kota mengakui kesalahan antisipasi hujan di bulan Juni. Sebab menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Juni telah masuk musim kemarau.

Karenanya, pembangunan saluran justru dilakukan saat musim kemarau karena menjadi waktu paling ideal untuk pengerjaan fisik. Namun konsekuensinya, selama proses konstruksi berlangsung, fungsi saluran belum bisa bekerja secara optimal.

"Ini sebenarnya musim kemarau. Justru saat musim kemarau inilah kami mengerjakan saluran secara besar-besaran. Karena kalau musim hujan tentu akan lebih sulit dilakukan," ujarnya.

Siapkan Armada PMK

Sebagai langkah antisipasi apabila hujan ekstrem kembali terjadi, Pemkot Surabaya menyiapkan armada PMK untuk membantu percepatan surutnya genangan di sejumlah titik. 

"Antisipasinya kami memaksimalkan mobil PMK. Nanti di titik-titik tertentu kalau ada sandbag bisa kami buka untuk mempercepat aliran air. Yang penting kami bergerak cepat ketika terjadi genangan," kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini. 

Eri mengungkapkan instruksi siaga tersebut telah diberlakukan sejak hujan deras pertama melanda Surabaya beberapa waktu lalu. Wali Kota juga berkeliling untuk memastikan percepatan penanganan genangan. 

"Sudah mulai kemarin. Sejak hari pertama (genangan). Saya sendiri mulai keliling sejak sekitar pukul 02.30 dini hari untuk memastikan penanganan berjalan," ujarnya.

Proyek Saluran dan Rumah Pompa

Di tengah pelaksanaan proyek pematusan tersebut, Pemkot Surabaya saat ini mengerjakan sejumlah proyek saluran dan rumah pompa bernilai besar yang tersebar di berbagai kawasan kota. 

Proyek terbesar adalah Pembangunan Rumah Pompa dan Saluran Nginden Bethania dengan nilai kontrak sekitar Rp 57,45 miliar untuk meningkatkan kapasitas drainase di kawasan Surabaya Timur.

Selanjutnya terdapat Pembangunan Rumah Pompa Panjang Jiwo dan Saluran Jalan Raya Panjang Jiwo Permai senilai Rp 33,97 miliar yang ditujukan untuk mengurangi potensi genangan di kawasan Surabaya Selatan. 

Pemkot juga mengerjakan Pembangunan Rumah Pompa Boezem Tanjungsari dan Rumah Pompa Tanjungsari dengan nilai sekitar Rp10,96 miliar.

Selain itu terdapat sejumlah proyek rumah pompa pendukung lainnya yang juga telah memasuki tahap pelaksanaan, yakni Rumah Pompa Tambak Mayor senilai Rp7,76 miliar, 
Rumah Pompa Margomulyo sebesar Rp6,52 miliar, Kelengkapan Rumah Pompa Greges senilai Rp3,68 miliar, Rumah Pompa Ketintang sebesar Rp3,14 miliar, serta Kelengkapan Rumah Pompa Jambangan Baru senilai Rp1,76 miliar.

Di sisi lain, beberapa paket pekerjaan masih dalam proses pengadaan maupun evaluasi, seperti Kelengkapan Rumah Pompa Dharmahusada senilai sekitar Rp8,35 miliar yang menjalani tender ulang. 

Ada pula paket kelengkapan rumah pompa di kawasan Semolowaru dan Pahlawan yang sebelumnya berstatus tender batal.

Target Pengerjaan Selesai Sebelum Musim Hujan

Eri menargetkan seluruh pengerjaan dapat selesai sebelum musim hujan datang November mendatang. 

Menurutnya, setelah seluruh proyek saluran dan rumah pompa selesai, kapasitas sistem pematusan Surabaya akan meningkat sehingga mampu mengurangi risiko genangan saat hujan deras maupun ketika terjadi pasang air laut.

"Karena itu kami mohon doa dan dukungan warga. Pembangunan ini memang sedang berjalan agar ke depan Surabaya semakin siap menghadapi cuaca ekstrem," kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Jawa Timur ini. 

Titik Genangan di Kota Surabaya

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Surabaya Senin dan Selasa (22-23/6/2026).

Hal ini menyebabkan genangan di belasan titik dengan beberapa di antaranya berlangsung hingga siang hari.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada Selasa, terdapat 16 lokasi genangan, empat pohon tumbang, dan satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem. 

"Dari 16 titik genangan yang terpantau, sebanyak 12 lokasi sudah surut dan empat lokasi masih dalam proses penanganan hingga pukul 11.00 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, di Surabaya sebelumnya.

Empat titik yang tergenang hingga siang hari di antaranya berada di Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo.

Sementara genangan yang berangsur surut di sejumlah lokasi lain, seperti Jalan Imam Bonjol, Simo Kalangan, Ngagel Kebonsari, RSIA Kendangsari hingga Jalan Tanjung Sari.

Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Genangan tertinggi tercatat di kawasan Simo Kalangan dan Graha Famili Selatan yang sempat mencapai sekitar 60 sentimeter. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.