SURYA.CO.ID - Francesco Bagnaia akhirnya angkat bicara setelah Ducati secara resmi mengumumkan perpisahan mereka pada akhir musim 2026.
Juara dunia MotoGP dua kali itu menumpahkan isi hatinya melalui surat terbuka yang penuh emosi dan rasa terima kasih kepada tim yang telah membesarkan namanya selama delapan tahun terakhir.
Bagi Bagnaia, Ducati bukan sekadar tim balap, melainkan bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Bersama pabrikan asal Italia tersebut, pembalap yang akrab disapa Pecco itu meraih puluhan kemenangan, podium, hingga dua gelar juara dunia yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu pembalap terbaik generasinya.
Ducati pada Rabu (24/6/2026) mengumumkan bahwa Bagnaia akan meninggalkan tim pada akhir musim ini. Pembalap Italia tersebut dikabarkan bakal bergabung dengan Aprilia mulai musim depan untuk memberi ruang bagi duet baru Marc Marquez dan Pedro Acosta di tim pabrikan Ducati.
Baca juga: Pecco Didepak, Pedro Acosta Masuk, Ducati Resmi Bentuk Dream Team Untuk MotoGP Masa Depan
Tak lama setelah pengumuman resmi tersebut, Bagnaia mengunggah surat perpisahan melalui media sosial pribadinya. Dalam tulisan itu, ia mengenang perjalanan panjang bersama Ducati sekaligus mengungkap kapan hubungan keduanya mulai mengalami perubahan.
"Kamu adalah mimpi saya dan kamu telah menjadi kenyataan terindah yang pernah saya kenal. Ketika saya bergabung dengan MotoGP bersama Ducati, saya pikir sudah mencapai sesuatu yang tak terlukiskan," tulis Bagnaia.
"Tetapi, kamu telah membuat saya semakin percaya akan hal itu. Delapan tahun, 31 kemenangan, 63 podium, 28 pole position, dua gelar juara dunia, dan dua kali runner-up: itulah kisah yang telah kita tulis, dan itu hanya milik kita."
Bagnaia mengaku perjalanan bersama Ducati telah membentuk dirinya, baik sebagai pembalap maupun pribadi.
"Kita telah tumbuh bersama, mengatasi berbagai macam situasi bersama tanpa pernah menyerah, dan selalu saling mendorong untuk memberikan yang terbaik."
"Dan kau, yang merupakan salah satu bagian terbaik dari diri saya telah memberi saya momen-momen paling mengasyikkan dalam karier saya."
"Kamu telah membuat saya menjadi pembalap yang lebih baik, seorang pemuda yang bahagia, dan kita telah memiliki waktu yang indah bersama."
Di balik berbagai kesuksesan yang diraih bersama, Bagnaia mengakui hubungan dirinya dengan Ducati mulai mengalami keretakan sejak musim 2025.
Baca juga: Marco Bezzecchi Minta Maaf Usai Tampar Marshal, Skors MotoGP Ceko Jadi Hukuman Berat
Menurutnya, komunikasi dan pemahaman yang selama ini menjadi kekuatan utama perlahan mulai berubah.
"Musim lalu sulit untuk saling memahami. Kita lebih sering berselisih daripada yang kita inginkan, dan sesuatu mulai berubah."
Pernyataan tersebut menjadi bagian paling menyita perhatian dalam surat perpisahannya. Bagnaia mengisyaratkan bahwa hubungan yang selama bertahun-tahun harmonis akhirnya mencapai titik di mana kedua belah pihak merasa perlu mengambil jalan berbeda.
"Saya merasa perlu memulai dari awal dengan tantangan baru, tetapi saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah kita lalui. Kamu adalah bagian dari diri saya dan akan selalu begitu."
Surat itu ditutup dengan kalimat sederhana namun penuh makna.
"Saya mencintaimu. Pecco."
Keputusan Ducati melepas Bagnaia tak lepas dari strategi jangka panjang tim asal Borgo Panigale tersebut. Ducati telah memperpanjang kontrak Marc Marquez dan kemudian mendatangkan Pedro Acosta untuk membentuk duet yang diyakini menjadi fondasi masa depan tim.
Marquez sendiri masih menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia musim ini. Setelah sempat diragukan akibat cedera bahu yang dialaminya pasca kecelakaan di MotoGP Indonesia musim lalu, pembalap berjuluk The Baby Alien itu berhasil bangkit.
Serangkaian hasil positif, termasuk kemenangan di MotoGP Ceko 2026, membuat Marquez kini hanya terpaut 40 poin dari pemuncak klasemen dunia menjelang MotoGP Belanda di Sirkuit Assen akhir pekan ini.
Dengan kehadiran Acosta yang merupakan salah satu talenta muda terbaik MotoGP saat ini, Ducati berharap tetap menjadi kekuatan dominan dalam beberapa musim ke depan.
Sementara bagi Bagnaia, perpisahan ini menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam kariernya. Namun, pembalap Italia tersebut tampaknya siap membuka lembaran baru bersama Aprilia demi mencari tantangan berikutnya.