SURYA.CO.ID, SURABAYA - Teka-teki mengenai calon pemain asing baru Persebaya Surabaya untuk menghadapi musim 2026/2027 mulai mengerucut.
Bajul Ijo dikabarkan tengah membidik gelandang bertahan asal Brasil, Gledson Paixao, untuk memperkuat lini tengah yang tengah mengalami perombakan besar.
Kabar ini muncul di tengah langkah agresif Persebaya membangun ulang komposisi skuad. Setelah berpisah dengan sejumlah pemain asing musim lalu, manajemen kini berburu sosok yang dinilai mampu menjadi jangkar permainan sekaligus memberikan keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.
Pemain berusia 31 tahun dengan tinggi badan 1,84 meter tersebut diproyeksikan mengisi salah satu slot pemain asing yang masih kosong.
Sebelumnya, Persebaya telah resmi melepas tujuh pemain asing, yakni Bruno Moreira, Leo Lelis, Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, Milos Raickovic, Mihailo Perovic, dan Pedro Matos.
Baca juga: Ricky Pratama Sumringah Gabung Persebaya, Bernardo Tavares Jadi Sosok yang Tak Terlupakan
Kabar ketertarikan Persebaya terhadap eks gelandang PSM Makassar itu dibenarkan oleh sumber internal klub. Menurutnya, karakter permainan Gledson sesuai dengan kebutuhan tim pelatih untuk musim depan.
"Dia (Gledson Paixao) memang pemain yang masuk radar pelatih. Ditunggu saja," ujar sumber internal Persebaya yang enggan disebutkan namanya.
Nama Gledson bukan sosok asing bagi pelatih Bernardo Tavares. Saat masih menangani PSM Makassar, pelatih asal Portugal itu menjadikan Gledson sebagai salah satu pilar utama di lini tengah Juku Eja.
Kemampuan membaca permainan, disiplin bertahan, serta ketenangan dalam menjaga ritme pertandingan membuat Gledson menjadi pemain yang cukup penting dalam skema permainan Bernardo.
Sepanjang musim lalu, Gledson menunjukkan performa yang konsisten bersama PSM Makassar. Ia tampil dalam 22 pertandingan dan menyumbangkan satu gol serta satu assist.
Baca juga: Dicky Kurniawan Comeback Ke Persebaya Bonek Sambut Hangat Sang Mantan Bintang Muda
Dari sisi ofensif, Gledson mencatatkan 22 percobaan tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Namun kekuatan utamanya tetap berada pada sektor pertahanan.
Pemain asal Brasil itu membukukan 74 intersep, 57 tekel sukses, dan 24 sapuan sepanjang musim. Catatan tersebut menunjukkan perannya yang dominan dalam memutus serangan lawan.
Menariknya, meski berposisi sebagai gelandang bertahan yang identik dengan duel fisik, Gledson hanya menerima enam kartu kuning sepanjang musim. Statistik itu menjadi indikator kedisiplinan yang cukup baik di lapangan.
Hingga saat ini, manajemen Persebaya masih memilih irit bicara terkait rumor transfer tersebut. Tradisi "mode senyap" yang selama ini diterapkan klub kembali digunakan dalam proses perekrutan pemain.
Meski belum ada pengumuman resmi, kehadiran Gledson diyakini dapat menjadi solusi bagi kebutuhan Persebaya akan sosok gelandang bertahan berpengalaman yang mampu memimpin permainan dari lini kedua.
Sementara itu, Persebaya baru memperkenalkan lima pemain lokal anyar untuk menyambut musim 2026/2027. Mereka adalah Reza Arya, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Dicky Kurniawan, dan Yusuf Meilana.
Tiga nama pertama memiliki hubungan khusus dengan Bernardo Tavares karena pernah bekerja sama saat membela PSM Makassar.
Selain itu, Dicky Kurniawan juga bukan sosok asing bagi publik Surabaya. Gelandang berusia 24 tahun itu merupakan produk binaan Persebaya yang sempat memperkuat tim senior sebelum melanjutkan karier bersama Gresik United dan Persijap Jepara.
Bersama Persijap musim lalu, Dicky tampil impresif dengan catatan dua gol dan enam assist dari 21 pertandingan.
Bernardo Tavares menegaskan seluruh pemain yang didatangkan memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas skuad dan menciptakan persaingan sehat di dalam tim.
"Lima pemain lokal yang kami datangkan memiliki satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas dan kompetisi di dalam skuad," kata Bernardo Tavares.
"Beberapa di antaranya memiliki potensi yang sangat baik, tetapi mereka harus terus bekerja keras untuk berkembang," tambahnya.
Menurut Bernardo, persaingan yang ketat di setiap posisi menjadi salah satu syarat utama untuk membangun tim yang kompetitif.
"Jika ingin memiliki tim yang kuat, kami harus menciptakan persaingan yang sehat di setiap posisi. Itulah alasan utama kami mendatangkan pemain-pemain ini," terangnya.
Sejauh ini Persebaya telah melepas sembilan pemain dan baru mengumumkan lima rekrutan anyar. Di sisi lain, manajemen masih mempertahankan sejumlah pemain inti seperti Francisco Rivera, Jefferson Silva, Malik Risaldi, dan Ernando Ari.
"Saya senang dengan pemain-pemain yang berhasil direkrut Persebaya. Sekarang tugas mereka adalah menunjukkan melalui kerja keras, latihan, dan performa di lapangan bahwa mereka pantas mengenakan jersey Persebaya dan menjadi bagian dari klub ini," pungkas Bernardo.