TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Aliansi Masyarakat Peduli Kota Tarakan dalam aksi damai yang digelar di Kantor DPRD Tarakan, Kamis (25/6/2026).
Ia tak menampik ada pro dan kontra gelombang protes dan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto yang sedang menjadi sorotan saat ini. Sebelumnya juga sudah ada gelombang penolakan dari masyarakat dan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Tarakan Bergerak.
Kali ini gelombang pendukung MBG juga memunculkan diri tergabung dalam Aliansi Masyarkat Peduli Kota Tarakan. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis serta sejumlah program pemerintah pusat lainnya.
Simon Patino mengatakan DPRD Tarakan menerima langsung perwakilan massa aksi dan mengapresiasi jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Peduli Kota Tarakan Dukung Penuh MBG, Berikut 8 Poin Pernyataan Sikap ke Presiden
"Alhamdulillah, hari ini kita menerima teman-teman aksi dari aspirasi masyarakat Peduli Kota Tarakan. Jadi kondisinya kondusif. Dan ini kita apresiasi buat teman-teman yang melaksanakan aksi," ucap Simon Patino.
Ia menjelaskan, sebelumnya DPRD Tarakan juga telah menerima aspirasi dari kelompok mahasiswa yang menyampaikan pandangan berbeda terkait program MBG. Karena itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif meski memiliki pendapat yang berbeda.
"Tapi pesan yang paling penting yang saya sampaikan tadi, bahwa kita sudah menerima adik-adik mahasiswa kemarin. Dan kita menerima juga saudara-saudara kita yang memperjuangkan MBG. Jadi walaupun berbeda pendapat, saya berharap saudara-saudara kita di Kota Tarakan tetap menjaga kondusifitas," ujarnya.
Menurut Simon Patino, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun ia berharap kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Jangan sampai ada perbedaan sehingga kita membuat Tarakan ini resah. Jadi harapan apa yang sudah terjadi, apa yang sudah kita perjuangkan, tetap kita bersatu walaupun berbeda tujuan," katanya.
Baca juga: Breaking News, Ratusan Warga Datangi DPRD Tarakan Minta MBG tak Dihentikan
Terkait aspirasi yang disampaikan massa aksi, Simon memastikan DPRD Tarakan akan meneruskan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat sebagaimana yang telah dilakukan terhadap aspirasi mahasiswa sebelumnya.
"Seperti kemarin penyampaian adik-adik mahasiswa sudah kita kirimkan ke pusat. Dan itu ada tanda terima dan bukti dokumentasi. Dan insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan hal yang sama. Aspirasi Masyarakat Peduli Kota Tarakan akan kita sampaikan ke pusat kembali," tegasnya.
Ia memperkirakan penyampaian aspirasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini," ujarnya.
Menanggapi substansi tuntutan yang disampaikan massa aksi, Simon Patino menegaskan inti dari aspirasi tersebut bukan pada persoalan teknis pelaksanaan program, melainkan keinginan agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan secara nasional.
"Sebenarnya intinya bukan masalah teknis. Intinya mereka secara nasional minta MBG ini tetap dilanjutkan," katanya.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya terdapat kelompok masyarakat yang meminta program MBG dihentikan, maka aksi yang berlangsung pada Kamis ini justru menyuarakan aspirasi sebaliknya.
"Sebagian masyarakat kita kan menuntut agar MBG ditutup. Tapi hari ini adalah permintaannya untuk MBG dipertahankan," ucap Simon Patino.
Selain mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, massa aksi juga menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah pusat lainnya.
"Dan tidak hanya itu. Koperasi Merah Putih tetap dilanjutkan. Intinya program Presiden Prabowo Subianto harus tetap dipertahankan, dilanjutkan, dan Prabowo tetap duduk menjadi presiden," lanjutnya.
Dikatakan Simon Pationo, munculnya kelompok yang mendukung maupun menolak suatu kebijakan merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan sosial dan demokrasi.
"Tapi jika kemudian hal itu dimunculkan? Itu biasa. Dalam sosial itu untuk protes, pendukung itu dinamis. Jadi kita maklumi saja," katanya.
Meski demikian, Simon memastikan DPRD Tarakan akan tetap menerima seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun substansi tuntutannya.
"Tapi semua aspirasi masyarakat yang ditujukan ke DPRD pasti kita terima. Dan akan kita tindak lanjuti," pungkasnya
(*)
Penulis: Andi Pausiah