Emosi Tak Dibalas Telepon dan Chat, Pria Asal Jakarta Tikam Mantan Kekasih di Bone
Muliadi Gani June 25, 2026 03:04 PM

 

PROHABA.CO, BONE - Seorang pria asal Jakarta Utara berinisial SA (40) diduga melakukan penikaman terhadap mantan kekasihnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah kesal karena telepon dan pesan singkat yang dikirimnya tidak mendapat respons.

Peristiwa tersebut terjadi di Wisma Mallise, Jalan MT Haryono, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.15 WITA.

Aksi tersebut sontak menggegerkan warga sekitar yang selama ini mengenal lingkungan tersebut sebagai kawasan yang relatif aman dan kondusif.

Korban diketahui bernama Desinta Patriani (39), seorang ibu rumah tangga yang juga berdomisili di lokasi yang sama.

Sementara pelaku SA merupakan seorang wiraswasta yang diketahui berasal dari Jalan Kalibaru Barat, Jakarta Utara.

Seorang warga setempat berinisial AA mengungkapkan bahwa ia sempat mendengar suara teriakan dari dalam rumah korban sebelum kejadian tersebut diketahui warga.

“Kami dengar ada suara ribut dan teriakan dari dalam rumah.

Tidak lama kemudian warga mulai berdatangan untuk melihat apa yang terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).

Baca juga: Anak Anggota DPRD Kubar Jadi Tersangka Dugaan Sebar Konten Asusila Mantan Kekasih

Kapolsek Tanete Riattang, AKP Budiawan, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pelaku telah diamankan tidak lama setelah peristiwa berlangsung.

Saat ini, SA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tanete Riattang.

“Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Tanete Riattang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Budiawan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa korban dan pelaku sebelumnya memiliki hubungan asmara.

Namun, hubungan tersebut diduga telah berakhir sebelum peristiwa penikaman terjadi.

Meski telah berpisah, SA diduga masih berusaha menghubungi korban melalui telepon dan pesan singkat.

Namun, seluruh upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respons dari korban.

Hal inilah yang diduga memicu emosi pelaku hingga mendatangi kediaman korban.

Setibanya di lokasi, SA kemudian mempertanyakan alasan mengapa pesan dan panggilannya tidak dijawab.

Percakapan yang awalnya berjalan biasa kemudian berubah menjadi adu mulut hingga berujung pada pertengkaran.

Dalam kondisi emosi, pelaku diduga mengambil sebilah pisau dan menyerang korban hingga menyebabkan luka pada bagian pergelangan tangan.

“Kejadian berawal dari persoalan pribadi antara korban dan pelaku.

Baca juga: Siswa SMKN Batujaya Tewas Ditikam Kakak Kelas, Pemerhati Soroti Psikologis Anak

Saat terjadi pertengkaran, pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka,” jelas AKP Budiawan.

Mendengar keributan tersebut, keluarga korban segera datang untuk melerai kejadian.

Mereka sempat berusaha mengamankan pelaku agar tidak kembali melakukan penyerangan.

Namun, SA berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dalam upaya kabur, pelaku menabrak jendela kaca rumah korban hingga pecah, yang mengakibatkan dirinya juga mengalami luka serta kerusakan pada bagian rumah korban.

Tak berselang lama setelah menerima laporan, tim gabungan Unit IV Sat Intelkam Polres Bone bersama Unit Opsnal III Reskrim Polsek Tanete Riattang bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Petugas kemudian berhasil mengamankan SA dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, SA mengakui telah membuang pisau yang diduga digunakan dalam aksi penikaman tersebut.

Hingga kini, polisi masih melakukan pencarian terhadap barang bukti senjata tajam itu.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor custom bernomor polisi B 3992 KGA serta satu buah tas samping milik SA.

Kapolsek Tanete Riattang AKP Budiawan mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan cara kekerasan.

Menurutnya, tindakan emosional hanya akan merugikan semua pihak dan berujung pada proses hukum.

“Kami mengajak masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan masalah.

Kekerasan hanya akan menimbulkan korban dan berujung pada proses hukum,” tegasnya.

Baca juga: Ibu Kandung di Cianjur Diduga Biarkan Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Suaminya

Baca juga: Pria di Buton Tewas Ditikam karena Cemburu Kekasih Bersama Korban, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Baca juga: Pria di Langkat Meninggal Ditikam Mantan Abang Ipar, Pelaku Diamankan Polisi

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.