Kesabaran Ayah Hadapi Tingkah Taufik Bersaudara, Pria Potong Bibir Wanita, Ibu Sampai Depresi
Ardhi Sanjaya June 25, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tata hanya bisa pasrah ketika mengetahui bahwa anaknya, Taufik Hidayat (30) tega memotong bibir wanita di Bandung.

Kesabaran Tata kembali diuji setelah sekian puluh tahun menghadapi kelakuan tiga anak lelaki.

Dia harus berjuang menghadapi tingkah Taufik bersaudara tanpa didampingi istri.

Sang istri mengalami depresi hingga meninggal dunia.

Tata memiliki empat orang anak.

Anak pertama, perempuan, sudah meninggal dunia.

Lalu kedua, dua kali menikah kini tinggal di Garut, Jawa Barat.

Ketiga adalah Taufik Hidayat, yang kini ditangkap karena menyekap dan menyiksa Yuvita Tri Rezeki sampai mengalami luka permanen.

Sedangkan si bungsu, meninggal dunia karena mengalami over dosis (OD).

Tata bercerita sejak kecil memang memanja Taufik.

Ia menganggap pria yang berprofesi sebagai debt collector tersebut memiliki wajah tampan dibanding kakak dan adik.

"Benar disayang sebenarnya, karena dia lebih ganteng, beda dibanding yang lain," kata Tata ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca juga: Sebelum Disekap Taufik Hidayat, Yuvita Sempat Curhat Alasan Tak Bisa Kabur, Teman Kantornya Nangis

Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi menerangkan Taufik bersaudara memiliki sikap serupa.

Mereka sering mabuk dan berkelahi.

"Si Ujang (bungsu) mah OD (over dosis). Mabuk. Meninggal," katanya.

Lalu sang ibu stres atau depresi sampai meninggal dunia.

"Ibunya stres, setahun angkleung-angkleungan (jalan kaki)," katanya.

Baca juga: Tabiat Masa Kecil Taufik Hidayat Dibongkar Kades, Ternyata Anak Kesayangan Ayah: Dia Paling Ganteng

Kusnaedi mengungkap anak kedua Tata juga memiliki kelakuan serupa seperti Taufik.

"Yang kedua masih ada, laki-laki. Ya itu lah, seperti yang dibicarakan tadi, suka mabuk. Kerja di perusahaan dikeluarin karena mabuk terus. Punya (istri), sudah dua kali (menikah). Cerai yang pertama ada anak satu, sekarang di Garut. Sering (berkelahi)," katanya.

Kades Kusnaedi sampai berucap ke Tata karena tak habis pikir tiga anaknya memiliki kelakuan negatif.

"Mang Tata punya dosa apa, dikasih makan apa ini anak sampai pada gini semua," katanya.

Tata bercerita ia sudah mendidik anaknya untuk melanjutkan profesi sebagai petani di desa.

Namun setelah tumbuh besar, ketiga anak lelakinya justru terbawa arus pergaulan.

"Ngajarin cuman kan itu sudah gede, pergaulan, saya gak bisa nahan. Waktu kecil suka ngarit. Macul yang kedua," katanya.

Tata berprasangka bahwa tiga anaknya menjadi demikian karena terpengaruh lingkungan sekitar.

"Sama teman-temannya di lingkungan kampung. Ikut-ikutan kayak gitu. Saya juga gak tau, menurut saya itu pergaulan," katanya.

Tata bercerita saat anak-anak bertingkah begitu, sang istri jatuh sakit.

Ibu Taufik Hidayat bersaudara menjadi depresi kemudian meninggal dunia.

Baca juga: Reaksi Anak Kandung Dengar Taufik Hidayat Potong Bibir Wanita di Bandung, Ibu Khawatir Kena Mental

"Iya stres, sakit, gak bisa jalan," katanya.

Selama sakit sang istri hanya diam di rumah.

Namun jika ada kesempatan selalu keluar, jalan kaki entah kemana.

"Sampai ke gunung saya nyariin," katanya.

Setelah istri meninggal depresi, anak meninggal karena OD, kini putra kesayangannya justru tak bisa juga menjadi kebanggaan keluarga.

Taufik justru menyekap perempuan yang merupakan kekasihnya sendiri.

Dia menyiksa wanita di Bandung sampai mengalami luka permanen.

Kepala korban infeksi berat, matanya kini tak bisa melihat, hidung pun bengkok, dan bibir dipotong.

Belum lagi giginya rontok.

Sekujur tubuh wanita tersebut penuh dengan luka sayat dan sundutan rokok.

Bahkan Taufik tega membacok lutut korban.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.