Festival Tabut 2026 Sedot Hampir 250 Ribu Pengunjung, Perputaran Ekonomi Diprediksi Rp20 Miliar
Ricky Jenihansen June 25, 2026 03:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Festival Tabut 2026 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan panitia.

Selama 10 hari penyelenggaraan, ajang budaya kebanggaan masyarakat Bengkulu ini berhasil menyedot hampir 250.000 pengunjung dengan perputaran ekonomi diprediksi menembus lebih dari Rp20 miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, dalam laporan penutupan Festival Tabut 2026 di hadapan Gubernur Bengkulu dan para tamu undangan, Rabu malam (25/6/2026).

Menurut Murlin, antusiasme masyarakat pada Festival Tabut tahun ini berada di luar ekspektasi awal panitia penyelenggara.

"Target pengunjung kami sebenarnya adalah 200.000 orang. Namun, dalam pelaksanaannya, berdasarkan pengamatan kami dan data yang diterima, jumlahnya hampir mendekati 250.000 orang selama 10 hari," ujar Murlin.

Perputaran Ekonomi Festival

Lonjakan jumlah pengunjung tersebut turut mendorong geliat ekonomi di kawasan festival.

Berdasarkan survei dan pengambilan sampel berkala yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, rata-rata belanja masyarakat berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp300.000, dengan nominal yang paling umum mendekati Rp100.000 per orang.

"Oleh karena itu, prediksi kami perputaran ekonomi ini mencapai lebih dari Rp20 miliar selama festival berlangsung, dengan jumlah pengunjung yang mendekati angka 250.000 orang," tambahnya.

Pelestarian Budaya dan Dukungan UMKM

Festival Tabut 2026 juga menjadi panggung pelestarian budaya melalui berbagai perlombaan seni tradisional yang diikuti puluhan peserta.

Lomba Musik Dol diikuti 34 peserta dengan pemenang di tiga kategori.

Lomba Tari Kreasi Tabut diikuti 34 peserta dengan pemenang di tiga kategori.

Lomba Permainan Rakyat (Ikan-Ikan) diikuti 12 peserta yang memperebutkan tiga kategori juara, yakni penata terbaik, penyaji terbaik, dan penampilan terbaik.

Sementara itu, Lomba Talentong diikuti 15 peserta dengan tiga kategori pemenang.

Acara juga semakin meriah berkat penampilan ragam seni budaya yang dibawakan oleh perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Tabut 2026 juga menunjukkan kepedulian sosial melalui penyediaan 23 stan penyewa gratis bertajuk "Bantu Rakyat" yang ditempatkan di sisi kanan area festival untuk mendukung pelaku usaha kecil.

Evaluasi Penyelenggaraan

Meski mencatatkan capaian tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan demi penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.

"Kami sangat menyadari bahwa penyelenggaraan ajang Festival Tabut tahun 2026 ini masih banyak kekurangan di sana-sini dan belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan. Namun, semua kekurangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam pelaksanaan ajang-ajang berikutnya," ucap Murlin.

Di akhir laporannya, Murlin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Festival Tabut 2026, mulai dari Kementerian Pariwisata RI, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, Basarnas, Bank Bengkulu, BMKG, Pemerintah Kota Bengkulu, instansi pengamanan dan teknis, KKT Bengkulu, hingga Ikatan Keluarga Bengkulu dari Lampung serta pihak-pihak lainnya yang terlibat.

Festival Tabut 2026 yang mengusung slogan "Semarak Muharram Bengkulu" kemudian ditutup secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.