USK dan Thaksin University Bahas Masa Depan Ekonomi Berkelanjutan di Era AI
Muliadi Gani June 25, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Thaksin University, Thailand, menggelar seminar internasional bertajuk “The Future of Sustainable Economies: AI, Innovation, and Digital Transformation” di Ruang Diklat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK, Kopelma Darussalam, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program World Class University (WCU) Inbound Student Mobility yang bertujuan memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang berkembang pesat, khususnya di bidang teknologi dan ekonomi berkelanjutan.

Seminar menghadirkan akademisi dari Thaksin University, Dr Thanawit Bunsit, yang memaparkan berbagai tantangan dan peluang yang akan dihadapi dunia dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), inovasi teknologi, serta transformasi digital.

Dalam paparannya, Thanawit menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang berada pada fase perubahan besar yang dipengaruhi oleh tiga tren utama, yaitu transisi menuju ekonomi hijau, perkembangan teknologi berbasis AI, serta digitalisasi yang menjadikan data sebagai salah satu aset srategis.

Menurutnya, ketiga faktor tersebut telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari model bisnis, pola konsumsi masyarakat, hingga kebutuhan pasar tenaga kerja.

Karena itu, lembaga pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Baca juga: Pemateri Malaysia dan Thailand Tampil di Seminar Uroe Lahe Pidie

Baca juga: USK dan UII Teken MoA dan Bahas Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis dan Bencana

“Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Literasi digital, kemampuan analisis data, serta pemahaman tentang keberlanjutan harus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” ujar Thanawit.

Ia menambahkan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi semata.

Menurutnya, keseimbangan antara inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inklusivitas sosial, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi negara-negara berkembang, investasi di bidang pendidikan dan inovasi menjadi langkah efektif untuk membangun daya saing jangka panjang.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK, Dr Riha Dedi Priantana, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen USK dalam mendorong internasionalisasi kampus dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.

Menurut Riha, kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif baru dan memahami perkembangan global secara langsung dari para ahli di bidangnya.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu global yang berkembang, khususnya terkait transformasi digital, kecerdasan buatan, dan agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Riha.

Selain seminar, Program Inbound Student Mobility juga menjadi wadah interaksi akademik antara mahasiswa USK dan mahasiswa Thaksin University yang diharapkan dapat memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas pada masa mendatang.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

Baca juga: Mahasiswa USK Raih Emas di IYBC 2026 Lewat Inovasi Hand Cream Berbahan Jamblang dan Nilam

Baca juga: Tiga Mahasiswi FK USK Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Shanghai 2026

Baca juga: Emosi Tak Dibalas Telepon dan Chat, Pria Asal Jakarta Tikam Mantan Kekasih di Bone

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.