TRIBUNBANTEN.COM - Nama musisi Tantri Kotak belakangan menjadi sorotan karena diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan temannya sendiri.
Baru-baru ini Tantri Kotak juga mengungkapkan identitas temannya tersebut.
Sosok terduga pelaku penipuan tersebut bernama Poppy Nupitasari.
Menurut Tantri Kotak, Poppy Nupitasari menipu banyak orang dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar.
Tantri Kotak mengungkapkan awal mula perkenalannya dengan Poppy Nupitasari.
Ia menyebut pertama kali berkenalan dengan Poppy Nupitasari pada tahun 2021.
Vokalis band Kotak tersebut mengenal Poppy Nupitasari karena anak mereka bersekolah di tempat yang sama.
Kronologi Dugaan Penipuan
Awalnya, Tantri mengenal terduga pelaku penipuan ini sebagai teman yang baik.
Tantri mengungkapkan mereka saling membantu dan mendukung satu sama lain saat sedang kesulitan.
Pada unggahan terbaru di akun Threads pada Rabu (24/6/2026), Tantri menunjukkan bukti pesan singkat dari Poppy.
Dalam percakapan tersebut, Poppy menawarkan untuk menggantikan investornya yang mundur dari sebuah proyek.
Poppy mengaku investronya itu mundur karena sang istri meninggal dunia.
Tak hanya itu, Poppy juga menawarkan kerja sama bisnis lainnya.
Mulanya, Tantri mengaku ragu menerima tawaran bisnis tersebut karena sangat berhati-hati soal urusan keuangan.
Namun karena kepercayaan yang terjalin, Tantri akhirnya setuju untuk bekerja sama dengan Poppy.
"Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk.
Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali.
Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga," terang Tantri.
Sejak pertama kali ditawari pada tahun 2025 hingga 2026, Tantri menyebut semuanya berjalan lancar.
Hingga akhirnya setelah transaksi terakhir di bulan Juni 2026, tiba-tiba Poppy menghilang bak ditelan bumi.
"Kurang lebih satu tahun semuanya terlihat baik-baik saja. Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi," lanjut Tantri.
Tantri mengungkapkan sejak saat itu puluhan korban lainnya berusaha mencari kabar Poppy.
"Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan," sambung Tantri.
Masih berharap iktikad baik dari Poppy, Tantri berharap temannya itu datang dan menjelaskan mengenai masalah yang terjadi.
"Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu," lanjutnya.
Tantri juga cukup terkejut dengan kemunculan korban-korban lain juga mengaku ditipu Poppy.
"Ternyata salah satu orang yang dirugikan adalah keluarga sendiri.
Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya, karena itu kami semua intens berkomunikasi.
Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut," jelas Tantri.
Baca juga: Tantri Kotak Ungkap Sosok Poppy Nupitasari, Terduga Pelaku Penipuan Rp10 Miliar
(*)