Pemilik Kos Ungkap Keseharian Tentara Gadungan Penganiaya Pacar di Lombok Timur
Laelatunniam June 25, 2026 05:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Akmal Mustofa, seorang pemilik kos di Kecamatan Selong, Lombok Timur, memberikan kesaksian terkait seorang pria berinisial RP yang mengaku sebagai anggota TNI dan diduga melakukan penganiayaan terhadap pacarnya.

Akmal menuturkan, terduga pelaku telah tinggal di rumah kos miliknya selama kurang lebih dua bulan terakhir. Kepada pemilik kos, RP sempat mengaku sedang mengemban misi khusus dengan pangkat yang tinggi. Namun, perilaku aneh pria tersebut justru memicu kecurigaan.

"Saya hampir seratus persen curiga dengan anak ini. Saya sempat mencari KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya waktu itu, tetapi tidak ketemu," kata Akmal saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Kecurigaan Akmal semakin menguat saat melihat intensitas pelaku membawa perempuan yang berganti-ganti ke dalam kamar kos. Ia juga menyoroti perbedaan perlakuan pelaku terhadap korban penganiayaan dibanding perempuan lainnya.

"Kalau perempuan yang dipukul ini, dia tidak pernah pakai masker. Sementara perempuan lain yang dia bawa ke kos selalu memakai masker. Bahkan saat keluar kos, pelaku juga memakai masker jika bersama perempuan lain, tetapi tidak dengan korban," ungkap Akmal.

Akmal menduga pelaku sengaja memanfaatkan seragam TNI untuk mengintimidasi para korbannya. Di kesehariannya, RP sering terlihat keluar-masuk kos menggunakan atribut tentara, hingga berolahraga sore mengenakan celana pendek khas TNI.

"Modusnya jelas memanfaatkan baju TNI untuk menakuti perempuan, mungkin juga untuk meminta atau memaksa sesuatu," terangnya.

Selain pengamatan pribadi, Akmal juga menerima laporan dari tetangga sekitar kamar pelaku mengenai adanya keributan.

"Saya dengar dari tetangga, RP ini sering memukul cewek. Sering terdengar suara teriakan atau keributan dari dalam kamarnya," tambahnya.

Meski sempat ditegur, pelaku tetap bersikukuh pada pengakuannya sebagai tentara. Namun, begitu pemilik kos mulai intens mempertanyakan identitas resminya, pelaku langsung pamit dengan alasan ingin pindah ke Mataram.

"Sebelum pindah, dia malah membawa perempuan lain lagi. Itu semakin meyakinkan saya bahwa dia bukan TNI asli," pungkas Akmal.

Dipicu Api Cemburu

Dihubungi terpisah, Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, mengungkapkan bahwa aksi kekerasan yang dialami korban dipicu oleh rasa cemburu pelaku.

"RP merasa cemburu setelah melihat unggahan story WhatsApp korban yang memperlihatkan dirinya sedang bersama seseorang di kawasan pantai di Kecamatan Jerowaru," terang Rusmaladi.

Melihat unggahan tersebut, pelaku mendatangi lokasi korban yang sedang berada di Pantai Kahona. Di sana, ia memaksa korban untuk pulang dan mengancam akan membuat keonaran di lokasi acara bersama teman-temannya jika permintaannya ditolak.

Korban yang merasa tertekan akhirnya bersedia pulang berboncengan dengan pelaku. Namun di tengah perjalanan, pelaku melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka memar dan lebam pada bagian tangan korban.

Setelah tiba di kos, pelaku mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Pihak keluarga yang tidak terima dengan kondisi korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kampus sebelum akhirnya menempuh jalur hukum.

"Iya benar, kami sudah menerima laporan dari korban terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri," jelas Rusmaladi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, status keanggotaan TNI yang diklaim oleh pelaku tidak terbukti.

"Pelaku mengaku sebagai TNI, tetapi setelah kami telusuri, itu tidak benar. Saat ini kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," tambahnya.

Polres Lombok Timur saat ini masih mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian. Kasus ini tengah diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Kronologi Tentara Gadungan di Lombok Timur Aniaya Pacar, Cemburu Lihat Story WA

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.