TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai mengalami krisis air bersih.
Bahkan, hingga 24 Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 13 tangki air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di antaranya di Kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampung Laut, dan Adipala.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak awal musim kemarau untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami sudah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan langkah penanganan sejak awal sehingga ketika permintaan bantuan masuk, distribusi air bersih bisa segera dilakukan," ujar Taryo.
Baca juga: Hingga Sore Tak Pulang setelah Pamit ke Hutan Nambo Girang, Warga Cimanggu Cilacap Dicari Tim SAR
Taryo mengatakan, wilayah Kecamatan Jeruklegi menjadi daerah dengan kebutuhan bantuan terbanyak, yakni mencapai tujuh tangki air bersih.
Sementara, kecamatan lain menerima bantuan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.
Menurut Taryo, kekeringan di Cilacap diperkirakan meluas seiring berlangsungnya musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga November 2026.
"Musim kemarau masih berlangsung beberapa bulan ke depan dan potensi kekeringan bisa bertambah di sejumlah wilayah, karena itu kami terus memantau perkembangan serta menyiapkan distribusi air bersih jika dibutuhkan masyarakat," katanya.
BPBD Cilacap juga telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak kemarau di daerah.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD bersama pemerintah kecamatan, desa, dan UPT terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan pelayanan kepada warga terdampak dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Baca juga: Ratusan Titik SPPG yang Diajukan di Cilacap Berpotensi Fiktif, Ada di Area Makam Hingga Hutan
Taryo mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mulai melakukan penghematan sejak dini guna mengantisipasi kemungkinan berkurangnya sumber air selama musim kemarau.
"Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat, sehingga kami mengajak seluruh warga menggunakannya secara efisien."
"Sementara, BPBD akan terus hadir memberikan bantuan bagi daerah yang mengalami kesulitan air bersih," katanya.
Sementara itu, Warsilah, warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, mengatakan, bantuan air bersih dari BPBD sangat membantu karena wilayahnya mulai kekurangan air bersih.
"Bantuan air bersih dari Pemkab Cilacap dan BPBD ini sangat membantu kebutuhan masyarakat saat musim kemarau seperti ini," ujarnya. (*)