Komisi II DPR RI Tepati Janji, Siswa SMAN 1 Pontianak Raih Beasiswa Kuliah Sambil Kerja di Tiongkok!
Rivaldi Ade Musliadi June 25, 2026 04:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, resmi menepati janjinya kepada 10 siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang tergabung dalam Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

Komitmen nyata tersebut diwujudkan lewat penyerahan beasiswa studi ke Tiongkok yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.

Penyerahan beasiswa prestisius ini dirangkaikan langsung dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute dari Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia, yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Pontianak, Kamis 25 Juni 2026.

Rifqinizamy yang bertindak sebagai inisiator program beasiswa tersebut memaparkan bahwa kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok setiap tahunnya menyediakan sekitar 1.000 kuota beasiswa. 

Kedepannya, Kalimantan Barat dipastikan akan mendapatkan bagian dari program besar tersebut di luar kuota khusus yang telah diberikan kepada 10 siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak.

“Ini adalah realisasi dari komitmen kami sebelumnya untuk memberikan beasiswa kepada adik-adik SMA Negeri 1 Pontianak, terutama yang kemarin menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI,” tegas Rifqinizamy di hadapan para undangan.

Dua Skema Utama: Kuliah Gratis dan Jaminan Ikatan Kerja

Ia menjelaskan secara rinci bahwa beasiswa yang diberikan ini terdiri dari dua komponen utama yang sangat menguntungkan bagi masa depan para siswa. 

Pertama, berupa beasiswa pendidikan penuh (full scholarship) yang mencakup seluruh biaya kuliah hingga biaya hidup selama menempuh masa studi di Tiongkok.

• Pemprov Teken MoU Beasiswa dengan Kampus di Tiongkok untuk 10 Siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak

Kedua, program ini juga dilengkapi dengan beasiswa ikatan kerja. 

Melalui skema ini, para penerima beasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk langsung bekerja di berbagai perusahaan Tiongkok berskala internasional yang beroperasi di wilayah Indonesia setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.

“Ada 10 orang yang akan mendapatkan beasiswa yang terdiri dari dua skema. Pertama beasiswa studi penuh, termasuk biaya hidup selama sekolah di China. Kedua, mereka juga diberikan beasiswa ikatan kerja oleh perusahaan-perusahaan China yang ada di Indonesia,” ujarnya merincikan.

Menurut legislator senior tersebut, program strategis ini diharapkan menjadi batu loncatan awal bagi terciptanya kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, yang melibatkan sinergi erat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta berbagai mitra internasional.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan menjadi pembuka bagi kerja sama yang lebih baik. Kami tentu akan berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Kemendikdasmen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karena pendidikan menengah atas merupakan kewenangan pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Akan Diperluas ke Sekolah Lain se-Kalbar pada Tahun 2027

Kabar gembira tidak berhenti sampai di situ. Rifqinizamy turut mengungkapkan rencana besar mengenai perluasan program beasiswa serupa bagi siswa-siswa berprestasi dari sekolah lain di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Rencana matang tersebut diproyeksikan akan mulai dipersiapkan untuk tahun ajaran 2027 mendatang.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk memberikan beasiswa kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat. Insya Allah akan mulai kita launching bersama pada tahun ajaran 2027,” tambahnya penuh optimis.

Terkait mekanisme teknis penerimaan beasiswa, para siswa penerima saat ini masih diberikan waktu luang untuk mempertimbangkan tawaran emas tersebut secara matang. 

Keputusan final (final decision) baru akan ditentukan sekitar enam bulan sebelum mereka resmi lulus dari bangku SMA, tepatnya setelah rincian informasi mengenai program studi serta persyaratan beasiswa disampaikan secara menyeluruh.

Ia juga menegaskan bahwa program beasiswa ini tetap memberlakukan sejumlah persyaratan ketat yang wajib dipenuhi oleh calon penerima. 

Apabila di kemudian hari terdapat siswa yang memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan ini, maka kuota beasiswa tidak akan hangus melainkan langsung dialihkan kepada siswa berprestasi lainnya di Kalimantan Barat.

“Karena tidak ada beasiswa yang bebas dari syarat. Jika mereka berkenan dengan syarat-syarat tersebut, kita lanjutkan. Kalau tidak, tidak ada paksaan. Kuota yang tidak diambil nantinya akan diberikan kepada siswa berprestasi lainnya di Kalimantan Barat,” urainya secara gamblang.

Proses penentuan serta seleksi bagi siswa penerima pengganti tersebut nantinya akan diserahkan sepenuhnya sebagai kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Dihadiri Menteri Hingga Duta Besar Tiongkok

Prosesi penandatanganan MoU bersejarah antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute dari Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia ini turut ditandatangani langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Ni Yong Hong selaku Kepala Yangzhou Polytechnic Institute, serta Wang Hai Wing selaku Direktur PT Semen Conch Indonesia.

Agenda besar ini disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti bersama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda selaku tokoh inisiator utama program beasiswa.

Turut hadir memeriahkan acara, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Indahmawan Alkadri, Kepala SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Ketua IKA SMANSA Pontianak, beserta jajaran tamu undangan, guru, dan ratusan siswa SMAN 1 Pontianak yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.