Inggris khawatir cedera hamstring Reece James jelang laga Piala Dunia melawan Panama
Rina Kusumawati June 25, 2026 04:25 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA

Tim nasional Inggris tengah dilanda kekhawatiran terkait kondisi kebugaran bek kanan mereka, Reece James, menjelang pertandingan fase grup Piala Dunia hari Sabtu melawan Panama. Kapten Chelsea itu kini diawasi secara ketat oleh tim medis setelah melaporkan adanya ketegangan pada otot hamstring, membuat pelatih Thomas Tuchel mempertimbangkan kemungkinan perubahan di lini belakang dengan beberapa opsi cadangan disiapkan.

Tiga Singa pantau kondisi bek sayap

Pemain bertahan yang enerjik tersebut saat ini menjalani pemeriksaan medis menyeluruh setelah merasakan ketidaknyamanan usai hasil imbang sengit melawan Ghana pada hari Selasa. Menurut laporan The Telegraph, staf medis enggan mengambil risiko mengingat riwayat cedera otot yang cukup panjang pada pemain berusia 26 tahun itu. Masalah ini datang pada waktu yang kurang tepat bagi staf pelatih yang sebelumnya sudah kehilangan opsi bek kanan cadangan, Tino Livramento, akibat cedera betis yang mengakhiri turnamennya sebelum laga pembuka.

Tuchel atur kembalinya Saka

Departemen teknis juga berhati-hati dalam mengatur beban latihan Bukayo Saka seiring pemulihannya menuju kondisi terbaik setelah mengalami masalah pada tendon Achilles.

Tuchel mengatakan: “Dia tampak semakin siap, dan semoga bisa terus mendorong dirinya, lalu kita akan lihat apa yang terjadi. Dia sudah hampir mencapai kondisi terbaiknya, dan dengan semakin banyak sesi latihan, dia butuh waktu lebih banyak di lapangan. Dua sesi latihan lagi agar siap menghadapi Panama. Ini bukan hanya tentang Bukayo, tapi bagus dia sudah mendapatkan beberapa menit bermain. Semoga tidak ada reaksi negatif dan dia siap tampil.”

Setelah penampilan lesu melawan Ghana yang hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran, sang pelatih kepala ditanya apakah penyerang Arsenal itu memiliki mentalitas laga besar yang dibutuhkan untuk menghidupkan lini depan. Ia menambahkan: “Kami membutuhkannya dari semua pemain. Saya tidak ingin menekankan itu pada satu orang saja.

“Bukan berarti dengan kembalinya Bukayo semua masalah selesai, dan saya tidak ingin menaruh beban itu di pundaknya. Dia pemain hebat, itulah alasan dia ada di sini. Kami sangat membutuhkannya, seperti halnya pemain lain, dalam kondisi terbaik dan terus berjuang. Tapi semua pemain sudah memberikan yang terbaik, dan ini bukan waktu untuk menyebut satu nama tertentu agar menyelamatkan kami. Kami masih berada di posisi yang baik.”

Pelatih tekankan rotasi moderat

Pelatih asal Jerman tersebut diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan saat menghadapi Panama — tim yang pernah dikalahkan Inggris dengan skor 6-1 pada Piala Dunia 2018 di Rusia, namun kali ini sudah dua kali kalah 1-0 di turnamen ini.

Sementara pemain Manchester City, Nico O’Reilly, berpeluang kembali menempati posisi bek kiri menggantikan Djed Spence, Tuchel tetap membela keseimbangan struktur timnya dan menegaskan pentingnya menjaga kontinuitas skuad setelah menerima kritik atas performa menyerang yang kurang tajam melawan Ghana.

Tuchel menyatakan: “Saya tidak ragu untuk melakukan sedikit rotasi sekarang. Beberapa pemain memang seharusnya tampil, tapi mungkin rotasinya akan lebih moderat. Tidak selalu adil jika Anda hanya mengganti pemain dan berharap mereka langsung tampil maksimal. Kita lihat nanti. Saya suka, misalnya, duet bek tengah kami. Mereka tampil bagus bersama. Saya juga senang dengan Elliot Anderson, dia menunjukkan peningkatan dan performa yang baik, mungkin sedikit lebih baik dibanding ketika melawan Kroasia.

“Kami menciptakan beberapa peluang kecil, umpan silang, dan situasi bola mati, tapi gagal memanfaatkannya untuk mengubah jalannya pertandingan. Saya paham laga itu tidak mudah ditonton. Mungkin saya melihatnya dengan cara berbeda dari pinggir lapangan sebagai pelatih. Saya tahu apa yang kami rencanakan dan apa yang harus dijaga.

“Masih ada perjalanan panjang, dan tidak ada tim yang memenangkan Piala Dunia dengan mencetak empat gol per pertandingan dan terus menyerang tanpa henti. Kami tentu selalu ingin menyerang, tapi tanggung jawab kami adalah memberikan semua kemampuan yang kami punya. Kami sudah berusaha keras, dan terkadang memang sulit, jadi tidak perlu merasa negatif.”

Ujian bagi lini belakang

Pemuncak Grup L itu akan menghadapi ujian fisik melawan tim Amerika Tengah yang dikenal disiplin bertahan dan baru kebobolan dua kali sepanjang turnamen. Jika James akhirnya tidak diturunkan sejak awal, Ezri Konsa kemungkinan akan digeser ke posisi bek sayap dari peran aslinya sebagai bek tengah, sementara Kobbie Mainoo siap menggantikan di lini tengah jika Declan Rice belum cukup fit untuk bermain sejak menit pertama. Menjaga konsistensi taktik menjadi kunci utama saat tim memburu poin penuh demi memastikan posisi puncak grup dengan nyaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.