Dispangtan Purwakarta Siapkan 77 Pompa Air Hadapi Ancaman Kekeringan Musim Kemarau
Kemal Setia Permana June 25, 2026 05:11 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah lahan pertanian, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Salah satu langkah utama yang dilakukan yakni menyiapkan 77 unit pompa air berukuran 3 inci untuk membantu petani memenuhi kebutuhan irigasi saat pasokan air mulai berkurang.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, mengatakan pompa air tersebut diharapkan menjadi solusi cepat bagi petani yang lahannya mulai terdampak penurunan debit air selama musim kemarau.

"Untuk menghadapi kekeringan, kami sudah menyiapkan 77 unit pompa air 3 inci. Sebanyak 75 unit diperuntukkan bagi kelompok tani, sementara dua unit digunakan untuk brigade Dinas Pangan dan Pertanian," ujar Hadyanto kepada Tribunjabar.id, Kamis (25/6/2026).

• Update Transfer Terbaru, Persib Bandung Santer Bidik Striker Mengerikan Asal Bosnia

Pompa air tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber-sumber yang masih tersedia menuju lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air.

Dengan adanya bantuan pompanisasi tersebut, risiko gagal panen akibat kekeringan diharapkan dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.

Selain menyiapkan sarana pendukung irigasi, Distan Purwakarta juga mempercepat masa tanam padi agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Petani juga didorong menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Salah satunya adalah padi biofortifikasi varietas Inpago 13 Fortiz yang dinilai lebih adaptif terhadap cekaman kekeringan.

"Penggunaan varietas yang tahan kekeringan menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Kami terus mendorong petani agar beralih ke varietas yang lebih adaptif sehingga produktivitas tetap terjaga," katanya.

Upaya antisipasi juga dilakukan melalui pemantauan rutin kondisi pertanian oleh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta.

• Tronton Hantam Bangunan Kosong di Jalan Terusan Buahbatu, Sopir Meninggal di Tempat

Monitoring lapangan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi lebih dini lahan yang mulai terdampak kekeringan maupun gangguan lain yang muncul akibat perubahan iklim. Dengan deteksi dini tersebut, langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum dampaknya meluas.

Seluruh pompa air yang disiapkan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi kekeringan di sektor pertanian.

"Sebanyak 75 unit disalurkan kepada kelompok tani dan dua unit lainnya digunakan oleh brigade Dinas Pangan dan Pertanian untuk mendukung penanganan di lapangan," ujarnya.

Melalui berbagai langkah yang telah disiapkan sejak dini, Distan Purwakarta berharap para petani dapat melewati musim kemarau tanpa mengalami penurunan produksi yang signifikan.

"Kami berharap produktivitas pertanian, khususnya padi, tetap terjaga. Karena itu berbagai upaya antisipasi terus dilakukan agar dampak kekeringan terhadap petani bisa ditekan semaksimal mungkin," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.