BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim di Sabang untuk Dukung Ketahanan Pangan
Saifullah June 25, 2026 05:37 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Perubahan iklim yang semakin berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Sabang memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami informasi cuaca dan iklim. 

Upaya itu dilakukan melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2026 yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh.

Kegiatan bertema "Meuseuraya Iklim Nanggroe Berseri: Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Kedaulatan Air, Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi" tersebut berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Selasa (23/6/2026). 

Hadir dalam kegiatan itu, Anggota Komisi V DPR RI, H Irmawan, Anggota DPRA, Munawar, jajaran BMKG, pemerintah daerah, serta peserta Sekolah Lapang Iklim.

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus mengatakan, perubahan iklim menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Terutama bagi daerah kepulauan seperti Sabang yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dalam mendukung sektor pertanian, perikanan, dan distribusi kebutuhan pokok.

Baca juga: BMKG Aceh Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik di Bireuen

Menurutnya, kemampuan membaca dan memanfaatkan informasi iklim menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dibangun bersama,” ujar Wakil Wali Kota. 

“Karena itu, kemampuan membaca, memahami, dan menyiasati informasi iklim menjadi kunci dalam memperkuat pertanian dan ketahanan pangan daerah," kata Suradji.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, H Irmawan yang membuka kegiatan mengatakan, Sekolah Lapang Iklim merupakan bentuk dukungan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia berharap, para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan selama pelatihan, tetapi juga mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Sekolah Lapang Iklim ini akan mengedukasi masyarakat agar mampu beradaptasi dan membaca tanda-tanda perubahan iklim,” tutur Irmawan. 

Baca juga: Pemko Sabang Sambut Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Siapkan Generasi Penggerak Ketahanan Pangan

“Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas," ujarnya.

Melalui Sekolah Lapang Iklim, BMKG bersama Pemerintah Kota Sabang berharap masyarakat semakin mampu memanfaatkan informasi iklim sebagai dasar dalam mengambil keputusan, khususnya pada sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. 

Selain menjadi ruang belajar, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah bertukar pengalaman dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat perubahan iklim di wilayah kepulauan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.