- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan bahwa AS mempertimbangkan kembali pemberian bantuan kepada sekutu NATO.
Hal tersebut dikaitkan dengan minimnya dukungan negara anggota terhadap operasi militer AS yang melibatkan Iran.
Dikutip dari Al Mayadeen (25/6/2026) bahwa ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap beban finansial yang ditanggung AS dalam berbagai operasi.
Namun dinilai tidak mendapatkan dukungan timbal balik dari sekutu.
"Kami menghabiskan semua uang ini," kata Trump, "Dan kemudian ketika kami ingin mungkin memiliki bantuan untuk hal-hal kecil ... Mereka mengatakan tidak, kami lebih suka tidak membantu," ujar Trump.
Ia kemudian menambahkan bahwa AS bisa saja mengambil sikap serupa terhadap permintaan bantuan dari negara-negara sekutu di masa mendatang.
"Hal bodoh untuk dikatakan, karena kita dapat mengatakan itu kepada mereka jika kita mau, dan kita mungkin," lanjutnya.
Di sisi lain, hubungan antara Amerika Serikat dan NATO disebut semakin tegang sejak awal masa jabatan kedua Trump.
Perbedaan pandangan juga terlihat dalam sikap terhadap konflik Iran, di mana beberapa negara Eropa memilih menekankan jalur diplomasi.
Sementara Amerika Serikat dinilai lebih condong pada pendekatan militer.
NATO sendiri disebut tidak ikut serta dalam operasi militer tersebut karena tidak adanya kesepakatan bersama antaranggota.
Hal itu yang semakin memperlihatkan perbedaan pandangan dalam aliansi terkait strategi keamanan global.