TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tahun 2026 ini, pihak Dinas Kesehatan Sulawesi Utara mencatat, ada 4.624 Orang Dengan HIV (ODHIV) di Sulut yang telah mengetahui status HIV yang mereka miliki.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Rima Lolong, angka tersebut menunjukan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan bagi setiap ODHIV.
Sebab, semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, maka semakin cepat pula bisa mendapatkan pengobatan ARV.
"Dengan kepatuhan minum obat, viral load dapat ditekan hingga tersupresi sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik dan risiko penularan juga dapat ditekan," ujar Rima Lolong, Kamis (25/6/2026).
Jelas dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan terus memperluas layanan tes HIV, memperkuat pendampingan kepada pasien, serta memastikan ketersediaan obat ARV di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kata dia, kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat sangat diperlukan untuk menghilangkan stigma terhadap ODHIV.
"(Ini) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan pemeriksaan secara dini," ujar dia.
Dirinya menyebut, target yang ingin mereka capai adalah semakin banyak masyarakat yang mengetahui status kesehatannya, memperoleh pengobatan tepat waktu, dan mempertahankan kepatuhan terapi.
"Sehingga semakin banyak ODHIV yang mencapai kondisi viral load tersupresi," pungkas dia.
Diketahui, dari 4.624 ODHIV di Sulawesi Utara yang telah mengetahui status HIV yang mereka miliki, ada 2.889 ODHIV yang telah menjalani pengobatan menggunakan terapi antiretroviral (ARV).
Sementara itu, dari ODHIV yang sedang menjalani terapi ARV, sebanyak 1.596 orang telah menjalani pemeriksaan viral load (VL) untuk mengetahui efektivitas pengobatan yang diterima.
Hasilnya, sebanyak 1.511 ODHIV dinyatakan memiliki viral load tersupresi, yang berarti jumlah virus dalam tubuh berhasil ditekan melalui kepatuhan menjalani terapi ARV.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Virus ini secara spesifik menghancurkan sel CD4 (sel darah putih) yang berfungsi sebagai benteng pertahanan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit dan infeksi.
HIV dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh tertentu dari penderita, seperti: Darah, Cairan sperma dan cairan vagina, Air Susu Ibu (ASI).
Perlu diingat bahwa HIV dan AIDS adalah dua kondisi yang berbeda.
HIV adalah nama virusnya. Seseorang yang tertular disebut HIV positif.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah stadium akhir atau kondisi paling parah dari infeksi HIV.
Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat rusak oleh virus HIV sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit atau infeksi parah lainnya.
Seseorang yang terkena HIV belum tentu menderita AIDS.
Terdapat terapi pengobatan yang disebut ARV (Antiretroviral) untuk mengatasi HIV.
Obat ARV bekerja sangat efektif untuk menekan pertumbuhan virus, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.
Dengan meminum ARV secara disiplin, pengidap HIV dapat hidup normal, sehat, dan memiliki usia harapan hidup yang panjang.
Perlu diketahui bahwa HIV tidak menular lewat sentuhan, air liur, keringat, pelukan, atau berbagi alat makan.
ODHIV yang mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) secara rutin hingga virusnya tidak terdeteksi dalam darah, tidak akan menularkan virus tersebut ke pasangannya (suami atau istri).
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini