TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang terus berkomitmen dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Komitmen ini ditegaskan kembali dalam kegiatan Capacity Building yang digelar di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, pada Kamis 25 Juni 2026.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama jajaran kepala dinas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.
Dengan mengusung tema "Membangun Budaya Integritas Melalui Pencegahan Gratifikasi dan Korupsi", kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis dalam mengedukasi serta membentengi para birokrat dari tindakan yang menyimpang dari hukum.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, acara ini turut dihadiri dan diisi oleh perwakilan dari berbagai unsur instansi vertikal maupun penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Negeri Singkawang, Polres Singkawang, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi dan kehadiran para pemangku kepentingan tersebut.
"Kehadiran mereka tentu karena merupakan lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing dalam upaya memberikan pemahaman dan penguatan kepada kita semua," kata Tjhai Chui Mie.
Melalui kegiatan pembekalan ini, ia menyampaikan tujuannya agar Pemerintah Kota Singkawang dapat terus mewujudkan wilayah yang bebas dari korupsi.
Baca juga: Pesan Tegas Walkot Tjhai Chui Mie Kepada Perumda: Tak Boleh Layanan Nunggu Ada Pembayaran
Upaya ini dinilai sangat krusial demi memastikan bahwa setiap pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat bersih dari praktik pungutan liar maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun.
Kendati demikian, Tjhai Chui Mie mengingatkan bahwa komitmen ini memerlukan kerja keras dan konsistensi dari seluruh elemen pemerintahan, bukan sekadar janji di atas kertas atau formalitas belaka.
"Namun tentu hal tersebut tidak cukup hanya dengan slogan integritas semata," ucapnya.
Ia menilai integritas adalah harga diri dan harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Menjaga komitmen tersebut harus dimulai dari kedisiplinan individu masing-masing pegawai dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sehari-hari.
Karena itu, lanjutnya menerangkan integritas harus menjadi pedoman utama bagi seluruh ASN.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai kejujuran ini diterapkan secara merata di semua sektor pelayanan publik, tanpa terkecuali pada badan usaha milik daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak.
"Tidak hanya di Perumda Air Minum, tetapi di seluruh lingkungan Pemerintah Kota Singkawang," tegasnya.
Menurutnya dengan integritas yang baik, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan semakin tumbuh.
Ketika masyarakat percaya bahwa roda pemerintahan berjalan dengan jujur, maka kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam membangun Kota Singkawang akan semakin kuat.
Untuk memberikan gambaran betapa rapuhnya sebuah reputasi yang dibangun tanpa kejujuran, Wali Kota memberikan sebuah analogi yang mendalam mengenai pentingnya menjaga rekam jejak yang bersih.
"Saya mengibaratkan integritas seperti kaca. Jika sudah retak, akan sangat sulit untuk kembali utuh seperti semula. Begitu pula dengan kepercayaan," terangnya.
Oleh sebab itu, di hadapan seluruh peserta yang hadir, ia mengatakan integritas harus dijaga sebaik-baiknya agar marwah Pemerintah Kota Singkawang tidak tercoreng oleh tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Karena nilainya sangat mahal," tegasnya. (*)