Temui RT/RW Bontoala, Kombes Arya Minta Awasi Warga Pendatang
Saldy Irawan June 25, 2026 08:21 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Arya Perdana berdialog dengan RT/RW dan warga Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Rabu (24/6/2026) malam.

‎Kegiatan yang dikemas dengan nama Ngopi Kamtibmas (Ngobrol Perkara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) tersebut dilaksanakan di salah satu warung kopi di Jalan Tinumbu.

‎Sejak pukul 18.30 Wita, personel dari jajaran Polsek Bontoala telah berada di lokasi untuk mempersiapkan kedatangan Kombes Arya.

‎Sejumlah kendaraan yang parkir di depan warkop dipindahkan untuk memperlancar kegiatan. Alat pengeras suara juga diuji agar proses dialog berjalan lancar.

‎Kombes Arya tiba sekitar pukul 20.20 Wita didampingi sejumlah pejabat utama Polrestabes Makassar.

‎Sebelum menaiki tangga warkop, Kombes Arya terlebih dahulu menyaksikan pertunjukan tari paddupa sebagai simbol penyambutan masyarakat Bugis-Makassar.

‎Setelah itu, acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Camat Bontoala Patahulla, kemudian agenda utama berupa arahan dari Kombes Arya Perdana.

‎Dalam arahannya kepada RT dan RW, Arya menyampaikan bahwa keamanan lingkungan dapat dimulai dari kepedulian masyarakat, yang dipimpin RT/RW, terhadap kondisi di sekitarnya.

‎Menurutnya, pencegahan tindak kejahatan membutuhkan keterlibatan bersama, terutama pengawasan di tingkat lingkungan.

‎“Kejahatan itu dapat dicegah dengan kesadaran kita bersama memantau lingkungan. Dan tanggung jawab itu ada di RT/RW,” ujar Arya.

‎Ia meminta agar RT/RW dan warga tidak membiarkan apabila menemukan orang dengan gerak-gerik mencurigakan.

‎“Kalau ada orang dengan gerak-gerik mencurigakan segera ditegur. Segera diatasi sebelum berkembang menjadi tindak kejahatan yang tidak kita inginkan,” katanya.

‎Menurut Arya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat menekan potensi terjadinya kejahatan.

‎“Kalau kita peduli terhadap lingkungan, orang yang mau berbuat kejahatan itu tidak berani, karna ia merasa dipantau,” ujarnya.

‎Ia juga meminta RT dan RW aktif memantau warga pendatang yang masuk ke lingkungan, termasuk penghuni kos dan rumah kontrakan.

‎“Pantau orang-orang baru yang masuk ke lingkungan kita. Orang yang ngekos, orang ngontrak. Itu RT/RW harus pantau,” katanya.

‎Selain itu, Arya menyoroti fenomena kejahatan jalanan yang menurutnya saat ini banyak melibatkan anak-anak.

‎“Kejahatan jalanan, yang marak sekarang, itu banyak dilakukan oleh anak-anak. Bahkan ada yang kami dapat umur enam tahun,” ujarnya.

‎Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat pendidikan karakter dan nilai keagamaan di lingkungan keluarga.

‎“Mari kita mendidik anak kita dengan akhlak agama dan keteladanan sosial. Ini untuk mencegah anak-anak melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya,” katanya.

‎Ia berharap anak-anak di Makassar dapat tumbuh menjadi generasi yang sukses dan menjadi pemimpin di masa depan.

‎“Kita harus mendidik anak kita agar sukses, menjadi pemimpin masa depan. Kita berharap masih ada presiden dari Makassar, seperti bapak BJ Habibie,” ujarnya.

‎Di akhir arahannya, Arya juga menilai posisi RT dan RW saat ini semakin kuat karena dipilih langsung oleh masyarakat.

‎Kepercayaan dari masyarakat itu harus digunakan oleh RT/RW untuk membina lingkungan agar terus aman kondusif. 

‎“RT/RW sekarang bagus karena pilihan masyarakat. Dulu waktu penunjukan langsung, sering kejadian RT/RW tidak dianggap. Karena sekarang masyarakat mengatakan itu pilihannya. Jadi lebih mendengar kepada RT/RW,” ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.