Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Harga material konstruksi, seperti aspal, pasir, dan semen, yang melonjak mulai berdampak pada sejumlah proyek infrastruktur di Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengorbankan salah satu pekerjaan demi menjaga kualitas dan volume utama proyek perbaikan jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Asihno, mengatakan hal yang dikorbankan yaitu pekerjaan minor dalam beberapa paket kerja.
Ia menegaskan bahwa pengurangan volume pengerjaan sama sekali tidak akan menyentuh bagian utama jalan dan sudah berkomitmen mempertahankan target panjang jalan sesuai perencanaan awal agar tidak merugikan kepentingan publik.
"Targetnya tidak, tapi ada pekerjaan minor yang dikurangi. Minor itu bukan pekerjaan utama," kata Asihno, Kamis (25/6/2026).
Asihno mengatakan pekerjaan minor yang dimaksud yaitu perbaikan yang tidak menyentuh bagian pekerjaan utamanya seperti pengerjaan talud.
Ia menuturkan, hal itu dilakukan demi menjaga kualitas dan volume utama proyek perbaikan jalan dan sebagai strategi menyiasati lonjakan harga material konstruksi, seperti aspal, yang sempat memicu keterlambatan realisasi proyek akibat keharusan mendesain ulang rencana anggaran belanja.
"Pekerjaan minor itu bukan pekerjaan utama, sebagai contoh saja misalnya salurannya, taludnya, begitu. Tapi untuk pekerjaan utamanya, seperti jalan, enggak boleh dikurangi, karena kita harus koordinasi dan mendapat persetujuan dari P2JN, karena itu DAK," ungkap dia.
Ia juga memastikan bahwa pengurangan pada aspek pendukung seperti saluran air atau talud tersebut tidak akan memengaruhi kualitas keseluruhan dari jalan yang dibangun.
Kebijakan ini berlaku salah satunya pada sembilan paket proyek yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus dengan nilai mencapai Rp49 miliar.
"Melalui strategi pemangkasan pos minor ini, spesifikasi panjang dan target fisik jalan dipastikan tetap sama persis dan ditargetkan masuk kontrak pada bulan Juli," ungkap dia.
Baca juga: Motor Mendadak Terbakar di Jalan Lawu Karanganyar, Pemilik Panik
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato, membenarkan bahwa fluktuasi harga material di pasar memang berimplikasi langsung pada mundurnya jadwal pelaksanaan fisik di lapangan.
Ia menjelaskan, perubahan biaya memaksa panitia menyusun ulang kalkulasi anggaran sebelum proyek bisa dilepas ke tahapan tender.
Ia mengatakan, meskipun harus melewati proses revisi anggaran yang cukup alot di bagian pengadaan barang dan jasa, Kurniadi menyebutkan saat ini belasan paket proyek di luar DAK sudah mengantre dalam proses lelang dan diharapkan segera mendapatkan pemenang dalam waktu dekat agar pengerjaan fisik dapat langsung dimulai.
"Perubahan cost material itu juga implikasinya kan harus mendesain ulang lagi untuk rencana anggaran belanja. Baru mau proses saja sudah harus diubah, proses tender maksudnya. Harus diubah, makanya belum sampai kepada kontrak maupun adendum, belum sampai ke sana," ujar Kurniadi Maulato. (*)