Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dampak musim kemarau terus terasa di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT telah melakukan identifikasi.
Sedikitnya, terdapat sebanyak 14 titik lokasi yang terdampak kekeringan dan memerlukan intervensi penyediaan air bersih segera.
Sesuai peta identifikasi dan penempatan titik air bersih yang dirilis, Kepala BPBD SBT, M. Bahrum Weulartafela mencatat 14 lokasi tersebut tersebar pada beberapa kawasan.
Diantaranya, kawasan Toko 26 hingga Lorong Afganistan, Garuda Mas sampai Pandopo, dan kawasan Rumah Tiga sampai Toko 26.
BPBD SBT mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan bervariasi di setiap lokasi, termasuk penyusutan debit sumur.
"Saat diidentifikasi daerah dataran rendah debit air sumur masih dalam kondisi bisa digunakan meski debit air mengalami penyusutan," ujarnya.
Baca juga: Fans Brasil di Ambon Kritik MBG dan KDMP saat Pawai Kemenangan Tim Samba
Baca juga: PLN UP3 Tobelo dan BSI Perkuat Kolaborasi, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Maluku Utara
Kata dia, pada kawasan yang relatif datar, sumber air yang kerap diambil dari sumur bor telah mengalami kekeringan total.
Akibatnya, warga yang bermukim di kawasan tersebut terpaksa membeli air untuk keperluan mereka.
"Sedangkan daerah yang berada didataran yang lebih tinggi sebagian besar debit air telah mengalami penyusutan yang signifikan. Warga yang terdampak saat ini sebagian besar mendapatkan air dengan cara membeli," bebernya.
Selain tiga zona utama di atas, BPBD SBT juga mencatat adanya tambahan lokasi yang terdampak yakni Desa Fatfalo dan kawasan Tumbu Parang
Masyarakat diimbau untuk tetap hemat menggunakan air dan melaporkan jika terdapat wilayah lain yang belum terdata agar dapat segera mendapatkan bantuan tangki air atau pemasangan pompa air dari pemerintah daerah.(*)