Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat mengapresiasi tingginya partisipasi badan publik dalam E-Monev sehingga menempatkan Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah peserta terbesar secara Nasional.

Pada 2025, sebanyak 829 badan publik mengikuti E-Monev, sementara pada tahun 2026 jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi 1.001 badan publik dari berbagai kategori.

"Jakarta selama ini menjadi provinsi yang terdepan dari sisi kepesertaan dan awareness keterbukaan informasi publik. Namun, E-Monev bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen badan publik dalam memberikan layanan informasi yang berkualitas kepada masyarakat," ujar Harry di Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan tersebut, Harry pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta yang selama ini telah memberikan fasilitasi dan dukungan terhadap berbagai program keterbukaan informasi publik di Jakarta.

Menurutnya, capaian badan publik informatif di Jakarta terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga kini, terdapat 189 badan publik berstatus Informatif.

Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan karena baru mencakup sekitar 18,46 persen dari keseluruhan badan publik yang menjadi sasaran pembinaan keterbukaan informasi publik.

Ia menegaskan bahwa KI DKI Jakarta tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga memberikan pendampingan dan konsultasi kepada badan publik agar mampu melakukan pembenahan tata kelola informasi dan dokumentasi secara berkelanjutan.

Selain membahas E-Monev, Harry juga menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana bagi KI DKI Jakarta, khususnya terkait fasilitas ruang sidang penyelesaian sengketa informasi publik yang semakin meningkat kebutuhannya.

Selain itu, pada bidang edukasi dan sosialisasi, KI DKI Jakarta terus mengembangkan berbagai program seperti Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi (ESA), program Goes to Campus, siniar keterbukaan informasi publik, serta kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna meningkatkan literasi keterbukaan informasi di kalangan generasi muda.

"Ke depan kita perlu memperkuat kapasitas badan publik agar semakin siap menghadapi tuntutan keterbukaan informasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak memperoleh informasi publik," ujar Harry.

Sementara itu, Ketua Bidang Kelembagaan KI DKI Jakarta, Aang Muhdi Gozali, menyampaikan bahwa peluncuran E-Monev Tahun 2026 dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 dengan dukungan penuh dari Dinas Kominfotik DKI Jakarta.

Aang juga menjelaskan bahwa instrumen Self Assessment Questionnaire (SAQ) pada E-Monev tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan.

Namun terdapat penekanan pada aspek inovasi dan digitalisasi, termasuk upaya badan publik dalam mendukung pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas layanan publik.

"Kategori penilaian tetap sama seperti tahun sebelumnya. Yang berbeda adalah perluasan peserta dari 829 menjadi 1.001 badan publik,” kata Aang.