TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus bergerak serius dalam menangani lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, tercatat ada total 277 kasus DBD sepanjang tahun 2026 berjalan ini.
"Hingga Juni 2026, ada 277 kasus DBD yang kami catat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr. Tommy Soleman, saat ditemui Tribun Manado di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).
Meski angkanya cukup tinggi, Tommy membeberkan bahwa tidak semua pasien yang terdata merupakan warga asli Kabupaten Mitra.
Banyak di antaranya adalah warga luar daerah yang sedang beraktivitas di Mitra.
"Tapi tidak semua warga dari Mitra, ada juga warga luar yang terinfeksi DBD saat kerja di sini," tegas dia.
Dari hasil pemetaan Dinkes Mitra, sebaran kasus terbanyak terdeteksi berada di wilayah pertambangan, tepatnya di Kecamatan Ratatotok.
Curah hujan yang tinggi belakangan ini disinyalir menjadi pemicu utama.
"Apalagi di wilayah pertambangan, sering kali terjadi endapan air yang akhirnya menjadi tempat favorit sarang nyamuk," tutur Tommy.
Pihak Dinkes sebenarnya telah bergerak melakukan pengasapan (fogging) di area-area yang dideteksi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Namun, cakupan wilayahnya cukup luas, mereka perlu stok obat lebih.
"Penyemprotan juga sudah dilakukan, tapi kami kehabisan obat karena sebaran wilayahnya sangat luas," tegas dia.
Oleh karena itu, Tommy meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah pertambangan Ratatotok untuk melakukan langkah pencegahan secara mandiri.
"Gunakan lotion atau semprot anti nyamuk saat tidur. Selain itu saat beraktivitas juga pakailah pakaian yang tertutup," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak lupa untuk bersihkan genangan air juga.
"Hal ini sering menjadi penyebab berkembangnya nyamuk DBD," tegasnya.
Senada dengan Kadiskes, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mitra, Christiani Oroh, membenarkan bahwa angka 277 kasus tersebut merupakan akumulasi keseluruhan dari fasilitas kesehatan yang ada.
"Sebagian memang warga Mitra, tapi banyak juga penambang dari luar daerah," kata Christiani.
Ia memastikan pihak Dinkes tidak tinggal diam dan terus berupaya menekan angka penyebaran virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini.
"Kami sudah melakukan penyemprotan fogging hingga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran DBD," pungkasnya. (Tribunmanado.co.id)