Harapan Skotlandia untuk melaju di Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk. Setelah kalah 3-0 dari Brasil pada Rabu malam, peluang mereka untuk lolos ke babak 32 besar sudah menipis, terlebih setelah Afrika Selatan memastikan Korea Selatan finis di peringkat ketiga Grup A.
Tim asuhan Steve Clarke langsung turun dari posisi keenam ke ketujuh dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik. Delapan besar akan lolos, sementara peringkat kesembilan tidak. Lebih buruk lagi, lima tim di bawah mereka masih memiliki satu pertandingan tersisa.
Penantian penuh ketegangan ini bisa berlangsung hingga akhir fase grup pada dini hari Minggu, dengan satu skenario yang paling mengkhawatirkan melibatkan dua pesaing di Grup J, yakni Aljazair dan Austria.
Yordania sudah dipastikan tersingkir sebagai juru kunci Grup J. Sementara itu, juara dunia Argentina diperkirakan akan menang atas mereka meski sudah memastikan posisi puncak grup, sehingga Aljazair dan Austria akan berebut tempat kedua.
Namun, bisa jadi tidak ada yang benar-benar ingin menang. Finis di posisi kedua dalam grup ini tidak terlalu menguntungkan, karena empat runner-up dari grup tertentu akan menghadapi juara grup di babak 32 besar — yang kemungkinan besar adalah juara Eropa, Spanyol.
Bagaimana hal ini bisa berdampak pada Skotlandia?
Baik Aljazair maupun Austria tidak memiliki banyak keuntungan untuk menang, dan juga tidak kehilangan apa pun jika bermain imbang. Hasil seri akan membawa keduanya lolos, dan yang lebih penting bagi Skotlandia, hal itu akan menghapus Grup J dari daftar harapan mereka — daftar yang, jika masih hidup saat laga dimulai, akan tersisa satu peluang terakhir.
Hasil imbang di Kansas City akan membuat Aljazair tetap di posisi ketiga namun menambah satu poin. Saat ini mereka unggul satu gol dari selisih gol Skotlandia yang -3, dan kekalahan akan menghapus keunggulan tipis itu.
Dengan demikian, Aljazair adalah salah satu tim di klasemen peringkat ketiga yang masih bisa disalip Skotlandia tanpa mereka harus bermain lagi. Pertanyaannya, apakah Austria cukup berambisi untuk menang dan mengambil risiko kalah di laga tersebut?
Masih ada beberapa pertandingan penting sebelum skenario ini terjadi, tetapi jika hanya satu tim dari Grup G, K, E, atau I yang berhasil menyalip Skotlandia dan tidak ada tim di atas mereka yang kalah telak, maka laga Aljazair kontra Austria akan menjadi tontonan yang sangat menentukan.
Fakta bahwa Austria dan Aljazair kembali terlibat dalam situasi seperti ini adalah sebuah ironi sejarah. Kedua tim ini pernah berada di grup yang sama pada tahun 1982 dan menjadi bagian dari peristiwa terkenal yang disebut “Aib di Gijon”.
Pada saat itu, kemenangan 1-0 Jerman Barat atas Austria di pertandingan terakhir grup membuat kedua tim lolos dan menyingkirkan Aljazair karena selisih gol. Minimnya upaya dari kedua tim setelah Jerman mencetak gol menjadi aib besar bagi dunia sepak bola.
Apakah Skotlandia masih bisa lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik? Sampaikan prediksi Anda di bawah ini...