Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Dewan Pimpinan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Kamis (25/6/2026).
RDP digelar dengan pihak Pupuk Indonesia (PI), distributor dan kios pengecer pupuk bersubsidi beserta Dinas Pertanian Aceh Tenggara, di Ruang Kerja Ketua DPRK setempat.
Rapat itu langsung dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Tenggara Dr Denny Febrian Roza SSTP MSi.
Serta dihadiri Wakil Ketua DPRK, Buhari Selian, Ketua Komisi B DPRK, Satria Abadi, SAP dan anggota Komisi B beserta anggota DPRK Aceh Tenggara lainnya.
Dalam RDP terkait kelangkaan pupuk yang membuat petani terancam gagal panen itu, suasana sempat sedikit memanas.
Yakni ketika Ketua dan Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara meminta data pasokan pupuk urea bersubsidi dan pupuk Phonska tahun 2025/2026.
Serta kelompok penerima bantuan pupuk tersebut berdasarkan RDKK hingga sistem penebusan data yang diterima masing-masing kios pengencer apakah sesuai dengan yang diterima setiap bulannya.
Namun, pihak distributor dan kios pengecer ada yang tak membawa data lengkap dan ada juga yang membawa data.
Menurut Politikus Partai Golkar Aceh Tenggara itu, kelangkaan pupuk bersubsidi di Aceh Tenggara menurut pihak Pupuk Indonesia dan distributor akibat mesin produksi pupuk di Lhokseumawe rusak, kelangkaan bahan bakar minyak serta akibat bencana.
Ketua DPRK juga meminta realisasi pupuk bersubsidi tahun 2025 hingga 2026 untuk Aceh Tenggara dan tidak ada pengurangan pupuk bersubsidi.
Namun ketika dimintai data kelompok tani, petani hingga penebusan pihak terkait tidak membawa data.
Maka akan dijadwalkan kembali RDP pada tanggal 30 Juni 2026 dengan pihak PI, distributor dan kios pengecer untuk membawa data kelompok tani, petani, penebusan hingga penjualan pupuk.
"Hal ini untuk mengetahui lebih lanjut secara komperhensif penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi selama ini di Aceh Tenggara," kata Denny Febrian Roza. (*)
Baca juga: Kurs Dolar Naik, Harga Pakan Ayam dan Ikan di Aceh Tenggara Melonjak, Peternak Mengeluh
Baca juga: 90 Rumah Makan dan Restoran di Aceh Tenggara Hanya 10 Miliki SLHS, Pengamat: Pengawasan Diperketat
Baca juga: 22 Depot Air Isi Ulang di Aceh Tenggara tak Miliki SLHS, Kadinkes Imbau Urus Izin