Dayot Upamecano Ungkap Strategi untuk Redam Erling Haaland, Bintang Prancis Siap Hadapi Duel Fisik dengan Penyerang Norwegia
Agus Firmansyah June 26, 2026 02:48 AM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


Dayot Upamecano mengungkapkan rencana taktisnya untuk membungkam Erling Haaland, dengan bek tim nasional Prancis itu menantikan pertarungan fisik melawan penyerang utama Norwegia.


Dayot Upamecano telah memaparkan rencana taktisnya untuk menetralkan ancaman besar dari Erling Haaland menjelang laga Piala Dunia yang sangat dinanti. Bek tengah Prancis itu akan menghadapi ujian terberatnya di turnamen internasional ini di Boston, saat Les Bleus berhadapan dengan tim Norwegia yang sedang dalam performa puncak.


Les Bleus menghadapi ujian sesungguhnya


Setelah membuka turnamen dengan penampilan impresif, duet tangguh di lini belakang antara William Saliba dan Upamecano kini menghadapi tantangan terbesar mereka ketika Les Bleus memperebutkan posisi puncak Grup I melawan Norwegia. Upamecano tampil sebagai pemimpin yang berwibawa di lini belakang Prancis, menunjukkan performa luar biasa saat mengalahkan Senegal dan menjaga gawang tetap bersih melawan Irak. Namun kini fokusnya beralih untuk menghentikan penyerang klinis Norwegia yang telah mencetak empat gol sejauh ini di kompetisi tersebut.


Upamecano paparkan rencana pertahanan


Pemain internasional Prancis itu menyadari bahwa untuk meredam penyerang eksplosif seperti Haaland dibutuhkan konsentrasi penuh dan kesadaran ruang yang sempurna selama 90 menit penuh.


Berbicara kepada L'Equipe, Upamecano menjelaskan: "Dengan Haaland, Anda harus selalu menjaga satu mata padanya, mengikuti pergerakannya, dan satu mata lagi pada pembawa bola, bahkan ketika tidak kalah jumlah. Ketika dia berada di sisi buta saya dan salah satu rekan setimnya melakukan overlap, saya tahu saya harus menoleh dua atau tiga kali untuk melihat ke mana dia bergerak dan bagaimana posisinya. Kita semua tahu dia pemain yang sangat eksplosif dalam beberapa langkah pertama, mirip dengan Kylian [Mbappe]."


Bek tengah Bayern Munich itu menambahkan: "Dia hanya butuh sepersekian detik untuk mengubah arah. Jadi Anda harus selalu memantau pergerakannya. Jika Anda tidak bisa mengantisipasi sentuhan pertamanya dan mencegahnya menerima bola, Anda harus berusaha memaksanya melebar. Dia senang berduel secara fisik, begitu juga saya. Tapi terkadang situasi harus diatur, menggiringnya ke sisi sayap, dan menutup sudut tembaknya."


Mengandalkan antisipasi dibanding kekuatan otot


Laga ini juga menjadi reuni menarik bagi keduanya, setelah terakhir kali bertemu dalam pertandingan berat babak gugur Liga Champions pada April 2023. Upamecano menegaskan bahwa orientasi tubuh yang tepat sangat penting ketika menghadapi lawan yang sangat kuat dan piawai bermain dengan punggung menghadap gawang.


Ia menuturkan: "Saat lemparan ke dalam tim mereka, lebih baik untuk melakukan penjagaan ganda terhadapnya. Pemain bebas di tim kami, biasanya bek sayap, tidak boleh terlalu jauh di depannya, sementara saya harus tetap di belakangnya, cukup dekat, namun tanpa melakukan marking terlalu ketat. Sulit untuk mengantisipasi atau memotong pergerakannya karena dia sangat kuat. Melawannya selalu menjadi pertarungan sungguhan.


"Hal paling penting dalam duel dengannya adalah posisi awal dan bentuk tubuh, agar Anda bisa selalu melihat bola dan dirinya sekaligus. Jika dia berhasil lolos, sulit untuk mengejarnya karena kecepatannya luar biasa.


"Secara paradoks, menghadapi Haaland lebih merupakan pertarungan pergerakan daripada sekadar duel fisik. Anda harus siap di setiap langkah dan terus memantau posisinya. Kita semua tahu dia tidak akan menyentuh bola 50 kali. Dia hanya butuh dua atau tiga sentuhan, tapi dua atau tiga itu dimainkan dengan 100%, jadi Anda juga harus berada di level 100%."


"Namun perlu diwaspadai – Haaland memang pemain luar biasa, tapi jangan lupakan [Alexander] Sorloth, yang pernah bermain bersama saya di Leipzig. Dia sangat kuat, cepat, dan memiliki tendangan keras."


Laga bersejarah di Boston menanti


Pertandingan besar ini menjadi pertemuan pertama dalam sejarah antara kedua negara Eropa ini di ajang Piala Dunia putra. Statistik historis lebih berpihak kepada Prancis, yang telah memenangkan lima laga terakhir mereka melawan sesama tim Eropa. Namun, Norwegia datang dengan performa luar biasa. Haaland berpeluang menyamai rekor legendaris turnamen dengan mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut, menjanjikan duel yang sangat menarik untuk perebutan dominasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.