Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kemenangan telak Timnas Brasil atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 disambut meriah oleh ribuan suporter di Kota Ambon, Kamis (25/6/2026).
Brasil memastikan kemenangan meyakinkan 3-0 yang sekaligus mengantarkan Tim Samba melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup C.
Di tengah euforia pawai kemenangan yang melintasi sejumlah ruas jalan Kota Ambon, perhatian publik justru tertuju pada aksi salah seorang suporter Brasil yang membawa pesan kritik terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Suporter tersebut mengenakan jersey Brasil dan berdiri di pagar pembatas Jalan Jembatan Merah Putih (JMP).
Ia mengangkat poster bertuliskan, "Ini Brazil Boss!! Bukan MBG dan KDMP yang ada orang dalamnya."
Poster itu diduga merupakan bentuk kekecewaan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai masih mengedepankan praktik "orang dalam" dalam proses perekrutan.
Salah seorang fans Brasil di Kota Ambon, Fekry Hehanussa, mengatakan aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk menolak program pemerintah.
Menurutnya, kedua program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun pelaksanaannya perlu dievaluasi agar benar-benar dirasakan masyarakat.
"Sebagai fans Brasil kami bangga dengan euforia kemenangan Tim Samba. Tapi euforia itu tidak menutupi realitas bahwa kebijakan negara membangun program MBG dan KDMP saat ini belum sepenuhnya memihak kepada masyarakat," ujar Fekry.
Baca juga: PLN UP3 Tobelo dan BSI Perkuat Kolaborasi, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Maluku Utara
Baca juga: Atasi Banjir di Kota Bula, Pemkab SBT Rampungkan Lahan dan Dokumen Kolam Retensi
Ia menilai program MBG maupun KDMP berpotensi membawa manfaat besar jika dijalankan dengan sistem yang transparan dan pengawasan yang ketat.
"Bagi saya program ini cukup bagus. Tapi tanpa pengawasan, tanpa sistem yang kuat, maka program ini akan menjadi lumbung korupsi yang baru," katanya.
Fekry mengaku, yang dirasakan masyarakat saat ini adalah masih adanya praktik mengutamakan orang-orang tertentu dalam pelaksanaan program tersebut.
"Yang dirasakan saat ini, program MBG dan KDMP ini masih memakai cara-cara 'orang dalam'. Karena itu program ini perlu dievaluasi secara serius agar masyarakat dapat menikmati kebijakan negara tanpa ada keberpihakan, baik secara politik, golongan maupun kelompok tertentu," tegasnya.
Aksi penyampaian aspirasi itu berlangsung tertib dan tidak mengganggu jalannya pawai kemenangan suporter Brasil.
Di tengah kemeriahan perayaan lolosnya Tim Samba ke fase gugur Piala Dunia 2026, poster yang dibawa suporter tersebut menjadi simbol kritik terhadap pelaksanaan kebijakan publik yang dinilai perlu dibenahi.(*)