SURYA.CO.ID, TUBAN - Peringatan Haul Sunan Bonang ke-517 tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi ribuan peziarah yang datang ke Tuban, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang di sekitar kawasan makam wali di Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban.
Sejak pagi hingga malam, kawasan makam Sunan Bonang dipadati peziarah dari berbagai daerah. Arus manusia yang terus berdatangan menciptakan suasana ramai di sepanjang area sekitar makam.
Deretan lapak makanan, oleh-oleh, hingga cendera mata tampak sibuk melayani pengunjung yang ingin membawa pulang buah tangan khas Tuban setelah berziarah.
Salah satu pedagang yang merasakan berkah tersebut adalah Siti Nurkholisa (40), warga Kutorejo. Sehari-hari ia berjualan aksesori, namun saat momentum haul berlangsung, ia memilih menjajakan jenang gunting khas Tuban yang banyak diburu peziarah.
Baca juga: Ribuan Kader PDIP Surabaya Peringati Haul Bung Karno dengan Refleksi Khidmat
Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung berdampak langsung pada penjualan. Dalam momentum haul tahun ini, ia mengaku mampu menjual lebih dari 5 kuintal jenang.
“Kalau haul seperti ini alhamdulillah ramai. Penjualan bisa lebih dari 5 kuintal,” ujarnya saat ditemui di kawasan makam Sunan Bonang, Kamis (25/6/2026).
Siti mengatakan dirinya mulai berjualan sejak Rabu (24/6/2026) untuk menyambut kedatangan peziarah yang terus berdatangan menjelang puncak haul.
Beragam varian jenang disiapkan untuk memenuhi selera pembeli, mulai rasa original, susu, kelapa, nangka hingga ketan hitam.
“Sudah jualan sejak rabu, ada berbagai varian rasa dengan harga Rp30 ribu per kilogram,” imbuhnya.
Selain menawarkan banyak pilihan rasa, harga jenang yang dijual juga relatif terjangkau. Satu kilogram jenang dibanderol Rp30 ribu dan pembeli dapat membeli dalam jumlah berapa pun tanpa batas minimal.
Baca juga: UMKM Tuban Raup Omzet Rp 9 Juta per Bulan, Hasil Olah Limbah Siwalan Jadi Jenang hingga Mochi
Tak hanya itu, calon pembeli juga dipersilakan mencicipi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli sehingga dapat memilih rasa yang sesuai selera.
Jenang gunting khas Tuban memang menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari saat peringatan Haul Sunan Bonang. Tradisi membawa pulang makanan khas tersebut masih terus dipertahankan oleh para peziarah dari berbagai daerah.
Salah satunya Fahri (23), peziarah asal Bojonegoro. Ia mengaku selalu membeli jenang setiap kali datang ke Haul Sunan Bonang untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh bagi keluarganya.
“Ini tadi kebetulan beli jenang setengah kilo. Setiap tahun saya ke sini dan pasti beli jenang untuk oleh-oleh di rumah,” ujarnya.