Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Panitia Kerja (Panja) Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke perusahaan yang bergerak di industri air minum dalam kemasan di wilayah Kabupaten Bandung, PT Muawanah Al Ma'soem.
Ketua Panja AMDK Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty mengungkapakan bahwa dalam kunjungan tersebut, DPR RI juga menyoroti sejumlah isu yang akan menjadi bahan rekomendasi untuk memperkuat regulasi industri AMDK nasional.
"Kami lebih banyak membicarakn bagaimana industri air minum ini ke depannya, karena banyak tantangan yang dihadapi industri ini. Seperti soal mikroplastik, mengenai galon isi ulang dari kemasan. Ini belum ada aturan," ujarnya pada Kamis (25/6/2026)
Dalam pembahasan tersebut, Komisi VII DPR RI membawa tiga isu utama yang menjadi fokus pembahasan Panja AMDK. Evita menegaskan bahwa aspek keamanan dan kesehatan menjadi perhatian utama DPR dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.
"Tujuan kami bukan mencari ini salah siapa ini. Tapi bagaimana kebijakan ke depan benar-benar untuk kepentingan bangsa dan negara, terutama bagi masyarakan. Sebab air minum dalam kemasan dikonsumsi oleh masyarakat luas," katanya.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan seluruh masukan yang diperoleh dari pelaku industri, regulator, hingga lembaga pengawas akan dihimpun sebagai bahan rekomendasi Panja untuk memperkuat regulasi trkait mekanisme industri AMDK.
"Kalau produk biasa kan kita menggunakan penetapan SNI. Untuk produk ini, mungkin persyaratannya harus lebih diperketat, karena ini diminum dan berkaitan langsung dengan kesehatan. Jadi hal-hal seperti inilah yang nanti akan dikumpulkan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur PT Muawanah Al Ma’soem, Evan Agustianto mengungkapakan pihaknya menyambut baik kunjungan dan masukan dari Komisi VII DPR RI. Menurutnya, perusahaan didorong untuk menjadi contoh bagi pelaku industri AMDK lainnya.
"Tadi disampaikan bahwa perusahaan diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi perusahaan-perusahaan lainnya. Jadi hal itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadi lebih baik lagi dan semakin besar," ujarnya.
Terkait penggunaan kemasan, Evan menegaskan bahwa perusahaannya sangat berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses produksi sesuai standar yang berlaku dan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.
"Kalau kami sendiri sebagai pengguna kemasan, tentu penggunaan kemasan tersebut harus sesuai standar. Setiap bahan baku yang masuk selalu kami lakukan analisis terlebih dahulu untuk memastikan apakah layak digunakan atau tidak," katanya.