Prof Nyak Amir Terpilih sebagai Rektor UTU Periode 2026–2030
Misran Asri June 25, 2026 10:49 PM

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

PROHABA.CO, MEULABOH – Prof Dr Nyak Amir SPd MPd terpilih sebagai Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2026–2030 dalam pemilihan rektor yang berlangsung di Ruang Rapat Senat UTU, Jl Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Aceh Barat, Kamis (25/6/2026).

Prof Nyak Amir meraih 24 dukungan suara atau 85,71 persen dari total suara yang digunakan dalam pemungutan suara yang melibatkan anggota Senat Universitas Teuku Umar dan perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Sementara itu, Dr Ir Irwansyah ST, M.Eng IPM, memperoleh 4 suara atau 14,29 persen. 

Adapun Prof Dr Iskandar AS, S.Pd, M.App.Ling, tidak memperoleh suara.

Dengan hasil tersebut, Prof Nyak Amir akan memimpin UTU untuk periode 2026–2030 menggantikan Prof Dr Ishak Hasan MSi yang mengakhiri masa jabatan periode 2022–2026.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dr T Alamsyah SKM, MPH, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berlangsung sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan tata kelola perguruan tinggi yang baik.

"Seluruh tahapan berjalan tertib, demokratis, dan akuntabel sehingga menghasilkan proses yang kredibel serta mencerminkan kedewasaan institusi dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi," ujarnya.

Baca juga: Dua Balon Rektor UTU Dari USK, Rektor: Institusi Izinkan ke Salah Satu Calon

Terpilihnya Prof Nyak Amir menandai dimulainya fase baru kepemimpinan Universitas Teuku Umar dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Kepemimpinan baru tersebut akan melanjutkan pengembangan UTU yang dalam satu dekade terakhir terus tumbuh sebagai salah satu perguruan tinggi negeri strategis di Aceh, khususnya di kawasan Barat-Selatan.

UTU resmi berstatus perguruan tinggi negeri setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Keputusan Presiden tentang pendiriannya pada 1 April 2014. 

Sehari kemudian, keputusan tersebut diserahkan secara resmi kepada Bupati Aceh Barat saat itu, HT Alaidinsyah, di Istana Negara, Jakarta.

Saat inj memiliki enam fakultas yang menaungi berbagai program studi, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Teknik.

Selain menjalankan fungsi pendidikan tinggi, UTU juga aktif melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Berbagai program yang dijalankan diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah Barat-Selatan Aceh dan kawasan pesisir barat Pulau Sumatra.

Dengan kepemimpinan baru di bawah Prof Nyak Amir, UTU diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.