Syukran, dari Woyla Bawa Suara Petani Aceh Barat ke Hadapan Wapres Gibran
Saifullah June 25, 2026 11:37 PM

 

Syukran berharap pemerintah segera merealisasikan usulan tersebut demi kesejahteraan ribuan petani dan ketahanan pangan Aceh Barat.

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Di tengah tantangan regenerasi petani yang semakin kompleks, muncul sosok anak muda asal Kabupaten Aceh Barat yang memilih terjun langsung ke dunia pertanian dan memperjuangkan nasib petani di daerahnya. 

Pemuda itu adalah Syukran, Ketua Pemuda Petani Milenial Aceh Barat yang belakangan menjadi sorotan setelah berhasil menyampaikan aspirasi petani secara langsung kepada Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Lahir di Gampong Gempa Raya, Kecamatan Woyla, pada 26 Juni 2004, Syukran tumbuh dalam keluarga sederhana yang sangat dekat dengan dunia pertanian. 

Ayahnya, Zainal Abidin, bekerja sebagai petani.

Sementara ibunya, Marlina, berperan sebagai ibu rumah tangga yang senantiasa memberikan dukungan dan motivasi dalam setiap langkah yang ditempuh putra sulung dari tiga bersaudara tersebut.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Syukran yang akrab disapa Sigam dikenal sebagai pribadi aktif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan kampung halaman. 

Baca juga: Petani Milenial Kunci Ketahanan Pangan Aceh

Sejak usia muda, ia melihat langsung bagaimana sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Barat. 

Pengalaman itulah yang kemudian membentuk kepeduliannya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan pertanian dan pemberdayaan generasi muda.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN Lueng Tanoh Tho, kemudian dilanjutkan ke MTsN 5 Aceh Barat dan SMKN 1 Woyla. 

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 2022, Syukran melanjutkan studi di STIMI Meulaboh sambil aktif menjalankan berbagai aktivitas organisasi dan usaha.

Meski masih berusia muda, kiprah Syukran cukup beragam. 

Ia dipercaya memimpin Pemuda Petani Milenial Aceh Barat, sebuah organisasi yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. 

Selain itu, ia juga aktif di dunia usaha dan peternakan. 

Pengalaman tersebut semakin memperkuat pemahamannya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Baca juga: Darwati A Gani Panen Golden Melon Bersama Petani Milenial dan Rumoh Pangan Aceh 

Komitmennya terhadap pembangunan pertanian daerah semakin terlihat saat mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. 

Dalam agenda tersebut, Syukran memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Momentum itu tidak disia-siakan. 

Di hadapan orang nomor dua di Indonesia tersebut, Syukran menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang selama ini menjadi harapan ribuan petani Aceh Barat. 

Salah satu usulan utama yang disampaikannya adalah percepatan penanganan jaringan Irigasi Lhok Guci yang dinilai sangat penting bagi keberlangsungan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Selain itu, ia juga mengusulkan bantuan satu unit Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen petani. 

Tak hanya itu, kebutuhan pompanisasi dan irigasi pompa juga turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Menurut Syukran, seluruh usulan tersebut berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. 

Karena itu, ia berharap Pemerintah Pusat dapat segera merealisasikan berbagai kebutuhan yang telah disampaikan.

“Kami berharap aspirasi yang telah kami sampaikan dapat segera ditindaklanjuti karena menyangkut kepentingan ribuan petani di Aceh Barat, khususnya terkait penyelesaian Irigasi Lhok Guci yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).

Syukran mengaku optimistis setelah mendapat respons positif dari Wakil Presiden. 

Bahkan, pada akhir kegiatan, ia kembali menegaskan usulan tersebut saat berjabat tangan dengan Wapres. 

Menurutnya, saat itu Gibran memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan petani Aceh Barat dan meminta agar usulan tersebut ditindaklanjuti.

Bagi Syukran, perjuangan membawa aspirasi petani hingga ke tingkat nasional bukanlah akhir dari perjalanan. 

Ia ingin terus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah agar berbagai kebutuhan sektor pertanian dapat terpenuhi. 

Semangat itulah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu representasi generasi muda Aceh Barat yang berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.