Petani Maybrat Belajar Biosaka, Inovasi Alami untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Intan June 25, 2026 11:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. 

Salah satunya melalui pelatihan teknik pembuatan Elisitor Nusantara Biosaka bagi petani dan tenaga pendamping pertanian di Kabupaten Maybrat.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi Papua Barat Daya tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat, Kamis (25/6/2026). 

Pelatihan ini diikuti oleh petani serta staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat yang antusias mempelajari teknologi pertanian berbasis bahan alami.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat, teknik pembuatan, hingga cara penggunaan Biosaka pada tanaman. Materi disampaikan oleh Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) UPTD Dinas Pangan dan Pertanian Papua Barat Daya, Sutardi.

Baca juga: Kabupaten Maybrat Promosikan Produk Pangan Lokal pada Penas KTNA 2026

Baca juga: Kota Sorong Berawan, Maybrat Hujan Ringan, Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Kamis 18 Juni 2026

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pangan dan Pertanian Papua Barat Daya, Diana Kambu, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, selama ini petani masih banyak menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). 

Namun penggunaan secara berlebihan dapat berdampak terhadap lingkungan, kesuburan tanah, kesehatan manusia, hingga menyebabkan resistensi hama.

“Karena itu diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan alami yang ada di sekitar sebagai solusi pertanian,” ujar Diana.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lapangan.

“Jangan berhenti hanya pada pelatihan. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan agar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sutardi menjelaskan Elisitor Nusantara Biosaka merupakan inovasi pertanian yang dikembangkan sejak tahun 2006 dan terus diperkenalkan sebagai salah satu teknologi pertanian alami.

Menurutnya, Biosaka memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperbaiki struktur tanah, menekan serangan hama dan penyakit, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Biosaka dapat mengurangi kebutuhan pupuk hingga 70 persen. Bahan dasarnya juga mudah didapat karena berasal dari tanaman dan rumput yang tersedia di sekitar kita,” kata Sutardi.

20260625_pelatihan pengolahan biosaka
PELATIHAN - Pelatihan teknik pembuatan Elisitor Nusantara Biosaka bagi petani dan tenaga pendamping pertanian di Kabupaten Maybrat.

Ia mengatakan bahan Biosaka dibuat dari beberapa jenis tanaman sehat yang kemudian diremas menggunakan air hingga menghasilkan larutan homogen.

“Pilih tanaman yang sehat dan sempurna. Minimal menggunakan lima jenis tanaman dengan berat sekitar satu genggam tangan atau kurang lebih 250 gram, kemudian diremas dalam lima liter air selama sekitar 20 menit hingga siap digunakan,” ujarnya.

Untuk tanaman pangan, Biosaka dapat diaplikasikan dengan dosis sekitar 40 mililiter per tangki semprot. Sedangkan untuk tanaman sayuran dosis penggunaannya berkisar antara 5 hingga 25 mililiter per tangki.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat, Alek Nelson Iek, melalui Kepala Bidang Pertanian Zarles Semunya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan melalui pendampingan dan bimbingan teknis secara berkelanjutan kepada para petani di Kabupaten Maybrat.

Menurut Zarles, Kabupaten Maybrat memiliki potensi besar dalam sektor pertanian karena didukung kondisi tanah yang subur dan memiliki kandungan fosfat yang baik.

“Tanah di Maybrat sebenarnya memiliki potensi besar. Biosaka ini dapat menjadi salah satu inovasi yang membantu meningkatkan hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Polres Maybrat Musnahkan 1,4 Kilogram Ganja, Hasil Komitmen Berantas Narkoba di Papua Barat Daya

Ia menilai masyarakat Maybrat memiliki semangat tinggi untuk berkembang apabila mendapat dukungan dan pembinaan yang tepat.

“Orang Maybrat punya semangat untuk bersaing dalam berbagai bidang, termasuk pertanian. Tinggal diberikan dukungan dan pendampingan,” katanya.

Zarles menambahkan, sejumlah program pemberdayaan sebelumnya telah menunjukkan hasil positif, seperti pengembangan kacang sangrai dan pengolahan sereh wangi menjadi produk bernilai ekonomi.

Ia optimistis penerapan Biosaka juga dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi petani Maybrat.

“Kalau inovasi sebelumnya bisa berjalan, saya yakin Biosaka juga dapat diterapkan dengan baik oleh petani,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, para petani diharapkan mampu menghasilkan pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.