TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan melepas puluhan siswa peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026 yang akan melanjutkan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.
Pelepasan berlangsung di Aula Bappeda, Kamis (25/6/2026), oleh Wakil Bupati Sorong Selatan Yohan Bodory.
Sebanyak 15 siswa dinyatakan lulus Program ADEM melanjutkan pendidikan tingkat SMA/SMK di sejumlah sekolah tujuan antara lain SMAN 1 Bangli, SMAN 2 Demak, SMKN 4 Pandeglang, SMAN 1 Ciruas, SMAS Bopkri 1 Yogyakarta, SMAN 2 Purwokerto, SMAS Katolik Pendowo, dan SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon.
Sementara pada Program ADik, sebanyak 30 mahasiswa baru diterima di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Di antaranya Universitas Khairun, Universitas Halu Oleo, Universitas Negeri Manado, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Negeri Makassar, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Muhammadiyah Magelang.
Peserta memperoleh berbagai fasilitas, antara lain pembebasan biaya studi, bantuan biaya hidup, serta bantuan biaya transportasi keberangkatan ke daerah tujuan pendidikan.
Baca juga: Presiden Direktur PT Gag Kabur saat Didemo Warga Raja Ampat: Tuntut Hak Beasiswa hingga Kesehatan
Baca juga: DPRK Sorong Sidak Dinas Pendidikan, Desak Percepatan Beasiswa Mahasiswa OAP
Dalam sambutannya, Yohan berpesan agar para peserta menjaga nama baik daerah selama menempuh pendidikan.
"Pergi gunakan kesempatan baik ini dan kembali harus membawa ilmu. Menjadi kebanggaan orang tua, guru, dan tanah Tehit. Jangan sampai pulang membawa kekecewaan bagi orang tua," ujarnya.
Ia mengingatkan para peserta selalu berusaha memberikan yang terbaik serta tidak malu melakukan hal-hal positif.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus belajar.
Ia memperingatkan apabila peserta mengalami kendala serius dalam proses belajar, berbuat onar atau hal yang tidak diperkenankan, peserta dapat dipulangkan ke daerah asal sesuai ketentuan program.
"Ketika kalian berada di tempat studi nanti, ingat, pergaulan yang baik akan membawa pengaruh positif bagi masa depan kalian," pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sorong Selatan Isak Meres, menyebut kuota yang diterima Sorong Selatan setiap tahun cukup terbatas sehingga proses seleksi dilakukan secara ketat.
Pada Program ADik, tercatat 96 peserta mengikuti seleksi, namun hanya 30 orang yang dinyatakan lulus.
Sedangkan Program ADEM diikuti sekitar 30 peserta seleksi dan yang berhasil lolos sebanyak 15 siswa.
Ia menjelaskan seluruh kebutuhan pendidikan para peserta, termasuk biaya sekolah dan mekanisme tempat tinggal, akan diatur oleh penyelenggara program.
Kepala Dinas berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan kembali membangun daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
"Program ini dilaksanakan setiap tahun. Outputnya dari tahun-tahun sebelumnya cukup baik, sebagian sudah sukses dan ada yang sudah bekerja," ujarnya.
Baca juga: YPMAK Komitmen Cetak Generasi Unggul Papua Melalui Program Beasiswa Berkelanjutan
Usai pelepasan, para peserta dijadwalkan mengikuti pembekalan tingkat provinsi pada Juli 2026 sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah dan kelak kembali mengabdi bagi masyarakat.
Tentang Program
Program afirmasi wilayah Papua merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada anak-anak Orang Asli Papua (OAP).
Program ADEM diperuntukkan bagi lulusan SMP/sederajat Orang Asli Papua (OAP) untuk melanjutkan pendidikan di SMA/SMK terbaik pada enam provinsi mitra, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara Program ADik ditujukan bagi lulusan SMA/SMK OAP untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan menjadi mitra Program ADik. (tribunsorong.com/astri)