Kesaksian Orang Terdekat Bongkar Tabiat Taufik Hidayat, Diduga Kerap Bersikap Kasar
Eko Setiawan June 25, 2026 11:41 PM

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap perempuan berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat, terus memunculkan fakta baru. Setelah Taufik Hidayat ditangkap polisi, sejumlah orang terdekat mulai mengungkap perilaku pelaku yang disebut kerap menunjukkan sikap kasar dan temperamental.

Kesaksian itu datang dari ayah kandung pelaku, warga di lingkungan tempat tinggalnya, hingga penjaga kontrakan yang menjadi lokasi penyekapan korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah YTR ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai diduga disekap selama tiga tahun.

Korban diketahui mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Mata kanan korban mengalami infeksi serius, luka pada kepala, luka robek di bagian mulut, kehilangan dua gigi atas dan satu gigi bawah, serta ditemukan banyak bekas luka dan sundutan rokok di tubuhnya.

Kini Taufik Hidayat telah diamankan polisi dan harus menjalani proses hukum atas kasus yang menjeratnya.

Taufik ditangkap Tim Resmob Polda Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) pukul 18.30 WIB setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian.

Berikut sejumlah perilaku Taufik Hidayat yang diungkap dari keterangan saksi dan orang-orang terdekat:

1. Pernah Memukul Ayah Hingga Terjatuh

Ayah pelaku, Tata, mengaku pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan anaknya sendiri.

Peristiwa itu terjadi saat Taufik sedang tidak bekerja. Tata mengaku dipukul menggunakan kayu ketika sedang mencangkul di sawah.

"Waktu itu saya sedang mencangkul di sawah. Dia lagi nganggur di rumah. Makan enggak ada lauknya. Dia datang ke sawah, langsung memukul," ujar Tata dikutip dari Tribunjabar.id, Kamis (25/6/2026).

Akibat pukulan tersebut, Tata langsung terjatuh. Beruntung dua rekannya yang berada di lokasi segera datang membantu.

"Mau dipukul lagi, dihalangin," katanya.

Tata mengungkapkan setelah kejadian itu Taufik sempat pergi dari rumah dan baru kembali sekitar sepekan kemudian untuk meminta maaf.

2. Disebut Pernah Terlibat Kasus Penganiayaan terhadap Mantan Istri

Saat tinggal di kampung halamannya di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Taufik juga disebut pernah memiliki persoalan rumah tangga.

Ketua RT 05/RW 07 Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Abdul Ghani Jalalludin mengatakan rumah tangga Taufik berakhir dengan perceraian.

Ia menyebut Taufik diduga pernah terlibat kasus penganiayaan terhadap mantan istrinya.

"Setahu saya dia pernah berkeluarga tapi istrinya bukan orang sini, dan sudah cerai juga. Cuma memang dia juga punya kasus penganiayaan sama mantan istrinya dulu," ujar Ghani.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui perkembangan maupun akhir dari persoalan tersebut.

3. Temperamental hingga Memicu Ketegangan di Lingkungan Kontrakan

Istri penjaga kontrakan, Mulyati, mengaku sering mendengar suara benturan keras dari kamar yang ditempati pelaku.

Menurutnya, pelaku mulai tinggal di kontrakan tersebut sejak 9 Maret 2026.

Ia mengaku beberapa kali mendengar suara seperti pukulan atau tendangan dari dalam kamar, namun pelaku selalu membantah.

Mulyati menilai Taufik memiliki sifat temperamental yang kerap membuat situasi di lingkungan kontrakan menjadi tegang.

"Pernah suatu waktu teriak om buka pintu om, saya mau keluar. Suami saya mau tidur pun kaget," ujar Mulyati.

4. Bersikap Arogan hingga Mengancam Penjaga Kontrakan

Penjaga kontrakan, Resa Rohedi, juga mengungkap perilaku Taufik saat korban dibawa ke rumah sakit.

Menurut Resa, pelaku sempat marah dan mengancam dirinya setelah merasa tertekan akibat sejumlah pertanyaan dari pihak rumah sakit.

"Sempat ada pengancaman setelah dari RSUD Ujungberung. Pelaku ini tiba-tiba marah ke saya dan mengajak berkelahi," kata Resa.

Resa juga menyebut saat korban dirujuk ke RSHS Bandung, Taufik kembali menunjukkan sikap arogan dan sempat meluapkan kemarahannya kepada pihak rumah sakit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.