POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau Kementerian UMKM menyebut realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) tercatat telah mencapai Rp 143,27 triliun pada saat ini. Nilai tersebut setara dengan 49,3 persen dari target penyaluran sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 279 triliun.
Total penyaluran KUR untuk usaha mikro mencapai Rp 103,75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2,08 juta entitas. Sementara penyaluran KUR kepada usaha kecil sudah mencapai Rp 39,34 triliun dengan jumlah debitur 159.804 entitas.
Lebih lanjut untuk realisasi penyaluran KUR pada usaha khusus sebesar Rp 35,68 miliar dengan jumlah debitur 85 entitas, dan terakhir untuk penyaluran kepada usaha super mikro sebesar Rp 136,47 miliar dengan jumlah debitur 15.061 entitas.
Baca juga: Kenali Jenis KUR BSI 2026: Limit, Syarat dan Langkah-Langkah Pengajuannya
"Tentu pencapaian ini kalau lihat di semester pertama dari sisi kuantitas, itu kita optimis di akhir tahun itu bisa tersalur kepada lebih dari 4 juta UMKM kita," kata Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik dikutip Rabu (24/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Riza menjelaskan penyaluran KUR sepanjang 2026 ini akan difokuskan pada sektor usaha produksi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyaluran dan penciptaan lapangan kerja baru.
"Tahun ini didorong kepada 65 persen sektor produksi. Jadi, kalau tahun lalu penyaluran KUR itu 60 persen kepada sektor produksi, Alhamdulillah tercapai sekitar 60 sekian persennya, jadi lebih dari 60 persen tercapai, Alhamdulillah. Tahun ini dinaikkan targetnya 65 persen ," paparnya.
"Tentu kita ingin menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Tentu kalau kita bandingkan pembiayaan kepada sektor perdagangan dengan sektor produksi, ya tentu lebih banyak penciptaan lapangan pekerjaan kepada sektor produksi," jelas Riza lagi.
Selain meningkatkan penciptaan lapangan kerja baru, menurutnya saat KUR ini banyak difokuskan untuk sektor produksi, nilai pendapatan atau nilai tambah yang diberikan UMKM jauh lebih baik dari sektor-sektor lain seperti perdagangan. (*)