Reaktivasi Bandara Husein Dikebut, Pelaku Travel Yakin Wisatawan Malaysia ke Bandung Meningkat
Seli Andina Miranti June 25, 2026 11:45 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana percepatan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat, disambut positif pelaku industri perjalanan wisata. 

Pemilik biro perjalanan, Ade Azri Reza, mengatakan pembukaan kembali Bandara Husein akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Kota Bandung.

"Jika Bandara Husein dibuka kembali, pasti dampaknya lebih positif. Ini akan memudahkan wisatawan dari Malaysia untuk langsung ke Bandung," kata Ade, kepada Tribunjabar.id, Kamis (25/6/2026). 

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein Disambut Pedagang Pasar Baru, Optimistis Dongkrak Ekonomi Bandung

Menurut dia, minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke Malaysia terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

 Di sisi lain, wisatawan asal Malaysia juga masih menjadi salah satu penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Bandung untuk kembali menarik wisatawan mancanegara apabila akses penerbangan langsung tersedia melalui Bandara Husein.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan sektor pariwisata mengalami pertumbuhan pada Maret 2026. 

Jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 22,48 juta perjalanan atau meningkat 43,47 persen dibanding bulan sebelumnya dan naik 49,54 persen secara tahunan.

Momentum mudik Lebaran menjadi pendorong utama lonjakan perjalanan tersebut, dengan tujuan wisata terbesar terkonsentrasi di wilayah Bodebek dan Bandung Raya yang mencapai 50,80 persen dari total perjalanan.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati juga tercatat meningkat. 

Pada Maret 2026, jumlah wisatawan asing yang masuk melalui bandara tersebut mencapai 274 orang atau naik 69,14 persen dibanding periode sebelumnya.

Ade menilai Malaysia masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia karena memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia.

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung Segera Terealisasi, Perbaikan Infrastruktur Dikebut

"Budayanya mirip, makanan cocok, halal, bahasa Melayu juga hampir sama dengan kita. Jadi orang Indonesia nyaman," ujarnya.

Selain itu, banyaknya pilihan maskapai penerbangan turut mendukung tingginya mobilitas wisatawan antara kedua negara.

Menurutnya, hubungan pariwisata Indonesia dan Malaysia selama ini berjalan cukup kuat. Bahkan wisatawan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

"Wisatawan Malaysia nomor satu ke Indonesia. Sementara Indonesia ke Malaysia nomor dua setelah Singapura," katanya.

Ia berharap percepatan operasional kembali Bandara Husein dapat menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Bandung sekaligus memperkuat konektivitas dengan pasar wisata Malaysia.

Ade juga mendorong kolaborasi antaragen perjalanan, pelaku usaha pariwisata, dan pemerintah untuk memaksimalkan peluang tersebut setelah industri wisata sempat terpukul akibat pandemi Covid-19.

"Setelah hampir tiga tahun terpuruk karena Covid-19, sekarang waktunya bangkit bersama. Kami tidak bisa jalan sendiri, perlu dukungan semua," ujarnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.