BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Cek persiapan Festival Bamboo Rafting Loksado HSS Kalsel yang dibuka akhir pekan ini
Festival Bamboo Rafting (FBR) Loksado 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) segera dimulai dengan pusat acara di Alam Roh Tujuh Resort Desa Loklahung, Kecamatan Loksado.
Pantauan di lapangan, tenda-tenda untuk pelaku UMKM serta panggung utama FBR telah terbangun.
Panggung utama bernuansa alam dengan latar belakang bambu telah disusun sedemikian rupa ini, tepat berada di tengah lokasi acara yang akan dibuka pada Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Cegah Aktivitas PETI, Aparat Pasang Papan Larangan di Area Reklamasi PT AGM HSS-Tapin
Baca juga: Komitmen Terapkan GCG, PNM Sabet Penghargaan Indonesia Most Trusted
FBR akan digelar 26–28 Juni 2026 dengan puncak acara yakni balanting paring menyusuri arus Sungai Amandit di Loksado. Undangan akan disuguhi pemandangan alam yang masih asri di pegunungan Meratus sambil menikmati sejuknya air sungai.
Kepala Disporapar HSS, Dody Puriyandhani melalui Kabid Pariwisata, Rony mengatakan, kesiapan telah mencapai 80 persen hingga sore tadi, Kamis (25/6/2026).
Peserta tahun ini dari jalur undangan dengan melibatkan joki Bamboo Rafting atau warga di Loksado, diperkirakan mencapai 100 orang.
“Tapi kemungkinan akan terus bertambah, karena masih ada yang melakukan konfirmasi,” katanya.
Rangkaian FBR Loksado 2026 diawali dari Bazar Ekraf/UMKM, gelar pelaku UMKM, hiburan rakyat. Dilanjutkan besok hari, Sabtu seperti fun trekking wisata alam atau acara bebas, festival Mahumbal dan unjuk seni budaya, pergelaran kesenian dan hiburan.
Di puncaknya, Minggu undangan akan mengikuti Bamboo Rafting (balanting paring), kemudian beristirahat.
“Ada hiburan dari Band di Kalsel, kemudian untuk Mahumbal diikuti 11 desa di Kecamatan Loksado. Finish Bamboo Rafting nanti di Dermaga Tugu Niih Desa Hulu Banyu,” bebernya.
Pelepasan peserta FBR direncanakan akan dihadiri Gubernur Kalsel. Dimana kali ini, undangan tersebar di seluruh Kalsel, baik pejabat pemprov, kepala daerah, serta pihak kementerian.
Warga di Desa Loklahung, Ros mengakui turut senang, karena FBR dilaksanakan sepenuhnya di Loksado.
“Semoga dapat meningkatkan roda perekonomian kami sebagai pedagang atau warung di sini juga,” sampainya.
Apa itu Bamboo Rafting.
Bamboo Rafting HSS Kalsel adalah wisata menyusuri aliran deras dan berbatu Sungai Amandit di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menggunakan rakit tradisional dari bambu. Aktivitas ini juga dikenal oleh warga lokal dengan sebutan balanting paring.
Dari Transportasi Menjadi Atraksi: Dulunya, rakit bambu berfungsi sebagai sarana transportasi suku Dayak Pegunungan Meratus untuk membawa hasil bumi ke hilir (Kandangan).
Kini, rakit ini dialihfungsikan menjadi daya tarik petualangan sungai yang ikonik.
Sensasi Pengarungan: Selama perjalanan, wisatawan berdiri atau duduk di atas rakit bambu yang dikendalikan oleh seorang joki menggunakan galah bambu panjang sambil menikmati pemandangan alam Geopark Meratus.
Event Pariwisata: HSS secara rutin menggelar acara seperti Festival Bamboo Rafting Loksado yang menjadi agenda pariwisata unggulan untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Bamboo rafting HSS Kalsel adalah wisata petualangan menyusuri sungai menggunakan rakit bambu atau dikenal masyarakat lokal dengan sebutan balanting paring.
Aktivitas ini menjadi ikon pariwisata utama di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Cara Kerja Bamboo rafting
Wisatawan duduk di atas rakit bambu sepanjang 8-10 meter yang diikat kuat menggunakan tali tradisional sumawi.
Rakit ini dikendalikan oleh seorang joki menggunakan galah bambu panjang sambil melewati arus jeram Sungai Amandit yang membelah Pegunungan Meratus.
Festival Tahunan (Festival Bamboo Rafting Loksado): Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan secara rutin menggelar acara ini.
Festival ini menyuguhkan sensasi susur sungai, atraksi budaya khas suku Dayak Meratus, dan pameran ekonomi kreatif.
Daya Tarik Lain: Selain menyusuri sungai, wisatawan dapat menikmati kuliner tradisional dan keindahan alam pegunungan yang masih
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)