Lanskap sepak bola global kembali bersiap menghadapi perubahan besar seiring langkah FIFA yang semakin dekat untuk memperluas Piala Dunia Antarklub menjadi 48 tim. Sebuah kerja sama penting antara FIFA dan kelompok lobi Klub Sepak Bola Eropa (EFC) diperkirakan akan membuka jalan bagi lebih banyak klub besar Liga Premier untuk ikut serta dalam turnamen bergengsi ini.
FIFA dan EFC bersatu untuk tahun 2029
FIFA telah menyetujui pembentukan usaha patungan dengan kelompok lobi tersebut untuk mengelola Piala Dunia Antarklub, yang menurut laporan The Guardian, dapat membuka lebih banyak slot bagi klub-klub Liga Premier. Total 48 tim diperkirakan akan bersaing ketika turnamen ini kembali digelar pada tahun 2029.
EFC, yang diketuai oleh presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, mewakili lebih dari 700 klub di Eropa dan telah memiliki kerja sama serupa dengan UEFA untuk turnamen kontinental. FIFA disebut terkesan dengan kinerja komersial EFC dalam mendukung UEFA, di mana pendapatan media dan sponsor untuk Liga Champions serta kompetisi klub lainnya meningkat sekitar 25% dalam siklus empat tahun berikutnya, mulai tahun 2027.
Membuka peluang bagi raksasa Inggris
Rencana ekspansi ini muncul setelah sejumlah klub papan atas absen dari edisi perdana turnamen 32 tim, karena juara dari Inggris, Spanyol, dan Italia tidak diikutsertakan akibat kebijakan FIFA yang hanya memperbolehkan empat pemenang Liga Champions dan delapan klub dengan koefisien UEFA tertinggi, serta batas dua klub per negara.
EFC dikabarkan ingin batas tersebut dihapus agar klub-klub terbesar dari liga top Eropa dapat berpartisipasi, membuka peluang bagi Arsenal, Liverpool, dan Manchester City, yang saat ini berada di delapan besar koefisien UEFA. Dengan menambah jumlah peserta dari Eropa, penyelenggara yakin nilai komersial turnamen akan melonjak drastis, sekaligus mengatasi masalah sebelumnya terkait penjualan hak siar televisi.
Hadiah finansial yang menggiurkan
Pendorong utama di balik ekspansi ini tentu bersifat finansial, dengan Chelsea telah membuktikan seberapa menguntungkannya turnamen tersebut. Chelsea memperoleh sekitar £84 juta setelah menjuarai edisi perdana turnamen 32 tim tahun lalu, yang membuat klub-klub besar Eropa lainnya mendesak FIFA untuk memperluas kompetisi demi meningkatkan peluang mereka lolos.
Meskipun total hadiah sebesar £740 juta telah dibayarkan—dengan Chelsea diyakini menerima sekitar £84 juta—masih ada sejumlah masalah yang perlu diselesaikan terkait pembayaran solidaritas. Fokus utama EFC saat ini adalah menyepakati formula redistribusi atas £185 juta yang harus dibayarkan kepada klub-klub di seluruh dunia sebagai pembayaran solidaritas dari turnamen tahun lalu, yang hingga kini dilaporkan belum tersalurkan.
Menyelesaikan perselisihan internal
Kerja sama ini menandai peningkatan besar dalam hubungan antara FIFA dan klub-klub elit Eropa. Hubungan antara kedua pihak sempat tegang sebelum edisi pertama Piala Dunia Antarklub yang diperluas di Amerika Serikat, yang saat itu ingin dijalankan sepenuhnya oleh FIFA sendiri. Namun kini hubungan tersebut telah membaik, termasuk dengan kembalinya Real Madrid ke dalam keanggotaan EFC setelah sebelumnya menarik diri dari proyek Liga Super.
Setelah persoalan pembayaran tahun 2025 terselesaikan, perhatian akan sepenuhnya beralih ke edisi tahun 2029. Enam konfederasi masih harus mencapai kesepakatan mengenai pembagian dana solidaritas sebesar £185 juta. Setelah hal itu diselesaikan, fokus kemungkinan akan bergeser ke pembahasan tentang Piala Dunia Antarklub berikutnya pada tahun 2029 dan kemungkinan ekspansinya menjadi 48 tim.