4 Fakta Terbaru Pengeroyokan Maut Pesilat Sukorejo Nganjuk: Pelaku Mayoritas Anak Di Bawah Umur
faridmukarrom June 26, 2026 04:43 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM  | NGANJUK - Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mulai menemukan titik terang.

Polisi telah mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Mayoritas tersangka masih berusia di bawah 18 tahun, sementara penyidik masih memburu pelaku lain yang diduga ikut serta dalam penyerangan brutal itu.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku memiliki peran berbeda-beda, mulai dari menghadang rombongan korban, menjatuhkan korban dari sepeda motor, hingga melakukan pemukulan dan pelemparan batu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia serta tiga lainnya mengalami luka-luka.

Berikut empat fakta penting yang terungkap dalam kasus pengeroyokan maut di Nganjuk tersebut.

Baca juga: Video Truk Terguling di Jalan Kebatan Sambit Ponorogo - Trenggalek, Buat Jalan Macet Parah

1. Polres Nganjuk Amankan 14 Tersangka, Mayoritas Masih Berstatus Anak di Bawah Umur

Polres Nganjuk telah mengamankan 14 tersangka dalam kasus pengeroyokan maut di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Yang menjadi sorotan, sebagian besar pelaku masih berusia di bawah 18 tahun.

Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan, mengatakan para tersangka terdiri dari anak-anak hingga pelaku dewasa.

"Ada pelaku anak dan pelaku dewasa yang kami amankan," kata Kompol Didid Wahyu Agustyawan, Kamis (25/6/2026).
Sebanyak 12 dari 14 tersangka diketahui masih berusia 14 hingga 17 tahun, sementara dua lainnya berusia 18 dan 20 tahun.

 2. Tiga Pelaku Utama Diduga Melempari Korban Hingga Tewas dengan Batu

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap adanya tiga pelaku yang diduga memiliki peran paling dominan dalam aksi pengeroyokan.

Ketiga tersangka berinisial FS (17), MR (15), dan FI (14) disebut aktif melakukan pelemparan batu yang menyebabkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

Kompol Didid menjelaskan setiap pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari menghadang korban, menendang sepeda motor, hingga melakukan pemukulan."Tiga pelaku utama, FS, MR, dan FI diduga berperan aktif melakukan pelemparan batu ke arah korban yang mengakibatkan korban mengalami luka serius," jelas Kompol Didid Wahyu Agustyawan.
 

3. Korban Diadang, Dijatuhkan dari Motor, Lalu Dikeroyok Menggunakan Batu, Tongkat dan Sabuk

Polisi mengungkap kronologi awal pengeroyokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Merapi, Desa Sukorejo.

Rombongan korban yang mengendarai tiga sepeda motor diduga diadang sekelompok pemuda sebelum akhirnya diserang secara brutal.

Para pelaku tidak hanya menendang motor korban hingga terjatuh, tetapi juga melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong, tongkat, sabuk, serta melempari korban menggunakan batu dan pecahan material bangunan.

"Kelompok tersebut kemudian melakukan menendang korban hingga terjatuh dari kendaraan," kata Kompol Didid Wahyu Agustyawan.

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka serta masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 4. Polisi Masih Kembangkan Kasus, Jumlah Tersangka Berpotensi Bertambah

Meski telah menangkap 14 tersangka, Polres Nganjuk memastikan proses penyelidikan belum selesai.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menyebut penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan.

"Polres Nganjuk berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKP Sukaca.
Para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP ayat (2), (3), dan (4) tentang kekerasan bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan luka berat hingga meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Selain itu, polisi juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah pada malam hari guna mencegah kejadian serupa.

"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah pada malam hari guna mencegah terjadinya peristiwa serupa," tutup Kompol Didid Wahyu Agustyawan.

(TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.