Cole Palmer Tetap Tenang Setelah Tidak Masuk Skuad Inggris untuk Piala Dunia Usai Musim Mengecewakan di Chelsea, Manfaatkan Liburan Musim Panas Langka di Ibiza
Rina Kusumawati June 26, 2026 05:28 AM

Pemain kreatif Chelsea, Cole Palmer, menegaskan bahwa dirinya “tidak menangis” setelah secara mengejutkan tidak masuk dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia pilihan Thomas Tuchel, menyusul musim yang sulit dan diganggu cedera. Pemain berusia 24 tahun itu kini memilih untuk memanfaatkan waktu liburan musim panas yang langka di Ibiza guna menyegarkan pikiran sepenuhnya sebelum menghadapi musim baru.

‘Saya berharap para pemain bisa melangkah sejauh mungkin’

Tim nasional Inggris mengalami perubahan besar di bawah asuhan Tuchel, dengan pelatih asal Jerman tersebut lebih memprioritaskan performa terkini dibanding kontribusi masa lalu. Dalam keputusan berani yang memicu perdebatan luas di seluruh negeri, Palmer diberitahu bahwa ia tidak akan menjadi bagian dari tim yang berangkat ke Piala Dunia 2026.

Saat berbicara dari tempat peristirahatan di Ibiza, Palmer tampil tenang menanggapi keputusan tersebut. Dalam wawancara dengan i-D mengenai musim yang membuatnya tersingkir dari skuad, Palmer mengakui: “Musim ini memang tidak berjalan terbaik, tapi ya sudah. Saya tidak akan menangis atas keputusan yang tidak bisa diubah, dan saya berharap para pemain bisa melaju sejauh mungkin.” Meski kecewa secara pribadi, pemain berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa ia tetap akan mendukung rekan-rekannya dari jauh. Ketika ditanya apakah ia akan kesulitan menonton turnamen tersebut, ia menjawab: “Kalau saya tidak ada kegiatan lain, tentu saya akan menonton pertandingannya.”

Liburan di Ibiza jadi pelarian menenangkan

Pengecualian Palmer datang setelah musim sulit di Stamford Bridge. Cedera pangkal paha yang berlangsung sepanjang musim membatasi kontribusinya, di mana ia hanya mencetak 11 gol dan memberikan tiga assist dalam 34 penampilan di semua kompetisi.

Demi mengambil jeda penuh dari dunia sepak bola, gelandang serang Chelsea itu memilih beristirahat di Ibiza untuk menenangkan pikiran, menandai liburan musim panas pertamanya dalam hampir empat tahun. “Saya akan bersantai musim panas ini, beristirahat untuk pertama kalinya dalam tiga atau empat tahun, sebelum kembali ke hal yang saya cintai,” ujar Palmer.

Keluarga, teman, dan proyek sampingan yang menjaga keseimbangan

Palmer mengatakan bahwa keluarganya serta lingkaran kecil teman di luar dunia sepak bola — bukan sorotan publik — yang membantunya menerima kenyataan gagal tampil di Piala Dunia. Ia masih rutin pulang ke Manchester untuk menyaksikan ayahnya bermain di Sunday League, di lapangan yang sama tempat kecintaannya pada sepak bola bermula.

Waktu luang ekstra juga memberinya kesempatan untuk mengembangkan proyek di luar sepak bola: lini es murni bernama “Cole’d Ice”, permainan kata dari selebrasi khasnya yang ‘dingin’ dan julukan “Cold Palmer” yang melekat padanya. Merek tersebut, katanya, telah digarap selama sekitar satu tahun. “Saat saya tidak bermain sepak bola, ini menjadi hal lain yang bisa saya pikirkan,” jelasnya. “Ini sesuatu yang menyehatkan dan juga bisa saya berikan kembali kepada para penggemar.”

Awal baru di bawah Alonso

Palmer kini menatap masa depan dan berusaha melupakan kekecewaan Piala Dunia seiring dimulainya era baru di Chelsea di bawah Xabi Alonso. Sang gelandang dianggap sebagai bagian penting dari proyek pembangunan ulang Alonso di Stamford Bridge, bersama pemain seperti Joao Pedro dan Moises Caicedo.

Semua ini terjadi setelah musim yang sangat mengecewakan bagi Chelsea, yang mengakhiri musim tanpa trofi dan finis di peringkat ke-10 Liga Premier, sehingga gagal lolos ke Liga Champions. Mereka juga mengalami kekalahan tipis 1-0 dari Manchester City di final Piala FA.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.