SRIPOKU.COM- Kesuksesan penyelenggaraan Tribun Putih Abu Abu Futsal (TPAAF) 2026 Seri Gresik menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah di Sumatera Selatan.
Bahkan, sebelum pendaftaran resmi dibuka, sejumlah sekolah di Palembang dan daerah lain di Sumsel mulai mencari informasi terkait mekanisme kompetisi futsal antarpelajar bergengsi tersebut.
"Beberapa sekolah sudah menghubungi kami. Mereka ingin tahu kapan pendaftaran dibuka dan bagaimana mekanismenya," ujar Ririen.
Menurutnya, TPAAF Palembang tidak hanya akan menjadi ajang persaingan antarsekolah, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
Selain pemain dan pelatih, kata Ririen, pihak penyelenggara juga ingin menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah dengan melibatkan para suporter sekolah.
"Kami tahu suporter di Palembang punya semangat tinggi. Kami ingin mereka ikut memeriahkan turnamen ini dengan cara yang positif," katanya.
Optimisme terhadap penyelenggaraan TPAAF juga datang dari Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar.
Ia menilai tingginya partisipasi pada seri Gresik menjadi bukti bahwa kompetisi futsal pelajar memang sangat dibutuhkan.
"FFI melihat angka ini sebagai indikasi bahwa minat pelajar terhadap futsal sangat tinggi. Yang kami butuhkan adalah wadah yang tepat untuk menyalurkannya," ujar Michael.
TPAAF 2026 sendiri ditargetkan berlangsung di 20 kota dengan melibatkan sekitar 700 tim pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menegaskan bahwa penyelenggaraan TPAAF bukan sekadar menghadirkan turnamen, melainkan menjadi bagian dari pembinaan atlet futsal usia sekolah.
"Kami bekerja sama dengan FFI untuk memastikan kompetisi ini tidak hanya seru, tetapi juga berdampak bagi pembinaan pemain muda. Standar yang kami terapkan di Gresik akan kami bawa ke Palembang dan kota-kota lainnya," tegas Dahlan.
Keberhasilan seri Gresik juga menunjukkan bahwa TPAAF menjadi kompetisi yang kompetitif dan menuntut persiapan matang dari setiap peserta.
Kapten SMK Semen Gresik, Davin Surya Pangestu, yang sukses membawa timnya menjadi juara, menilai pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan.
"Hasil yang cukup memuaskan, tapi perjalanan anak-anak tidak cukup sampai di sini. Masih banyak event-event selanjutnya," ujarnya usai laga final.
Sementara itu, pelatih SMAN 1 Sidayu, Surya Adi, mengaku timnya melampaui target setelah berhasil menjadi runner-up.
"Kami belum target juara. Kami juga melampaui ekspektasi dengan menahan imbang tim terkuat di Gresik," katanya.
Ia menyebut evaluasi terhadap stamina dan strategi permainan menjadi pekerjaan rumah menghadapi kompetisi berikutnya.
Michael Victor Sianipar pun berharap seri Palembang mampu melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya dapat berkembang hingga level nasional.
"Sumatera Selatan punya potensi besar. Kami yakin ada banyak talenta tersembunyi di sana yang butuh panggung seperti TPAAF," tuturnya.
Dengan tingginya antusiasme sekolah serta dukungan penuh dari Tribun Network dan FFI, TPAAF 2026 Palembang diharapkan menjadi salah satu seri paling semarak sekaligus menjadi pintu lahirnya bibit-bibit unggul futsal Indonesia.