BOLASPORT.COM - Isu keracunan makanan mewarnai pertandingan terakhir Timnas Korea Selatan di fase grup Piala Dunia 2026 yang berakhir buruk bagi mereka.
Rumor tersebut dipertanyakan awak media dalam jumpa pers pascalaga Son Heung-min dkk di matchday 3 Grup A.
Bertanding di Estadio BBVA, Monterrey, Rabu (24/6/2026), Timnas Korea Selatan keok di tangan Afrika Selatan 0-1.
Hasil ini buruk karena mengancam partisipasi mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Korsel cuma menempati peringkat ketiga di klasemen akhir Grup A dengan modall 3 poin dan selisih gol -1.
Kalah saing dari Meksiko dan Afsel, Taeguk Warriors tinggal berharap bantuan keberuntungan untuk lolos ke babak knock-out.
Saat ini mereka cuma menduduki posisi kelima dari jatah delapan tim peringkat tiga terbaik di klasemen virtual.
Penampilan Son dkk jadi sorotan belakangan ini akibat menelan dua kekalahan beruntun (0-1 vs Meksiko dan Afsel), padahal start mereka apik dengan menekuk Ceko 2-1.
Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, tak bisa menghindari hujan pertanyaan dari jurnalis selepas kekalahan dari Afsel.
Salah satunya menyinggung dugaan adanya efek keracunan makanan yang dikonsumsi awak tim nasional sebelum pertandingan.
"Para pemain terlihat sangat lelah. Apakah ada hal lain di balik itu, seperti keracunan makanan massal sebelum pertandingan?"
"Jika tidak, penampilan seperti itu sulit dijelaskan dan bisa diterima," ucap seorang awak media yang menghadiri jumpa pers tersebut.
Menanggapi pertanyaan ini, Hong melakukan sanggahan.
Kapten Korsel saat mencapai semifinal Piala Dunia 2002 itu bertanggung jawab atas kekalahan timnya.
"Performa kami memang tidak bagus. Sama sekali tidak ada masalah seperti itu (keracunan makanan) di dalam tim," katanya, dikutip BolaSport.com dari The Chosun Daily.
"Saya sama sekali tidak ingin mengaitkan penyebabnya dengan hal itu."
"Memang benar bahwa di antara tiga pertandingan Piala Dunia tersebut, kami tampil kurang memuaskan."
"Saya berbicara berdasarkan hasil. Namun, kami mempersiapkan diri berdasarkan kondisi seberapa baik kami bisa menerapkan strategi di lapangan."
"Jika tahu hasil akhirnya sebelum bertanding, kami pasti akan mengikuti metode tersebut."
"Karena kami tidak mengetahuinya, dan hasilnya ternyata seperti ini, kami bisa saja mengemukakan berbagai alasan."
"Akan tetapi, hasil di panggung sebesar ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelatih. Semuanya adalah penilaian dan keputusan saya."
"Karena saya membuat penilaian dan keputusan yang salah, hasilnya pun menjadi buruk," tegas legenda top Taeguk Warriors tersebut.
Dalam kondisi saat ini, Korsel harus berharap pesaing mereka di grup lain tidak bisa melewati posisinya di klasemen tim peringkat tiga terbaik.
Kalau peluang itu hangus, Taeguk Warriors bakal mengalami penurunan hasil dibandingkan edisi lalu saat melaju sampai babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Adapun sepanjang partisipasi di turnamen akbar ini, pencapaian terbaik Timnas Korea Selatan adalah peringkat 4 saat menjadi tuan rumah edisi 2002.
Pencapaian Korsel di Piala Dunia